ARTI PERUBAHAN MERUPAKAN SUATU CIRI UTAMA DARI REZIM-REZIM KAPITALIS

20 views

ARTI PERUBAHAN MERUPAKAN SUATU CIRI UTAMA DARI REZIM-REZIM KAPITALIS – Tapi untuk bertindak sebagai organisator perubahan, para pemegang keku-asaan memerlukan kelonggaran, suatu daerah manuver politik di mana urusan kenegaraan dalam arti harfiah dapat dilaksanakan. Apa yang hendak dan kapan dicapai adalah titik lemah suatu kelas penguasa yang matanya tertuju kepada kepentingan dan kebutuhan langsung. Mereka tak dapat diharapkan menanganinya secara tepat. Suatu contoh utama mengenai apa yang dibicarakan oleh Miliband ialah yang terjadi di Amerika Serikat dalam tahun 1930-an. Presiden Roosevelt melakukan suatu reformasi ekonomi dan sosial yang besar yang direncanakan untuk membebaskan Amerika Serikat dari depresi, dan memulihkan pertumbuhan ekonomi. Namun Roosevelt dibenci oleh kelas kapitalis, dan upayaupaya reformasinya secara luas diremehkan oleh anggota-anggotanya. Akan tetapi, sebagaimana banyak pengamat, baik Marxis maupun non-Marxis, mengemukakan, melalui reformasi-reformasi besar itu Roosevelt sesungguhnya “telah mengamankan sistem kapitalis” (Szymanski, 1978; cf. Piven dan Cloward, 1971). Jika fungsi negara yang paling penting dalam masyarakat kapitalis adalah melanjutkan akumulasi modal bagi kelas kapitalis, maka bagaimana negara melakukan hal ini?Melalui proses apa sejakah negara sesungguhnya menjadi negara kapitalis? Szymanski (1978) telah mengemukakan berbagai mekanisme, yang dibaginya ke dalam dua kategori; yang langsung dan yang tidak langsung. Mekanisme langsung kontrol negara kelas kapitalis terutama mencakup pemilihan pejabat negara dan melakukan lobi. Szymanski mencatat bahwa banyak pejabat puncak negara sesungguhnya terdiri dari orang-orang yang ditarik dari kelas kapitalis itu sendiri. Banyak presiden Amerika Serikat berasal dari kelas kapitalis, dan sejumlah besar pos kabinet di dalam pemerintahan Amerika Serikat diduduki oleh anggota-anggota terkemuka kelas ini. Beth mintz (1975) telah melalukan penelitian atas latar belakang sosial dan ekonomi dari anggota-anggota kabinet sepanjang abad xx dan menemukan bahwa 78 persen tergolong dalam elit ekonomi (cf. Szymanski, 1978:219). Lagi pula, dewan-dewan pemerintah yang sangat penting, seperti Counsil of Foreign Relation dan The Committee for Economic Development, sebagianbesar terdiri dari kapitalis-kapitalis terbesar.

Melakukan lobi juga adalah suatu cara penting dengan mana kelas kapitalis mengontrol negara. Lobi berusaha, biasanya sangat berhasil, untuk. mempengaruhi kebijakan negara dalam berbagai cara: dengan jalan mem-biayai kampanye pemilihan anggota-anggota kongres; dertgan jalan menjanjikan pekerjaan yang baik bagi para legislator setelah mereka meninggalkan jabatan pemerintahan; dengan jalan memberikan para legislator itu hasil-hasil penelitian yang seksama yang dapat memberikan argumen-argumen yang meyakinkan dari sudut pandang lobi; dan dengan jalan “zvinning dan dining” kepada para pejabat negara agar dapat meyakini sudut-sudut pandangan tertentu.

Dua mekanisme tidak langsung yang dibahas oleh Szymanski adalah manipulasi ideologis dan deterrninasi struktural kebijakan-kebijakan negara. Manipulasi ideologis meliputi upaya-u.paya oleh lembaga seperti media massa dan sekolah -untuk mengindoktrinasi individu-individu dengan nilai-nilai dari sistem kapitalis. (Hal ini telah dikemukakan di muka dalarn membahas peran legitimasi dari negara). Dengan determinasi struktural kebijakan-kebijakan negara, Szymanski memaksudkan bahwa di dalam suatu masyarakat kapitalis modern para pejabat negara biasanya tidak mempunyai pilihan yang nyata untuk mendukung kebijakan-kebijakan yang melayani kelas kapitalis. Jika mereka harus berfungsi dan efektif dalam membuat kebijakan negara, maka kebijakan itu harus lebih banyak melayani kapitalis-kapitalis puncak. Seperti dijelaskan oleh Szymanski (1978: 268-270): Namun demikian negara akan bertindak dalam batas kepentingan kelas kapitalis dalam masyarakat kapitalis, karena struktur lingkungannya menghendakinya untuk melakukan fungsi-fungsinya untuk modal. Hal ini benar apakah pemangku-pemangku jabatan negara dan mayoritas di dalam legislatur adalah kaum konservatif, kaum fasis, liberal, demokrat sosial, sosialis, atau malah kaum komunis, sepanjang cara produksi dasar di dalam ekonomi tetap kapitalis. Pemerintah Demokrat Sosial di Perancis dalam tahun 1930-an dan periode sesudah Perang Dunia II, Pemerintah Demokrat Sosial di Jerman dalam p eriode sesudah Perang Dunia I dan dalam tahun 1960-an dan 1970-an, dan Demokra t Sosial di Skandinavia mengikuti kebijakan-kebijakan dasar yang hanya sedikit berbeda dari pemerintahan De Gaull di Perancis dan Demokrat Kristen di Italia atau Jerman, atau untuk itu, kebijakan-kebijakan sesuatu rezim non-Demokrat Sosial di negara-negara kapitalis yang telah maju Pemerintah-pemerintah sosialis yang telah berusaha untuk melakukan lebih daripada hanya melengkapi kebijakan-kebijakan yang didiktekan oleh logika kapitalisme menemukan dirinya berada di dalam krisis yang serius dari mana mereka tidak mampu melepaskan diri sendiri Malah dengan hadirnya kaum komunis di dalam pemerintahan dalam masyarakat kapitalis sedikit sekali membuat perbedaan. Kesempatan keberhasilan para politisi erat kaitannya dengan keberhasilan pelaksanaan fungsi-fungsi negara kepitalis. Akibatnya, bukannya maksud baik atau tidak baik, atau keinginan untuk mewujudkan keinginan rakyat atau untuk melayani kepentingan sempit mereka yang kaya, timbul suatu masalah imperatif sistem yang diikhiiarkan n)elalui pejabat-pejabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *