SKEPTISISME KANT

Skeptisisme Kant mewakili titik tengah antara skeptisisme ekstrem dan dogmatisme komplit. Kant skeptis terhadap pernyataan-pernyataan metafisik spekulatif mengenai pengetahuan tentang realitas yang benar, realitas sebagaimana ada dalam dirinya sendiri. Namun demikian ada suatu jenis pengetahuan spesifik universal maupun niscaya. Pengetahuan seperti itu berkaitan dengan kondisi-kondisi yang harus dipenuhi proses pengalaman manapun sebelum ia dapat dikenal sebagai pengalaman. Kondisi-kondisi ini merupakan kondisi-kondisi bagi semua pengalaman yang mungkin.

Beberapa pokok utama dalam skeptisisme Kant:

1. Pengetahuan dimulai dalam pengalaman (dalam proses mengalami) tetapi (a) pengetahuan tidak dapat direduksi pada pengalaman dan (b) pengetahuan tidak datang secara langsung dari pengalaman (murni). Pengetahuan datang dari penstrukturan pengalaman yang terkandung dalam proses mengalami.

2. Ruang dan waktu merupakan intuisi-intuisi (struktur-struktur, bentuk-bentuk) niscaya semua pengalaman yang mungkin. Tidak ada pengalaman yang mungkin tanpa diilhami atau distruktur oleh intuisi-intuisi ruang dan waktu.

3. Kategori-kategori adalah kondisi-kondisi niscaya dan universal untuk memiliki pengetahuan mana pun juga tentang apa yang kita alami.

4. Ruang dan waktu dan kategori-kategori (termasuk bentuk- bentuk logis untuk membuat penyimpulan-penyimpulan dan putusan-putusan) merupakan modus-modus di mana apa yang datang dari dunia sekitar kita harus dibentuk agar muncul pengalaman. Dunia tidak dapat dialami kecuali dalam modus- modus ini.

5. Berkat analisis transendental kita dapat menyingkapkan kondisi- kondisi universal, niscaya dan bawaan yang melekat pada seluruh pengalaman dan pada seluruh pengetahuan. (Tetapi kita tidak pernah dapat mengetahui apakah realitas dalam dirinya sendiri ada dalam ruang dan waktu atau tidak atau bekerja menurut kategori-kategori pengertian kita ini.)

6. Pengetahuan yang diperoleh dari analisis transendental tidak dapat memberikan kita pengetahuan lebih lanjut a) tentang alam mana pun yang mengatasi pengalaman-pengalaman kita yang aktual atau yang mungkin (seperti pengetahuan alam adikodrati atau tentang identitas diri sumber persepsi dan pengetahuan kita, atau tentang realitas yang berbeda dari dunia fenomenal), atau b) tentang isi spesifik mana pun dari pengalaman.

7. Pengetahuan metafisik spekulatif yang melampaui batas-batas semua pengalaman yang mungkin tidak dapat dimiliki karena tidak ada metode a) untuk menentukan bagaimana kondisi- kondisi pengalaman kita dapat diterapkan dan b) untuk menentukan kondisi-kondisi mana yang dapat diterapkan dan mana yang tidak.