ARTI SISTEM PERBUDAKAN PERKEBUNAN DI DUNIA BARU ADALAH – adalah suatu bentuk organisasi dan kontrol kerja di mana beberapa orang secara legal memiliki dan menguasai selama hidup sekelompok manusia yang dipaksa bekerja untuk mereka, dan yang pada umumnya kehilangan semua atau sebagian besar kebebasan atau hak-hak politiknya. Perbudakan telah ada dalam berbagai bentuk di berbagai masyarakat dalam sejarah. Sebagai contoh, perbudakan merupakan suatu bentuk organisasi kerja utama di Yunani dan Romawi Kuno. Akan tetapi, perbudakan tidakbersumber pada ras. Jenis perbudakan yang menjadi perhatian kita di sini, erat hubungannya dengan ras, karena sebagian besar budak itu adalah pria dan wanita berkulit hitam yang diambil dari Afrika. Kita dapat menyebut perbudakan jenis ini sebagai perbudakan perkebunan, karena budak-budak itu dipekerjakan pada perkebunan-perkebunanbesar yang memproduksi uang kontan bagi pasar ekonomi dunia. Bukanlah suatu kebetulan bahwa sistem perbudakan perkebunan itu timbul berkaitan dengan perkembangan dini ekonomi-dunia kapitalis. Seba-gaimana dikemukakan oleh Immanuel Wallerstein (1974a:88), perbudakan “adalah terutama suatu lembaga kapitalis, yang bertalian dengan tahap praindustri dini suatu ekonomi-dunia kapitalis”. Perbudakan di perkebunan Dunia Baru timbul sebagai suatu cara organisasi kerja yang mendasar yang dimaksudkan untuk memproduksi barang yang dapat dijual di pasar ekonomi dunia untuk memperoleh laba. Sejak awal, perbudakan adalah suatu lembaga ekonomi. Sementara perbudakan itu adalah juga suatu lembaga sosial dan politik — suatu cara hidup para tuan dan budak — yang pada mulanya dan terutama terbentuk atas alasan-alasan ekonomi. Tetapi mengapa perbudakan itu dijadikan dasar bagi sektor-sektor tertentu ekonomi kapitalis masa dini? Mengapa bukan sistem kerja lainnya, misalnya perhambaan (serfdoni) atau tenaga kerja upah? Wallerstein (1974a) menandaskan bahwa perbudakan adalah suatu ‘sistem kontrol yang sangat menguntungkan dalam kondisi pertanian perkebunan berskala besar di mana uang kontan dihasilkan untuk suatu pasar yang luas. Karena itu perbudakan adalah pilihan kerja nasional bagi para pengusaha kapitalis masa lalu yang mengejar produksi pertanian berskala besar untuk memperoleh laba dari negeri-negeri yang jauh.

Sistem perbudakan perkebunan utama telah dikembangkan di berbagai daerah Dunia Baru. Diperkirakan bahwa kira-kira 9,5 juta orang Afrika telah diimpor sebagai budak ke Du,nia Baru melalui perdagangan budak Atlantik (Fogel dan Engerman, 1974). Konsumen terbesar dalam perdagangan budak adalah Brazil, yang mengambil 38 persen dari totalnya. Karibia Inggris, Karibia Perancis, dan Amerika Spanyol masing-masing mengambil 17 persen, dan Amerika Serikat dan Belanda, Denmark, dan Karibia Swedia, masing-masing mengambil 6 persen (Fogel dan Engerman, 1974).

Banyak bangsa Eropa yang terlibat dalam perdagangan budak dan membentuk masyarakat-masyarakat perkebunan di Dunia Baru. Portugal imnetapkan Brazil sebagai masyarakatbudak yang utama. Spanyol memb entuk perbudakan di Meksiko dan di berbagai bagian Amerika Selatan, dan kemudian, membentuk suatu masyarakat budak yang besar di Kuba dalam abad xix. Inggris memiliki Hindia Barat Inggris (terutama Barbados dan Jamaika) dan, tentu saja, Amerika Serikat sampai kemerdekaannya. Perancis memiliki Hindia Barat Perancis, yang terutama terdiri dari St. Domingue (sekarang Haiti) dan Martinique. Malah Belanda dan Denmark terlibat, di mana Belanda membentuk suatu masyarakat budak kecil di Guinea Belanda (sekarang Suriname) dan Denmark mempunyai satu masyarakat budak kecil di pulau St. Croix. Tanaman uang kontan yang besar yang dihasilkan oleh sistem budak Dunia Baru adalah gula, suatu barang dagangan yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang Eropa untuk memaniskan kopi mereka. Brazil, Hindia Barat Inggris dan Perancis, dan Kuba adalah produsen gula terbesar. Sejumlah produk lainnya telah dihasilkan untuk pasar oleh perbudakan perkebunan, diantaranya kopi, coklat, indigo, rami dan padi (Fogel dan Engerman, 1974). Tentu saja , kapas adalah produk utama perbudakan di Amerika Serikat, tetapi tidak menjadi penting sampai sesudah awal abad xix. Perlu pula disebut bahwa tidak semua budak dipekerjakan dalam pertanian perkebunan; sebagai tambahan ada pula yang dipekerjakan sebagai pelayan rumah tangga, atau di pertambangan, khususnya di Amerika, Spanyol dan Brazil.

Filed under : Bikers Pintar,