Politik perbandingan

Para kritikus ini mempertahankan bahwa fokus perbandingan memberikan satu-satunya cara untuk menjadi ilmu sosial murni. Dalam pandangan mereka ilmu politik berkaitan dengan membangun hukum-hukum universal atau ‘teori-teori barisan tengah’, yakni, generalisasi yang bisa memberikan penjelasan-penjelasan fenomena politik yang tepat dan teruji, kendati terikat-waktu. Dalam bentuknya yang paling sempit, lembaga-lembaga politik perbandingan telah berkembang menjadi suatu disiplin yang meliputi konstitusi, eksekutif, legislatif, dan yudikatif baik di dalam maupun di luar negara dengan sebuah pandangan untuk menjelaskan perbedaan-perbedaan dalam cara di mana persoalan-persoalan politik diproses dan diatasi. Kerja demikian bisa membahas permasalahan yang sempit seperti akibat-akibat dari birokrasi yang terdiri dari mereka yang memiliki pendidikan hukum yang berbeda dengan latar belakang pendidikan atau profesi lainnya atau masalah-masalah yang cakupannya lebih luas seperti pengaruh akibat pemisahan kekuasaan atau sistem pemerintah parlementer. Analisis juga meluas hingga perbandingan federasi, konsosiasi, militer, partai politik, sistem pemilihan, serta sistem representasi kepentingan. Dalam bentuknya yang lebih luas, analisis politik perbandingan, para ilmuwan politik menggunakan konsep umum yang tidak khusus-negara dan melakukan penyelidikan metode-metode positivis.

Analisis perbandingan politik berkembang sebagai bagian dari gerakan behavioris dalam ilmu- ilmu sosial yang mengritik sifat formalistik dan legalistik dari ilmu politik institusional tahun 1950-an dan 1960-an. Ia mencoba menguji dan menghitung proposisi tentang perilaku massa dan politik elite, dengan mengemukakan bahwa analisis-analisis konstitusional, legal dan formal acapkali mempunyai sedikit dukungan empiris yang substansial. Revolusi perilaku disertai dengan penelitian kuantitatif yang tepat tentang sistem pemilihan dan perilaku pemilihan, pemfungsian partai- partai politik dan sistem partai, peranan kelompok- kelompok kepentingan, dan pembuatan kebijakan umum, dengan penekanan pada kajian-kajian pembuatan keputusan. Antitesa antara ahli institusi formal dan ilmuwan politik kuantitatif sebagian besar telah diselesaikan para ilmuwan politik empiris modern biasanya menggunakan metode-metode dan pandangan-pandangan dari kedua pendekatan tersebut.

Perkawinan antara institusionalisme dan penggunaan teknik-teknik empiris modem (seperti penelitian survai dan pengujian statistik) mungkin yang paling bermanfaat adalah yang terungkap dalam pengujian generalisasi lintas-nasional. Buku Arend Lijphart (1984) Democracies: Patterns of Majoritarian and Consensual Government in Twenty One Democracies merupakan karya analisis politik perbandingan kontemporer, yang menunjukkan konsekuensi mendasar untuk memilih baik institusi majoritarian atau institusi politik kosensual dalam demokrasi. Kajian Rein Taagepeera dan Mathew Shugart (1989) Seats and Votes: The Effect and Determinants of Elec-toral System adalah contoh lain dari ilmu politik positivis yang tepat yang telah memformalkan dan memperbaiki pengetahuan kita mengenai kinerja sistem pemilihan, sementara itu teks Weaver dan Rockman (1993) yang diedit Do Institutions Matter? Menunjukkan kebangkitan kepentingan dalam menilai bagaimana persisnya institusi-institusi itu membentuk pembuatan kebijakan di negara-negara demokrasi.

Dua perbedaan besar dalam metode yeng digunakan oleh para ahli perbandingan dengan baik dipaparkan dalam kajian demokratisasi: satu mazhab pemikiran berusaha memberikan penjelasan prediktif global tentang demokratisasi atas dasar indeks-indeks sederhana perkembangan atau pembagian sumber-kekuasaan (misalnya Vanhanen 1990), sedangkan yang lain terlibat dalam investigasi sejarah perbandingan dari tingkatan kasus yang lebih terbatas untuk memberikan pandangan kaya yang multidimensi dan deskriptif tentang pola-pola demokratisasi (misalnya Moore 1966). Pembagian serupa dalam metode berlaku bagi murid-murid revolusi. Analisis politik perbandingan juga peduli untuk menjelaskan variasi dalam asal-usul dan akibat-akibat dari konflik etnis dan nasional serta cara-cara di mana mereka ditangani oleh negara ( lihat, misalnya Gurr 1993; Horowitz 1985; Lijphart 1977; McGarry dan O’Leary 1993).

Incoming search terms:

  • DEFINISI PERBANDINGAN POLITIK

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • DEFINISI PERBANDINGAN POLITIK