prediction and forecasting (prediksi dan ramalan)

Periode dan horizon waktu yang dipertimbangkan dalam hubungannya dengan cara ramalan khusus, mungkin saja jangka masa pendek (1 sampai 18 tahun), jangka menengah (6 bulan sampai 5 tahun) dan jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Proyeksi yang berjangka sangat lama (15-25 tahun) cenderung lebih digunakan dalam pembangunan infrastruktur fisik dan sosial negara, dan bagian dari proyeksi demografis, dan lebih merupakan perkiraan politis. Ada dua dasar pendekatan analisis bagi ramalan:

Metode pertama mencoba untuk memperlihatkan pola tanggapan dengan menghubungkan variabel yang diprediksi, seperti harga dan jumlah penjualan, pada variabel-variabel signifikan yang lain, seperti output (hasil, produksi), upah. variasi kurs dan barang-barang impor, yang diyakini para pembuat kebijakan mempunyai pengaruh besar pada tindak-tanduknya. Pendekatan ini bersandar pada pandangan mengenai faktor-faktor apa yang penting dan hubungan timbal balik antara faktor itu. Masalah utamanya adalah, kebanyakan variabel endogen dan eksogen dalam prakteknya bersifat independen. Langsung atau tak langsung, variabel-variabel tak bebas dan aneka variabel yang menjelaskan, saling bereaksi satu sama lain. Sebagai contoh, nilai bunga di Amerika Serikat mempengaruhi nilai bunga dan harga di Eropa, yang mengarah pada penyesuaian nilai tukar. Ini mempengaruhi aliran modal, yang pada gilirannya melakukan reaksi pada nilai bunga. Interaksi antara harga dan upah juga telah menimbulkan perselisihan sengit, mengenai sebab dan pengaruhnya. Pada tingkat tertentu, kesulitan seperti itu bisa ditangani (atau diakui pentingnya) dalam teknis mekanik yang dipilih. Gambaran lain yang sifatnya lebih psikologis, melibatkan ekspektasi yang dimotivasi oleh perasaan akan ketidakpastian politik dan kehati-hatian perorangan, adalah tidak mudah untuk diakomodasi dalam skema matematika.

Pendekatan kedua menghasilkan ramalan (forecasts) atas dasar pola dan kecenderungan sejarah. Cara itu mencoba mengukur dan merumuskan pengalaman agar bisa meramalkan kecenderungan masa depan dalam variabel-variabel kepentingan sosioekonomi (penghasilan, produksi, kejahatan, dan sebagainya). Panjangnya rangkaian waktu masa silam, jeda waktu dalam observasi dan keteraturannya, harus berhubungan dekat dengan horizon waktu yang dianggap penting. Hubungan itu jarang berbentuk garis lurus sederhana atau kuadrat dan akan pasti merefleksikan kombinasi antara kecenderungan (trend), perputaran, menurut musim dan gangguan kejutan acak.

Contoh khusus dari jenis pertama model ekonomi yang luas dan kompleks menyangkut proyeksi jangka pendek dan jangka menengah adalah model OECD (1979, 1982) dan INTERLINK. Ini mengadopsi secara relatif teknik-teknik sederhana untuk mencoba dan menaksir dampak internasional secara menyeluruh dari bermacam kebijakan di pelbagai negara. Sistem itu menghubungkan bersama sejumlah besar model-model negara individual melalui hubungan dagang internasional mereka. Meskipun spesifikasi model- model nasional berskala besar ini berbeda jauh, yang mereka gunakan adalah pendekatan Keynesian yang mendasar dan terutama berorientasi pada belanja. Mereka menamh perhatian besar pada dampak kebijakan pemerintah atas konsumsi, investasi, dan neraca pembayaran. Ini berarti meski sistem INTERLINK terutama memfokuskan diri pada makroekonomi yang luas yang diperlukan untuk membuat negara yang sekarang menggunakan model OECD dan proyeksi ekonomi secara keseluruhan, tapi masih tetap memakai dasar yang sama dari model-model nasional yang resmi. Nilai penting INTERLINK adalah sistem ini menggambarkan perhatian para pembuat kebijakan pada kenyataan bahwa kebijakan negara-negara lain punya pengaruh penting pada permintaan negara mereka sendiri dan tingkat aktivitas dalam ekonomi domestik. Dalam anggaran keuangan, suku bunga dan nilai tukar mata uang yang sangat saling berhubungan, isu-isu di atas sangat penting. Model itu juga mengingatkan pengaruh balik internasional seperti yang terjadi saat impor dari negara-negara tertentu (misalnya Inggris dan AS) dipengaruhi oleh produksi dan ekspor negara lain (misalnya Jepang), ini membawa pengaruh jelek pada hasil dan ekspor negara-negara importir (Inggris dan AS). Ini menyebabkan menurunnya pendapatan di negara-negara importir seperti halnya diskriminasi dalam kebijakan dagang, hingga penerimaan yang diperoleh dari barang-barang yang diproduksi oleh negara-negara pengekspor jadi berkurang dan produksi (di Jepang) terpangkas (tanpa ditemukannya pasar baru). Model-model nasional, meski canggih, jarang mengingatkan pada efek echo di mana gangguan ekonomi di mana saja dalam sistem internasional kemudian terkirim balik ke negar asalnya melalui berbagai variabel yang saling berhubungan.

