ARTI POLA-POLA KOMPARATIF STRATIFIKASI ETNIK DAN RASIAL – Konsep ras dan kelompok etnik telah sejak lama menj adi suatu bagian penting dari perbendaharaan terminologi para sosiolog dan ilmuwan sosial lainnya. Ini disebabkan karena sekurang-kurangnya beberapa ratus tahun lalu, ras dan etnik merupakan faktor-faktor yang sangat mendasar bagi konstruksi sejumlah sistem stratifikasi. Bab ini akan membahas berbagai bentuk kehidupan sosial yang berstratifikasi yang dibangun sepanjang garis pembedaan ras dan etnik. Pembahasan ini mengungkapkan bagaimana sistem itu berasal dan mengalami transformasi, dan perhatian khusus akan diberikan kepada penyebab yang melandasi asal mula dan transformasi tersebut.

Sampai akhir-akhir ini, studi mengenai hubungan di antara kelompokkelompok ras dan etnik mengalami sejumlah rintangan yang sangat serius. Pendekatan lama cenderung bersifat ahistoris dan tidak mempunyai landasan komp aratif; kebanyakan studi berfokus pada masyarakat Amerika kontemporer. Penekanan diberikan kepada studi tentang prasangka — suatu sikap negatif para anggota suatu ras atau kelompok etnik terhadap ras atau etnik lainnya— dan gejala ini telah dilihat sebagai hasil dari sebagianbesar konfigurasi kepribadian tertentu. Kekuatan-kekuatan sosial yang lebih besar, khususnya kekuatan ekon omi, telah dikeluarkan dari pertimbangan atau dipandang sebagai mempunyai arti sekunder saja. Antagonisme ras dan etnik sering dilihat sebagai akibat dari motif-motif atau kebutuhan-kebutuhan psikologis yang tidak rasional atau yang jelek pada pihak beberapa individu; “pengobatan” terhadap antagonisme ini dipandang terletak pada perlu disingkirkannya motif-motif dan kebutuhan-kebutuhan demikian itu. Jenis pendekatan ini agaknya akan menghadapi jalan buntu dalam konteks intelektual, dan memang demikianlah yang terjadi. Kira-kira selama akhir tahun 1960-an, banyak ilmuwan sosial mulai melihat keterbatasan pendekatan-pendekatan lama itu. Banyak yang tak lagi berbicara mengenai “psikologi prasangka” dan mulai berbicara tentang kekuatan-kekuatan sosial dan ekonomi yang lebih besar yang menimbulkan pembedaan dan ketidaksamaan ras dan etnik dan membuat sebagian orang berprasangka. Sebagai tambahan, pengkajian tentang perbudakan di Selatan Amerika Serikat maupun diberbagai tempat telah hidup kembali. Perhatian banyak ilmuwan sosial secara perlahan-lahan mulai bergeser ke arah suatu pendekatan yang lebih historis dan komparatif di mana stratifikasi ras dan etnik dilihat sekedar sebagai suatu kasus khusus gejala kehidupan sosial yang lebih umum (van den Berghe, 1967). Sekarang ini banyak perhatian mulai diberikan kepada bagaimana stratifikasi ras dan ejnik itu timbul dari kekuatan ekonomi berskala besar yang menimbulkan oposisi di antara kelompok-kelompok, dan bagaimana kekuatan-kekuatan itu berfungsi untuk mempertahankan atau menghancurkan pola-pola stratifikasi ras dan etnik tertentu. Jenis pendekatan yang lebih baru telah menghasilkan pandangan ke depan yang jauh lebih luas bila dibandingkan dengan pendekatan-pendekatan lama.

Filed under : Bikers Pintar,