Advertisement

mind (pikiran)

‘Mind’ (pikiran) berasal dari bahasa Teutonic kuno, yaitu gamundi yang artinya berpikir, mengingat, bermaksud (intend). Berbagai pengertian ini tampak sekali dari beberapa frase seperti mengingat kembali (remind), memperhatikan (give one ‘s mind), mengubah pikiran orang (to make up or change one’s mind). Dahulu, ‘mind’ digunakan untuk menunjuk secara kolektif pada kemampuan-kemampuan mental seperti mempersepsi, membayangkan, mengingat, berpikir, mempercayai, merasakan, menginginkan, memutuskan dan berniat. Kadang-kadang menyiratkan suatu sarana: ‘Pikiran adalah sesuatu yang misterius yang merasakan dan berpikir’ (Mill 1843); kadang-kadang tidak mengimplikasikan sarana apapun: ‘Apa yang kita sebut pikiran bukanlah apa-apa melainkan timbunan atau kumpulan berbagai persepsi, yang menyatu secara bersama-sama oleh hubungan-hubungan tertentu’ (Hume 1740).

Dalam Yunani klasik, persoalan mengenai pikiran dikaitkan dengan jiwa atau roh, demikian juga yang terjadi di Eropa zaman pertengahan, di mana ajaran teologi mendominasi. Plato membagi pikiran dalam tiga bagian, yaitu: fungsi-fungsi kognitif, konatif dan afektif, dan ini bertahan setidaknya sampai abad ke-19. Berbagai klasifikasi kemampuan mental diciptakan pada abad ke- 18 dan 19. Kendati semua ini pada umumnya bersifat spekulatif, artifisial dan tidak menjelaskan, klasifikasi-klasifikasi ini telah meletakkan dasar untuk karya selanjutnya dalam psikometrik dan lokalisasi fungsi kortikal, kemudian modularitas (Fodor 1983) dan neuropsikologi. Sudah banyak kriteria yang dibuat untuk membedakan mental dari fisik (Feigl 1958) tapi terdapat berbapa problem dalam kriteria-kriteria ini. Menurut yang paling awal, fenomena mental bersifat pribadi sedangkan fenomena fisik bersifat publik. Descartes (1953 (1641) menyatakan bahwa badan fisik sebagian merupakan perpanjangan dan tunduk pada hukum deteTministik, sementara pikiran bersifat nonspasial dan bebas. Brentano (1874) menyatakan intensionalitas sebagai karakteristik dari mental: mempersepsi, berpikir dan menginginkan mengimplikasikan obyek-obyek yang mungkin tidak mempunyai eksistensi obyektif. Sudah banyak upaya dilakukan untuk membedakan mental dan fisik dalam kerangka logika yang berbeda, sebagai contoh, intensional dan ekstensional (Chisholm 1967) atau konvensi linguistik (Ryle 1949).

Pada masa lalu, pikiran diidentifikasi dengan pengalaman sadar: Kesadaran …. merupakan syarat atau penyertaan dari setiap kerja mental’ (Fleming 1858): ‘Tidak ada proposisi yang bisa diutarakan jika tidak pernah ada dalam kesadaran’ (Locke 1690). Namun, pandangan ini terbukti salah. Para ahli neurofisiologi dan klinik pada abad ke-19 menyelidiki berbagai level fungsi dalam susunan syaraf, dan menemukan aktivitas mental tidak sadar, kendati gagasan ini mempunyai sejarah yang menonjol setidaknya sejak zaman Yunani klasik. WilHam James (1890) menyatakan bahwa hanya kilasan-kilasan dan bukan arus pemikiran yang terdapat di kesadaran. Mayoritas proses mental terjadi di luar kesadaran, sebagai contoh, sebagian besar persepsi, pencarian pengetahuan. keahlian dan berpikir kreatif. Faktanya akan makin jelas jika mempertimbangkan berbagai fenomena seperti hipnotis, persepsi sublmal. belajar tanpa kesadaran, keprioadian terbelah dan blind sight (suatu kondisi klinis dari para pasien penderita kerusakan pada occipital bbes yang mungkin sama sekab tsdak menmjukkan adanya pengalaman melihat tapi sanggup membuat kepuasan yang tepat  dipaksakan berdasarkan isi kesadaran maka terbuka kemungkinan bagi pendekatan-pendekatan yang lebih mekanistik terhadap kapan-kapan. mengenai pikiran. Sementara kognitif mempopulerkan kerangka metafora komputer, yang didasarkan paca suitriosor. fungsionabs yang member, an paca mental adalah organisasi fungsionalnya, bukan konstitusi materialnya. Menurut model komputasi pikiran, aktivitas mental merupakan komputasi dengan kata lain, proses-proses mental adalah berbagai operasi yang dilakukan di atas representasi-representasi dan bisa dimodelkan melalui penerapan simbol-simbol abstrak menurut aturan-aturan formal dalam suatu komputer digital. Model komputasi telah dikritik karena bersifat behavioralistik sekaligus dualistik (Russel 1984). Fungsionalisme tidak memberikan suatu analisis yang memuaskan mengenai perbedaan-perbedaan kualitatif dalam pengalaman; dan proses-proses mental diperhitungkan sebagai sesuatu yang terbebas dari segala pengejawantahan fisik yang bersifat khusus. Sampai saat ini masih belum jelas apakah penerapan simbol-simbol abstrak yang bebas-konteks ini cukup memadai untuk menjelaskan makna dan referensi (Searle 1980). Inteligensi artifisial ortodoks kurang memberi perhatian pada dinamika interaksi dengan lingkungan dan mengabaikan dimensi-dimensi pertumbuhan dan biologis dari kehidupan mental.

Suatu alternatif realistik yang lebih bersifat biologis kini menjadi populer: jaringan-jaringan syaraf, yang menerapkan prinsip-prinsip koneksionis dan menunjukkan proses distribusi paralel. Alternatif ini memiliki beberapa kemampuan seperti penunjukan konteks dan resisten terhadap kerusakan lokal, dan mampu menganalisis berbagai fenomena psikologi seperti pola pengenalan. pembelajaran dan memori. Alternatif ini juga memberikan keterkaitan yang berguna dengan riset neurofisiologis.

Isi pikiran muncul menjadi citra, proposisi, model dan prosedur untuk melaksanakan tindakan-tindakan. Adalah jelas bahwa ‘pikiran’ merupakan suatu istilah yang terlalu tidak jelas kegunaannya. Alat-alatnya sekarang tersedia untuk memberikan spesifikasi detail mengenai fungsi pikiran, yang tentunya akan membutuhkan kerja gabungan antara intelijen artifisial, psikologi eksperimental dan ilmu syaraf.

Incoming search terms:

  • pengertian pikiran
  • arti pikiran
  • definisi pikiran
  • pikiran adalah
  • apa itu pikiran
  • pengertian fikiran
  • arti fikiran
  • Arti dari pikiran
  • defenisi pikiran

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian pikiran
  • arti pikiran
  • definisi pikiran
  • pikiran adalah
  • apa itu pikiran
  • pengertian fikiran
  • arti fikiran
  • Arti dari pikiran
  • defenisi pikiran