populism (populisme)

Populisme adalah salah satu istilah dalam kosa kata ilmu sosial yang paling tidak tepat. Fenomena politik yang dirujukkan padanya luar biasa beragamnya, dengan hubungan pengikat yang sedikit. Hanya ada satu ciri penyatu kalangan yang disebut populis, yakni retorika seruan pada “khalayak yang dipahami dalam berbagai pengertian. Namun, garis pemisah bisa ditarik antara dua keluarga populisme besar, yang masing-masing secara internal masih terbagi-bagi: populisme sebagai bentuk gerakan radikal berdasarkan atau berorientasi pada sentimen pedalaman, dan populisme sebagai gaya politik.

Populisme sebagai radikalisme pedalaman punya tiga varian, yang pada tingkat tertentu saling bertautan, tapi juga menunjukkan perbedaan yang tajam.

Pertama, ada gerakan-geralam petani radikal, dengan contoh kasus seperti Partai Rakyat Amerika Serikat pada 1890-an. Gerakan yang pengikutnya memakai lambang Populis ini tumbuh dari keluhan-keluhan ekonomi kaum petani di negara bagian wilayah barat dan selatan, dan pada suatu ketika tampaknya mengancam sistem dwi-partai AS. Kaum Populis dengan manifestonya yang berbunyi ‘Kami berusaha memulihkan pemerintahan Republik ke tangan “orang-orang biasa”.’ Mereka menuntut berbagai reformasi, termasuk inflasi moneter dengan memperbesar koinase dari perak.

Kedua, ada gerakan-gerakan intelektual radikal menuju ke sosialisme agraris dan meromantiskan kaum tani. Suatu fase abad kesembilan belas gerakan revolusi Rusia, ketika para intelektual yang tidak puas berusaha memprovokasi rakyat untuk melakukan revolusi. Pada puncak gerakan itu di tahun 1874, ribuan orang muda berkumpul di daerah pedalaman untuk mengajarkan ajaran sosialisme agraris. Mereka percaya bahwa karena pengolahan tanah komunal masih bisa bertahan di desa Rusia itu, sebuah masyarakat sosialis baru bisa dibangun di atas pondasi pedalaman di saat negara hancur. Ketika kaum tani itu ternyata tidak responsif, sebagian Narodniki beralih menjadi teroris.

Ketiga, ada gerakan-gerakan tani tingkat akar rumput yang spontan, yang bertujuan menguasai tanah dan merdeka dari dominasi elite. Memang tidak ada paradigma gerakan yang bisa berlaku untuk semua, tapi contoh-contoh bisa dimasukkan, seperti Zapatista dalam Revolusi Mexico dan partai tani Eropa Timur setelah Perang Dunia

Pertama. Gerakan-gerakan revolusi Dunia Ketiga dengan basis tani, seperti Maoisme, bisa dipandang sebagai fusi Marxisme dengan populisme. Populisme agraris sering dipandang sebagai ciri negara-negara berkembang, dan masuk akal bila dikaitkan dengan tekanan-tekanan terhadap modernisasi ekonomi dan sosial.

 

Populisme sebagai gaya politik mencakup berbagai fenomena yang beragam:

Pertama, kediktatoran populis meliputi kasus- kasus, di mana tokoh kharismatik punya daya tarik melebihi politisi konvensional, dan mendapat kekuasaan inkonstitusional dengan memberi masyarakat ‘makan dan hiburan’. Juan Peron, yang (dengan bantuan istrinya, Eva) membangun pengikut loyal di Argentina pada 1940-an, adalah contoh yang jelas.

Kedua, demokrasi populis adalah musuh representasi dan selalu berusaha mempertahankan sebanyak mungkin kekuasaan di tangan rakyat. Ciri institusionalnya yang khas adalah referendum untuk legislasi yang dihasilkan oleh Dewan Perwakilan inisiatif umum, di mana pemberi suara bisa meiangkaui majelis dan mengajukan undang-undang untuk ditentukan melalui pemungutan suara dalam referendum; dan lembaga recall, yakni wakil rakyat bisa dipaksa oleh konstituen mereka yang tidak puas untuk melak-sanakan pemilihan ekstra sebelum akhir masa tugas mereka. Sebagian kaum populis terpikat pada peluang yang ditawarkan oleh tekonologi modem agar pemberi suara bisa memberikan pendapat dengan segera mengenai masalah-masalah politik.

Ketiga, ‘populisme reaksioner’ menggambar-kan para politisi yang bermain-main dengan prasangka massa dalam negara-negara demokrasi untuk melawan pandangan-pandangan yang telah dianggap lebih cemerlang dari elite politik. Para politisi yang mendapat popularitas dengan mempermainkan permusuhan etnis atau pan dangan sayap kanan mengenai ketertiban umum, paling mudah dituding sebagai populisme dalam pengertian ini.

Yang terakhir, ‘populisme kaum politisi’ adalah poiitisi yang menghindari komintmen ideologis dan mengklaim berbicara atas nama rakyat secara keseluruhan, bukan untuk faksi tertentu, serta gaya partai “untuk semua orang” yang prinsipnya tidak banyak, kebijakannya luwes dan siap menerima semua pendatang.

Gaya-gaya politik populis ini bisa digabungkan, tapi tidak dengan sendirinya terjadi sekaligus. Begitu juga, kaum populis agraris bisa menggunakan gaya politik populis tertentu, sebagaimana dalam kasus Populis Amerika pada 1890- an.

Ketika digunakan untuk melukiskan suatu gaya politik, istilah populis biasanya bersifat celaan. Namun, seiring meluasnya demokrasi, peluang bagi populisme politik pun tumbuh, karena gaya politik ini bisa mengeksploitasi kesenjangan antara teori dan praktik demokrasi. Ada ketegangan tak terhindarkan antara demokrasi sebagai bentuk negara dan prinsip legitimasi demokrasi, yakni kedaulatan rakyat. Kaum populis menggalang dukungan melalui institusi-institusi demokrasi dan politisi dengan mendekati massa yang dianggap diwakilinya. Untuk melakukan itu, mereka memanfaatkan kerancuan makna kata “rakyat”. Di Inggris, ini bisa berarti kesatuan rakyat”, yakni negara secara keseluruhan, berhadapan dengan faksi-faksi yang bertikai rakyat umum” berhadapan dengan orang kaya dan kuat “rakyat biasa” berhadapan dengan politisi profesional “rakyat kita” berhadapan dengan orang asing atau minoritas etnis. Para politisi populis sering memanfaatkan kerancuan-kerancuan ini untuk memikat konstituen yang beragam secara simultan.

Karena politik populis cenderung pada gaya menghasut dan sering menggalang dukungan dengan mempermainkan permusuhan nasionalis-etnis, ada suatu pertalian dengan versi tertentu dari fasisme. Namun demikian, populisme politik bisa dibedakan dari fasisme dalam pengertian yang tegas, dengan ciri kurangnya komitmen ideologis.

Incoming search terms:

  • populis adalah
  • populisme
  • pengertian populis
  • populisme adalah
  • populis
  • arti populis
  • apa itu populisme
  • pengertian populisme
  • arti populisme
  • Definisi populis

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • populis adalah
  • populisme
  • pengertian populis
  • populisme adalah
  • populis
  • arti populis
  • apa itu populisme
  • pengertian populisme
  • arti populisme
  • Definisi populis