military sociology (sosiologi militer)

Sosiologi militer terutama menyoroti angkatan bersenjata sebagai suatu organisasi bertipe khusus dengan fungsi-fungsi sosial spesifik. Fungsi- fungsi ini berangkat dari tujuan organisasi, katakanlah, keamanan, dan dari sarana-sarana organisasional, kekuatan atau kekerasan. Persoalan-persoalan ini telah menjadi subyek diskusi selama beberapa abad dan dianalisis oleh para sosiolog perintis seperti Comte dan Spencer. Namun, sosiologi militer yang bersifat empiris dan teoretis baru dimulai selama Perang Dunia U. Studi-studi awal dilakukan oleh Research Branch of the Information and Education Division of the Armed Forces antara tahun 1942-45, dan kemudian dipublikasikan (Stouffer et al, 1949). Disiplin ini terus berkembang pesat dan menonjol di AS, kendati terdapat berbagai institusi untuk riset sosiologi militer di negara-negara lain.

 

Ada lima bidang utama dalam riset

Problem-problem organisasional internal dalam kehidupan militer sehari-hari

Berbagai proses dalam kelompok kecil dan ritual militer dianalisis dengan tujuan untuk meng-identifikasi problem-problem disiplin dan motivasi, dan juga untuk menguraikan cara-cara subkultur militer dibentuk.

Problem-problem organisasional internal dalam pertempuran

Berbagai kajian dalam bidang ini memfokuskan pada kriteria penyeleksian para pemimpin militer. termasuk dalam jajaran pangkat yang lebih rendah dan mengevaluasi motivasi pertempuran.

Angkatan bersenjata dan masyarakat

Para ahli sosiologi militer tertarik pada citra profesi yang berkaitan dengan dampak perubahan sosial dan teknologi, profil rekrutmen angkatan bersenjata, struktur pertahanan yang lebih luas, problem-problem peiauhan dan pendidikan tentara, dan yang paiing baru peran wanita dalam angkatan bersenjata.

Analisis mengena angkata bersenjata di negara-negara sosialis menunjukkan perimbangan politik antara militer dan partai. Sebaliknya, berbagai kajian tentang militer di negara-negara sedang berkembang menyoroti berbagai sebab dan konsekuensi dari kudeta militer, dengan kemampuan angkatan bersenjata untuk memberikan sumbangan pada pembangunan, dan dengan ‘Praetorianisme’ sebagai bentuk yang biasanya diterapkan oleh militarisme di negara-negara kurang berkembang.

 

Angkatan bersenjata dalam sistem internasional

Kajian-kajian ini menyoroti aspek-aspek keamanan nasional dan internasional, beserta alat-alat perang dan pengendalian alat-alat perang, dengan berbagai operasi pemeliharaan perdamaian internasional. Sosiologi yang tepat mengenai perang hanya ada dalam bentuk yang bersifat elementer (rudimentary).

Survei singkat ini mengindikasikan dengan jelas mengenai sifat interdisipliner dari bidang ini. Sosiologi militer juga menempati posisi yang khusus karena meluasnya sasaran berorientasi terapan, dengan pandangan-pandangan konservatif mengenai klien utamanya, angkatan ber-senjata. Masalah tersebut jarang diajarkan di jurusan sosiologi universitas dan kebanyakan riset terkonsentrasi pada institusi-institusi ekstra universitas, seringkali dalam lingkungan angkatan bersenjata. Meski begitu, kajian-kajian terbaik dalam bidang ini telah menggali situasi tarik-menarik antara komitmen akademis dan liberal ini dan penerapan riset tersebut. Kajian-kajian yang bisa menjadi contoh adalah Andreski (1954), Finer (1962). Huntington (1957), Janowitz (1960) dan Moskos (1970).

Persoalan-persoalan penting untuk riset dalam waktu dekat berkaitan dengan problem organisasi militer yang paling urgen. Beberapa problem ini di antaranya adalah berbagai konsekuensi perkembangan teknologi mutakhir dan perubahan-perubahan dalam pandangan sipil mengenai fungsi- fungsi muiter di negara-negara industri setelah berakhirnya konflik barat-timur, serta makin meningkatnya arti penting kekerasan militer dan paramiiiter. terutama di negara-negara sedang berkembang.

Incoming search terms:

  • sosiologi militer
  • pengertian sosiologi militer

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • sosiologi militer
  • pengertian sosiologi militer