Advertisement

PERSONALISME

Inggris: personalism

Advertisement

Pandangan filosofis yang mengangkat konsep “persona” (pribadi) sebagai yang tertinggi. Muncul pada paruh kedua abad ke-19 dan berlangsung hingga sekitar pertengan abad ke-20, pandangan ini muncul untuk melawan Panteisme dan Materialisme. Istilah ini dipakai pertama kali oleh Scleiermacher tahun 1799, dan kemudian oleh Feuerbach tahun 1841, untuk menciri-khaskan pandangan bahwa Allah adalah personal, pribadi dan bukan suatu prinsip abstrak. Walt Whitman, menerbitkan sebuah esai mengenai “Personalisme” tahun 1868, dan Alcott mungkin mengambil istilah itu dari Whitman.

 

1. Bronson Alcott menggunakan istilah ini untuk pandangannya bahwa realitas terakhir adalah suatu Pribadi Ilahi yang memelihara alam semesta dengan kehendak kreatif yang bekerja terus menerus.

2. Renouvier membagi para filsuf ke dalam dua kubu: Personalis dan Impersonalis. Yang personalis posisi yang ia terima  menemukan prinsip penjelasan terakhir dalam kodrat manusia. Yang impersonalis mengambil prinsip terakhir, dari suatu bagian dunia luar.

3. Bowne juga mempertentangkan prinsip-prinsip penjelasan personal dan impersonal, sambil mengangkat yang terdahulu sebagai yang tertinggi. Ia memandang Personalisme sebagai suatu bentuk idealisme yang dinamakannya Idealisme Personal.

4. F.C.S. Schiller, yang semula menyebut dirinya Humanis dan Pragmatis, menganggap dirinya seorang Personalis pada tahun- tahun terakhir.

5. Wilhelm Stern menamakan doktrinnya Personalisme Kritis, karena ia membatasi cakupan ajarannya itu pada psikologi dan epistemologi, seraya tidak meyakini kemungkinan metafisisnya.

6. Brightman menerapkan ajaran ini terutama pada filsafat agama, dengan menampilkan konsep Allah secara terbatas, dan melawan kejahatan “tertentu” di dunia.

7. Maritain, seorang neo-Skolastik, adakalanya menamakan filsafatnya Personalisme Kristen, karena manusia tidak tereduksikan kepada faktor-faktor natural.

8. Mounier, seperti Maritain, seorang Personalis Katholik. Dengan menerapkan filsafat ini pada pertanyaan tentang tujuan kehidupan, Mounier berpandangan bahwa tujuan manusia ial komunikasi yang semakin meningkat dan pemerkayaan timi balik, dan bukan penaklukan alam.

Incoming search terms:

  • Personalisme

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Personalisme