Advertisement

PLURALISME

Inggris: pluralism. Dari bahasa Latin pluralis (jamak).

Pluralisme dicirikan oleh keyakinan-keyakinan seperti berikut:

1. Realitas fundamental bersifat jamak; berbeda dengan dualisme (yang menyatakan bahwa realitas fundamental ada dua) dan monisme (yang menyatakan bahwa realitas fundamental hanya satu).

2. ada banyak tingkatan hal-hal dalam alam semesta yang terpisah, yang tidak dapat diredusir, dan pada dirinya independen.

3. semesta pada dasarnya tidak tertentukan dalam bentuk; tidak memiliki kesatuan atau kontinuitas harmonis yang mendasar, tidak ada tatanan koheren dan rasional fundamental.

Pandangan Beberapa Filsuf

1. Anaxagoras memandang jumlah substansi-substansi yang berbeda secara kualitatif sebagai tak ada batasnya.

2. Empedokles menyatakan bahwa hanya ada empat substansi: tanah, udara, api, dan air.

3. Herbert mendeskripsikan ontologinya sebagai “realisme pluralistik”, yang berarti bahwa realitas terdiri atas unit-unit kualitatif sederhana yang disebutnya reals (hal-hal). Semua ini membentu. sintesis-sintesis, yang mengarah ke dunia yang kita alami.

4. Di antara pemikir modern yang mengaku dirinya pluralis mes ti disebutkan William James. Ia menjelaskan pluralisme duni dalam konteks dominasi relasi-relasi eksternal.

5. Chang Tung-Sun, yang menggabungkan unsur-unsur konstruksi onalisme dan pluralisme, menamakan doktrinnya Pluralism Epistemologis.

Pluralisme Lawan Monisme

Pluralisme menyatakan pandangan bahwa a) realitas tidak tersusul satu substansi yang unik atau salah satu dari jenis substansi Pluralisme juga menandakan pandangan bahwa b) realitas dapa dipecahkan ke dalam sejumlah lingkungan yang berbeda yan; sama sekali tidak dapat direduksikan kepada suatu kesatuan. Ga gasan ini dapat dilihat dalam bidang ontologi saat eksistensi di simpulkan dari banyak prinsip mutlak, atau dalam bidang etik saat nilai sama sekali terpisahkan dari eksistensi (misalnya, dalar Filsafat Nilai Neo-Kantian).

Seseorang dapat juga berbicara tentang pluralisme c) dalan bidang sosial, yaitu sejauh masyarakat dipandang sebagai tersusul dari pelbagai ragam kelompok yang relatif independen dan CM ganisasi yang mewakili bidang-bidang dan pekerjaan yang berbedi Alasan untuk ini ialah bahwa semua nilai yang sungguh-sunggul manusiawi dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ma syarakat. Bertentangan dengan ini adalah monisme totaliter yang hanya mengenal negara sebagai sumber dari semua kekuasaai untuk mengatur masyarakat.

Masyarakat modern cenderung ke arah d) pluralisme ekstrim Paham ini menyatakan bahwa semua kehidupan sosial hendaknya diatur semata-mata menurut sudut-sudut pandangan dari keloni pok-kelompok individualistik. Dalam situasi ini dalih/pembelaa khusus dari kelompok-kelompok tertentu dapat menjadi ancama yang menghancurkan kesatuan negara (anarki) atau membiarka otoritas sipil menjadi barang mainan. Ini dapat mudah menjurn kepada penindasan terhadap kelompok-kelompok minoritas (diktator mayoritas).

Berkaitan erat dengan pluralisme sosiologis ialah e) pluralisme filosofis. Di sini orang-orang memiliki pandangan-pandangan yang berbeda secara mendasar berkaitan dengan prinsip-prinsip pertama, khususnya berkaitan dengan agama dan makna terdalam dari kehidupan manusia. Situasi ini dapat menimbulkan konflik-konflik yang mendalam, khususnya dalam bidang-bidang di mana suatu sistem nilai yang umum harus diandaikan supaya sampai pada tindakan sosial dan politik yang umum dalam suatu masyarakat tertentu. Konflik seperti itu hanya dapat diatasi dengan mengakui bahwa kita semua memiliki sesuatu secara umum melalui pemilikan martabat manusiawi yang sama.

Tipe lain adalah f) pluralisme yang berupaya membenarkan keberagaman filsafat, dengan menegaskan bahwa semua kebenaran bersifat relatif, dan yang menganggap semua keyakinan filosofis dan religius dalam pengertian relativisme murni, sebagai pendapat- pendapat pribadi yang semuanya mempunyai nilai yang sama.

Incoming search terms:

  • pluralisme berkaitan dengan prinsip prinsip
  • pluralisme berkaitan dengan prinsip
  • pluralisme berkaitan dengan prinsip-prinsip
  • prinsip pluralisme

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pluralisme berkaitan dengan prinsip prinsip
  • pluralisme berkaitan dengan prinsip
  • pluralisme berkaitan dengan prinsip-prinsip
  • prinsip pluralisme