Advertisement

Psikologi Gestalt

Psikologi Gestalt bermula di Jerman pada tahun 1912. Istilahnya diperkenalkan pertama kali oleh Ch. von Ehrenfels (1859 — 1932). Para pendukung paling terkemuka ialah M. Wertheimer (1880 — 1944), W. Koehler (1887 – 1967) dan K. Koffka (1886 – 1941).

Advertisement

Secara filosofis, Psikologi Gestalt didasarkan pada gagasan Husserl dan Mach. Berbeda dengan psikologi asosiasionistis, bagi Psikologi Gestalt, yang primer dan dasar dalam kegiatan pikiran bukanlah pencerapan melainkan “keseluruhan terpadu”, yang membentuk struktur-struktur psikis. Pembentukannya, menurut Psikologi Gestalt, tunduk pada kemampuan psikis intrinsik dari individu- individu untuk menciptakan figur-figur yang sederhana, simetris dan tertutup. Teori ini mengandaikan isolasi individu dari lingkungannya dan kegiatan-kegiatannya yang praktis. Pada akhirnya, orang yang menganut teori ini menganggap keseluruhan struktur psikis berasal dari “hukum-hukum” subyektif imanen. Ini menghantar mereka ke idealisme. Kemudian, ide-ide dari Psikologi Gestalt (khususnya konsep “Gestalt”) diterapkan pada gejala- gejala fisik, fisiologis, dan bahkan ekonomis. Secara teoretis, Psikologi Gestalt disangkal oleh Pavlov dan banyak psikolog materialis lainnya (L.S. Vygotsky dan lain-lain).

Advertisement