TANGGUNG JAWAB

Inggris: responsibility, dari Latin respomum (jawaban).

Konsep tanggung jawab berdasarkan ide-ide sebagai berikut:

1. Kewajiban. Terdapat tindakan-tindakan yang harus dan dapat dijalankan oleh suatu makhluk rasional.

2. Liabilitas/imputabilitas (kemungkinan untuk digugat). Kelalaian seseorang terhadap tindakan-tindakan ini dapat dikenakan hukuman.

3. Ketaatan seseorang terhadap tindakan-tindakan ini berkaitan dengan ganjaran (penghargaan, pujian).

Ketiga ide di atas didasarkan pada pandangan bahwa a) motif-motif manusia merupakan sebab perilaku; b) motif- motif itu dapat dikondisikan (dikontrol, dipengaruhi, disesuaikan) oleh hal-hal seperti: ganjaran dan hukuman; dan mungkin c) motif-motil ini harus dan layak dikondisikan.

Hubungan dengan Kehendak Bebas

Tanggung jawab adalah konsekuensi niscaya dari kehendak bebas manusia dan imputabilitas (ketergugatan) yang berlandaskan kehendak bebas. Karena inputabilitas ini, pribadi moral selaku se¬bab penentu perbuatannya yang baik dan jahat, harus memberikan jawaban terhadap perbuatan itu di hadapan suara hatinya sendiri; di hadapan penilaian (putusan) moral orang-orang lain; dan khu¬susnya di hadapan penilaian ilahi. Dia juga harus menerima konsekuensi dari tindakannya yang tidak bisa dielakkan. Yang memikul tanggung jawab adalah pribadi yang mampu bertindak secara moral. Objek tanggung jawab ialah tindakan yang sungguh- sungguh manusiawi yang bertolak dari bagian manusia yang rohani melalui kehendak bebas.

Reaksi spontan dari keinginan-keinginan sensual (marah, nik¬mat) sebagaimana adanya tidak bebas begitu saja. Melainkan, reaksi itu dapat dipengaruhi oleh kehendak bebas. Orientasi asasi dari kehendak kepada kebaikan pada umumnya dan kepada kebahagiaan pada khususnya sesungguhnya sukarela (voluntary) (karena orientasi itu bertolak dari kehendak). Yang bebas hanyalah arah dari perjuangan dasar ini kepada tujuan-tujuan yang khusus dan terbatas. Sedemikian bebas sehingga juga dapat mengabaikan tujuan-tujuan tersebut. Tetapi pribadi bertanggung jawab atas tindakan-tindakannya hanya apabila dia mempunyai pengetahuan moral yang mencukupi dan manakala kehendak bebas yang ia miliki tidak dirusak oleh kekuatan yng tidak dapat ditolak atau oleh tekanan untuk mengambil keputusan yang cepat. Gangguan- gangguan mental yang beraneka macam juga menghilangkan imputabilitas dan tanggung jawab. Martabat pribadi insani tersingkap nyata dalam tanggung jawab pribadi.