ARTI SUMBER-SUMBER HISTORIS KEDIKTATORAN TOTALITER – Meskipun terdapat kadar penetrasi pertanian komersial selama perte-rtgahan akhir abad xix, sistem pertanian Rusia pada permulan abad xx masih lebih banyak dikarakteristikkan oleh hubungan ekonomi feodal yang sangat eksploitatif (P. Anderson, 1974b). Pada waktu yang sama, suatu tingkat produksi kapitalis industri telah mulai mengkarakteristikkan kota-kota. Industrialisasi pada umumnya membawa serta kondisi-kondisi yang sama yang telah timbul lebih dini di Eropa Barat: eksploitasi kelas pekerja pabrik urban. Kombinasi kedua faktor itu — kaum tani yang ditindas dan proletariat urban — menimbulkan suatu situasi yang sangat eksplosif pada permulaan abad xx. Hasil akhir daripada situasi ini, tentu saja, adalah revolusi Bolshevik, suatu revolusi melawan negara Tsaris oleh kekuatan kaum tani dan proletar.

Adalah penting untuk melihat bahwa revolusi itu bukan melawan negara kapitalis tetapi melawan suatu monarkhi absolut yang despotik yang mendukung suatu kelompokbangsawan pemilik tanah yang besar (P.Anderson, -1974b). Revolusi Bolshevik itu, seperti juga revolusi Perancis sebelum itu, berhasil dalam menghalau kaum bangsawan. Namun tidak seperti Revolusi Perancis, Revolusi Bolshevik tidak menempatkan dominasi suatu kelas kapitalis yang akan meratakan jalan bagi demokrasi parlementer. Melainkan, Revolusi Bolshevik itu adalah suatu revolusi sosialis yang konsekuensi akhirnya adalah cukup beda dari beberapa tujuan utamanya. Daripada menghancurkan kekuasaan despotik negara dan menciptakan demokrasi politik dan sosial umum, revolusi itu telah membawa suatu jenis negara despotik yang baru: suatu negara industri totaliter yang bertumpu pada monopoli ekonomi oleh negara (Djilas, 1957; Wittfogel, 1957). Jika ada satu faktor yang ternyata penting di dalam memimpin Rusia pasca-revolusi menjauh dari demokrasi, maka faktor itu ialah tidak adanya suatu kapitalisme pribumi yang kuat pada waktu revolusi. Milovan Djilas menjelaskan (1957: 19-20); Seluruh apa yang disebut revolusi borjuis (yakni kapitalis) akan berakhir dalam demokrasi politik. Itu dapat dimengerti. Tugas mereka terutama adalah untuk menghancurkan sistem politik despotik lama, dan memungkinkan diben-tuknya hubungan-hubungan politik yang seharusnya cukup untuk kebutuhan ekonomi dan kebutuhan lainnya yang sudah ada, khususnya kebutuhan yang menyangkut produksi barang bebas. Kasus ini seluruhnya berbeda dari revolusi-revolusi komunis kontemporer. Revolusi-revolusi itu tidak terjadi karena hubungan-hubungan baru (katakanlah sosialis) telah ada dalam ekonomi, atau karena kapitalisme telah “berkembang terlalu maju”. Sebaliknya, revolusi-revolusi itu tidak terjadi karena kapitalisme tidak sepenuhnya berkembang dan karena kapitalisme tidak mampu untuk melakukan transformasi negara industri itu. Di Perancis kapitalisme sudah ada dalam ekonomi, dalam hubungan-hu-bungan sosial, dan malah dalam kesadaran umum sebelum mulainya revolusi. Kasus itu sulit dapat diperbandingkan dengan sosialisme di Rusia, Cina, atau Yugoslavia.

Filed under : Bikers Pintar,