privacy (privasi)

Privasi sebagai sebuah nilai sering dianggap sebagai perkembangan modern yang penting, muncul dari penulis masa liberalisme abad ke-I9, seperti J.S. Mill (1971 [1874]). Pada masa klasik, private diasosiasikan dengan penarikan dari yang publik, dan karenanya merugikan, sementara arena publik itu ditegaskan oleh nilai-nilai positif dan merupakan ruang sosial yang mendapat kebebasan.Proses modernisasi telah membalik penilaian moral ini, di mana daerah publik sering dianggap sebagai artifisial, dan berlawanan dengan kebebasan dalam wilayah domestik. Rumah adalah istana pribadi, di mana laki-laki menikmati keuntungan dari kerja di luar keluarga. Kontras budaya ini yang menyamakan ruang publik dengan kebutuhan dan dunia pribadi, dari perspektif seorang feminis, hanya merupakan karakteristik lelaki. Private punya konotasi negatif sangat iuas, sedangkan dalam masyarakat kontemporer private secara khusus dihubungkan dengan hak istimewa (Williams 1976), seperti dalam ‘milik pribadi atau klub pribadi’. Eksistensi privasi sebagai sebuah standar moral mensyaratkan tak hanya pemisahan institusional yang jelas antara wilayah publik dan wilayah pribadi, tapi juga sebuah sistem keyakinan yang menekankan pen-tingnya pribadi bagi pengembangan dan perlindungan individualitas. Dua kondisi ini yang berkembang diabad ke-19 dengan pemisahan keluarga dari ekonomi, menempatkan wanita dan anak-anak ke ruang yang bercirikan kekariban dan pingitan, dan dengan maraknya doktrin kebebasan individu dalam oposisinya terhadap negara. Seperti halnya doktrin individualisme, ‘privasi’ punya peran kritis dan oposisional (melawan) sebagai kritik atas standarisasi. Meski privasi dan pribadi (private) terletak kuat dalam proses industrialisasi di abad ke-I9, keduanya punya preseden sebelumnya.Misalnya. Reformasi Protestan di abad ke-16, dengan menekankan pada pentingnya kesadaran pribadi dalam urusan kebenaran doktrinal, memisahkan individu dari otoritas lembaga gereja. Revolusi dalam kesadaran pribadi itu (Hepworth and Turner 1982) bisa ditelusuri kembali melalui lembaga pengakuan sampai ke buku pedoman penyesalan abad ke-13. Indikasi lain tumbuhnya privasi sebagai standar moral adalah munculnya otobiografi sebagai bentuk dominan ekspresi sastra pada tahun 1800-an. Titik balik penting dalam perkembangan ini adalah mundurnya Michel Eyquem de Montaigne dari jabatan publik pada 1570 dan penerbitan karyanya yang berjudul Essays de Montaigne yang mempertunjukkan perasaan modern tentang seluk-beluk sisi dalam pribadi seseorang (Weintraub 1978). Dari perspektif sosiologis, evolusi privasi merupakan bagian dari perkembangan kompleks dari individualisme, subyektivi- tas dan refleksi diri.

Meskipun penilaian terhadap privasi di abad ke-19 ada perintisnya, pandangan liberal atas kehidupan pribadi yang khusus dalam privasi itu, menjadi hal ganjil dari kegelisahan. Dunia private tiba-tiba terancam oleh agen-agen sosial yang sangat kuat: meluasnya kekuasaan negara, ancaman demokrasi massa, pengawasan terhadap individu di sekolah, pabrik dan rumah sakit, bertambahnya dokumentasi individual oleh birokrasi, dan profesionalisasi polisi dan aneka pekerjaan penjagaan lainnya. Pada masa kejayaan liberalisme, Alexis de Tocqueville (1947) mencatat bahaya bagi kebebasan pribadi, yang merupakan konsekuensi yang tak diharapkan dari politik massa. Dalam sosiologi. Max Weber(1930) melihat kapitalisme sebagai sangkar besi, yang mana, melalui ‘rasionalisasi’, akan menempatkan manusia di bawah sistem baru dominasi publik dan mereduksi individu hanya menjadi tenaga penggerak belaka dari mesin itu. Michel Foucault (1977) [19751) dan Jacques Donzelot (1977) telah mengkonsepsikan masyarakat modern sebagai sebuah jaringan ‘disiplin’ yang menjaga ketertiban individu dari ayunan sampai ke kuburan: masyarakat, dalam pandangan ini, merupakan sistem pengawasan. Di dalam analisis ini, masyarakat modern berlawanan secara fundamental. Sistem kapitalis menuntut individualisme karena konsumsi barang bergantung pada hedonisme pribadi, yang dirangsang oleh iklan komersial. Pada saat yang sama. ini menghasilkan individuasi, yaitu standarisasi orang-orang untuk pajak, registrasi dan pengawasan. Dalam pertentangan antara individualisme pribadi dan individuasi publik ini, individualitas pribadi terkurangi secara progresif dalam sebuah masyarakat yang dikelola. Pertumbuhan teknologi komputer dan sistem penyimpanan serta memperoleh informasi kembali, memperkuat proses pengurangan privasi warga negara oleh domain (wilayah) publik.

Dari perspektif yang berbeda, privasi sendiri diperlakukan sebagai sebagai sebuah ideologi masyarakat kapitalis, khususnya ditegaskan oleh teori milik pribadi dari John Locke (Locke, 1960). Gagasan private individual merupakan fakta ideologi kaum borjuis yang melegitimasi milik pribadi melalui doktrin hak-hak individu. Privasi dilihat terutama sebagai keyakinan konservatif.

Hubungan antara keyakinan dan struktur sosial, bagaimanapun lebih kompleks dari pandangan ini. ‘Privatisme Civil’ sebagian dikurangi oleh perkembangan masyarakat yang kompleks, karena kehidupan kota menuntut infrastruktur sosial (kesehatan, transportasi, pendidikan, sistem komunikasi dan hiburan), yang kebanyakan disediakan oleh negara. Dalam bahasa sosiologi kota kaum Marxis, terdapat pertumbuhan tetap konsumsi bersama dari fasilitas urban di atas pemberian pribadi. Imej normatif tentang pribadi Robinson Crusoe menjadi kuno karena perkembangan masyarakat kapitalis. Bagaimanapun, dalam komunisme Eropa Timur, privasi telah diserang oleh pemerintah sosialis sebagai hal berbahaya dan subversif. Kritik sosialisme negara dan sentralisasi politik sering mencakup nilai-nilai privasi borjuis sebagai alternatif bagi nilai-nilai kolektif sistem partai (Szelenyi 1988). Analisa historis dan sosiologis terhadap hubungan antara ruang pribadi dan ruang publik secara signifikan dipengaruhi oleh karya J. Habermas (1989 [1962]), The Structural Transformation of the Public Sphere, di mana ia berpandangan bahwa ekspansi negara telah merusak pembagian pribadi dan publik. Perdebatan politik yang sesungguhnya dalam masyarakat politik telah dirusak oleh industri public relations (humas).

Incoming search terms:

  • arti privacy
  • arti privasi
  • pengertian privasi

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti privacy
  • arti privasi
  • pengertian privasi