Fluktuasi dalam aktivitas ekonomi terkait dengan ekspansi, penyusutan dan pemulihan dalam produksi dan ketenagakerjaan yang teratur terjadi di negara-negara industry, banyak faktor internal dan eksternal telah dimajukan bagi eksistensi perputaran itu. Apa pun alasannya, jelas kelihatan bahwa fluktuasi menyentuh pada rangkaian statistik: pendapatan, investasi, harga, konstruksi, nilai saham, dan lain-lain. Beberapa bagian dari rangkaian ini kelihatan beralih secara konsisten pada bulan-bulan tertentu sebelum mengumpulkan aktivitas ekonomi secara umum. Ini bukanlah kebetulan para pebisnis sendiri mencari aneka tanda untuk menuntun produksi saat ini, membuat harga dan strategi pemasaran, dan mereka bereaksi sesuai dengan yang mereka ramalkan.

Dalam area ramalan jangka pendek khususnya bidang yang cenderung mendominasi kebijakan resmi yang di tingkat nasional indikator-indikator penting melengkapi penggunaan model- model ramalan khusus. Itu tak terlalu banyak karena indikator semacam itu lebih akurat memprediksikan nilai variabel ekonomi, tapi karena mereka melakukan identifikasi lebih baik kapan dan di mana perubahan akan terjadi. Beberapa indikator penting merupakan pula cara ekonomis untuk memperoleh perspektif ekonomi keseluruhan dari data detail yang jumlahnya sangat banyak dan saling berhubungan. Indikator penting yang bagus merujuk pada variabel-variabel yang secara historis mempunyai hubungan kuat dan waktu yang stabil dengan titik balik agregasi ekonomi tertentu selama fase sebuah lingkaran bisnis. Indikator-indikator semacam itu lalu didisain untuk menyediakan estimasi yang sangat spesifik bagi tanggal terjadinya titik balik dalam lingkaran khusus.

Sistem indikator penting biasanya dibangun sekitar agregasi basics ekonomi, seperti produk domestik bruto (GDP) atau total produksi industri.

Rangkaian ekonomi lainnya lalu diklasifikasikan apakah itu termasuk penting, atau kebetulan, atau kurang dihargai. Di antara indikator penting adalah harga di pasar saham, suku bunga (investasi dan kredit), inventaris dan pemesanan (penjualan), pekerjaan lembur dan waktu singkat (penyesuaian tenaga kerja) dan suplai uang. Secara konseptual, variabel semacam itu harus memuaskan syarat pembenaran beberapa teori bagi hubungan yang sedang diamati. Pada saat lebih banyak bukti dikumpulkan dan mata rantai itu tampak lebih suara, kepercayaan pada indikator tertentu bertambah dan beberapa rangkaian dapat lebih disaring menjadi peramal .

Incoming search terms:

  • pengertian prediksi
  • pengertian ramalan

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian prediksi
  • pengertian ramalan