ARTI SISTEM ANTAR NEGARA (INTERSTATE)

24 views

ARTI SISTEM ANTAR NEGARA (INTERSTATE) – Suatu karakteristik yang fundamental daripada sistem-dunia kapitalis sejak awal eksistensinya ialah karakternya yang terdesentralisasi secara politis. Sistem kapitalis selalu terdiri atas sejumlah besar negara yang bersaing dan bertentangan, suatu bentuk organisasi politik yang dikenal sebagai sistem antar-negara (Wallerstein, 1947, b; Chase-Dunn, 1989). Tak satu negara pun yang berhasil dalam mencapai tingkat kontrol politik atas semua negara lainnya yang dapat dihasilkan oleh suatu kerajaan dunia. Memang terdapat berbagai usaha ke arah pembentukan kerajaan-dunia demikian terutama oleh Hapsburg dalam abad xvi dan xvii, oleh Perancis Napoleon pada awal abad xviii, dan oleh Jerman pada abad xx (Chase Dunn, 1989a) — tapi setiap usaha itu gagal. Agaknya bahwa logika kapitalisme sebagai suatu sistem ekonomi membuat sangat sulit bagi terbentuknya suatu kerajaan-dunia. Segera suatu negara mulai mengikuti suatu jalur yang diharapkan akan membawanya kepada dominasi politik dunia, negara-negara lainnya mulai memboronginya agar mencegah terjadinya peristiwa demikian. Jadi sistem ekonomi kapitalis dan antar-negara jalan bergandengan tangan. Memang, kalau saja sistemdunia kapitalis pernah kalah terhadap dominasi imperial-dunia, tidak diragukan kasus yang pada dasarnya bersifat kapitalis tentu sudah terdisintegrasi (Wallerstein, 1974a, b; Chase-Dunn, 1989a). Banyak kontroversi telah timbul mengenai apakah ekonomi-dunia kapitalis dan sistem antar-negara telah terbaur menjadi satu sebagai bagian dari satu realitas tunggal, atau apakah sistem antar-negara adalah suatu realitas otonom secara substansial dalam dirinya sendiri. Para penganut Weber melihat sistem antar-negara sebagian besar adalah otonom (Skocpol, 1977; Zolberg, 1981). Mereka percaya bahwa kapitalisme dan sistem antar negara saling terjalin, tetapi bahwa sistem politik dunia harus dipelajari sebagai suatu realitas dalam dirinya. Negara-negara adalah pelaku-pelaku di dalam suatu tertib politik dunia di mana tujuan-tujuan politik dan militer tak dapat dipahami hanya dalam hubungan dengan kepentingan-kepentingan ekonomi kapitalis. Tidak diragukan terdapat sejumlah kebenaran di dalam pernyataan ini, tetapi posisi yang digunakan di dalam buku ini ialah bahwa tujuan-tujuan politik dan militer negara-negara kapitalis tak dapat secara serius menyimpang dari kepentingan ekonomi kapitalis yang membentuk konteks di mana negaranegara itu beroperasi. Menurut kata-kata Chase-Dunn (1989a), hanya terdapat “satu logika” di dalam sistem-dunia kapitalis, suatu logika tunggal di mana ekonomi dan politik pada dasarnya tak dapat dipisahkan. Kekuatan pendorong di balik logika ini, tentunya, ialah kekuatan akumulasi modal yang tak henti-hentinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *