multinational enterprises (perusahaan multinasional)

Sebuah perusahaan multinasional memiliki dan menguasai kegiatan-kegiatan produktif yang berlokasi di lebih dari satu negara. Perusahaan itu juga memiliki hasil dari kegiatan-kegiatan tersebut meskipun ia mungkin tidak memiliki aset-aset yang digunakan: aset tersebut mungkin disewa secara lokal di setiap negara. Perusahaan multinasional tidak perlu harus memindahkan dananya ke luar negeri keuangannya sering kali bisa didapatkan secara lokal. Dengan demikian perusahaan multinasional pertama-tama adalah sebuah produsen internasional, dan baru kemudian, investor asing.

Kegiatan perusahaan multinasional membentuk sebuah sistem yang terintegrasi; mereka biasanya tidak berupa portofolio semata dari operasi-operasi yang tidak berhubungan. Alasan bagi integrasi adalah bahwa kontrol manajerial dalam perusahaan akan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan sedemikian rupa sehingga menghasilkan lebih banyak laba dibandingkan hubungan kontraktual secara langsung (Buckley dan Casson 1991).

Anteseden dari perusahaan multinasional ditemukan pada akhir abad 19, pada investasi- investasi langsung Inggris di daerah-daerah koloninya, dan dalam gerakan merger di AS di mana korporasi modern memulai evolusinya. Pada periode antar-perang, operasi multinasional berfokus pada integrasi mundur pada mineral (terutama minyak). Integrasi horisontal dilakukan melalui kartel-kartel internasional, bukannya perusahaan-perusahaan multinasional. Setelah PD II, banyak perusahaan AS mulai berproduksi di Eropa Barat, terutama di industri-industri teknologi tinggi yang menghasilkan aneka produk. Mereka mentransfer teknologi baru AS ke Eropa, bersamaan dengan menyempurnakan praktek- praktek manajemen dan akuntansi, serta pengalaman menjual ke pasar multibudaya yang telah berkembang dalam masyarakat Eropa. Pada tahun 1970-an perusahaan-perusahaan Eropa mulai memproduksi di AS dalam skala yang jauh lebih besar daripada sebelumnya, yang sering kali dalam satu industri yang sama di mana perusahaan-perusahaan AS mempro- duksi di Eropa. Pada saat yang sama, perusahaan-perusahaan Jepang mulai memproduksi di luar negeri dalam skala besar di negara-negara Asia Timur yang murah tenaga kerja, terutama pada industri-industri berteknologi rendah seperti tekstil.

Nilai tambah dari perusahaan-perusahaan multinasional terbesar di dunia saat ini melebihi produk nasional bruto dari beberapa negara kecil di mana mereka berproduksi. Tetapi bagaimanapun, mereka hanya tumbuh sejumlah kecil perusahaan multinasional: tidak semua perusahaan multinasional sesuai dengan gambaran populer dari perusahaan raksasa.

Operasi multinasional menyediakan perusa-haan-perusahaan tersebut dengan sejumlah keuntungan sebagai tambahan pada negara-negara yang dihasilkan oleh integrasi. Produk-produk yang ditransfer antara perusahaan induk dan anak-anaknya di luar negeri atau antar anak perusahaan dapat dinilai pada harga transfer yang berbeda dari harga yang berlaku dalam perdagangan secara langsung. Harga transfer dapat ditentukan sedemikian rupa untuk meminimalkan pembayaran tarif ad valorem, untuk merealokasikan keuntungan ke anak perusahaan di negara-negara berpajak rendah, dan untuk memungkinkan perusahaan untuk bisa menghindari kontrol-kontrol perdagangan dengan menyamarkan transfer modal sebagai pendapatan. Harga transfer sangat sulit dideteksi oleh otoritas fiskal ketika sumber daya yang dipindahkan sangat sulit untuk dinilai: ini terutama benar pada pem-bayaran atas teknologi dan jasa manajemen yang sangat lazim pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri teknologi tinggi. Bukti yang dapat diandalkan pada pemberian harga transfer sulit untuk didapatkan meskipun ada contoh-contoh yang kuat atas kasus itu.

Operasi-operasi multinasional juga memberikan akses kepada perusahaan hak-hak istimewa atas informasi melalui keanggotaan dalam asosiasi produsen di berbagai negara, dan memungkinkannya untuk mengkoordinasikan secara internasional proses lobi pemerintah untuk sebuah perubahan yang menguntungkan dalam lingkungan perundangan. Perusahaan-perusahaan multinasional sering kali dituduh mendapatkan dukungan dari pemerintah-pemerintah yang kuat dalam mengejar kepentingan-kepentingan mereka di luar negeri, meskipun, sekali lagi, bukti nyata sulit di dapat. PBB secara aktif mengamati perilaku dari perusahaan-perusahaan multinasional melalui Pusat Korporasi Transnasional (Centre on Transnational Corporations).

Incoming search terms:

  • perusahaan multinasional
  • pengertian perusahaan multinasional
  • perusahaan multinasional adalah
  • perusahaan multi nasional
  • pengertian multinasional
  • definisi perusahaan multinasional

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • perusahaan multinasional
  • pengertian perusahaan multinasional
  • perusahaan multinasional adalah
  • perusahaan multi nasional
  • pengertian multinasional
  • definisi perusahaan multinasional