ARTI TEKA-TEKI NASIONALISME ADALAH – Salah satu masalah intelektual yang paling tegar dalarn ilmu sosial modern lalah masalah nasionalisme. Nasionalism.e dalam dunia modern meliputi identifikasi yang kuat pada diri individu-individu dengan negara-bangsanya, perayaan yang dilakukan oleh para pemimpin dan rakyat biasa negara itu atas kebajikan yang dipandang terkandung dalam negara-bangsa. Siapa yang dapat menyangkal arti penting luar biasa nasionalisnie zaman kita ini? Olahraga modern memberi suatu petunjuk yang paling baik mengenai fenomena ini. Sebeluill dimulainya pertandingan baseball di Amerika Serikat, “The Star-Spangled Banner” selalu dinyanyikan. Hal yang sama juga terjadi sebeltin-1 pertandingan selain itu juga “O Canada” dinywyikan karena ada banyak pelnain orang Canada. Pertandingan sepak bola internasional di Eropa dan Amerika Latin sering melibatkan kekerasan yan.g Inengadu para pendukung satu bangsa melawan bangsa lainnya. Dan ketika pertanclingan Olimpiade dirlak.sarulkan, sentimen nasionalisme para pendukung dart penyiar olahraga jelas memberi kontribusi kepada atletik Mengapa nasionalisme merupakan suatu ciri dunia rnodern yang penting? Ada sejurnlah teori yang berupaya untuk merijelaskarmya (cf. Breuilly, 1985:18-35), dan terlalu banyak untuk diungkapkan di sini. Akan tetapi, Anthony Smith (1986) telah mengemukakan suatu dikhotomi dalam cara berpikir yang berguna mengenai bagaimana berbagai sarjana mertanggulangi masalah ini. Srnith membedakan antara kaum rnodernis dan kaum primordialis. Ka urn. modernis memandang bahwa nasionalisme adalah procluk clunia modern yang unik yang tidak mempunyai paralelnya yartg sesm-iggulinya olalam masyarakat-masyarakat masa lalu. Nasionalisme belum muncul sebelum abad xv dan xvi, dan belum berkemban.g baik dan belum terkristalisasi sarnpai abad xviii. Sebagaimarta yang diharapkan, kaum modernis mempurtyai beberapa ketidaksepakatan yang flu-idamental antara yang satu dertgan yang, lainnya mengenai apa setepatnya yang menyebabkan timbulnya na-sionalisme modern. Kaum 1Vlarxis rnewakill salah satu sayap kemah kaum modernis. Marx sendiri, pada umumnya, mem andang bahwa nasionalisme merupakan perkembangan kapitalisme. Nasionalisme intincul sebagi suatu ideologi yang berguna bagi kelas kapitalis dalam mengawasi para pekerja, karena nasionalisme memberi legitirnasi atas sistem  kapitalis di rnana mereka adalah suatu bagiannya. Menurut Marx, pada saatnya para pekerja akart mengetahui untuk apa afiliasi nasionalistik rnereka itu —bentiik “kesadaran palstt” dan menampung mereka untuk kepentingan aliansi kelas internasional (“pekerja seluruh dunia, bersatula_h”) yang dirancang untuk menumbangkan kapitalisme.

Interpretasi ini berlaku dalam hubungan dengan kenyataan bahwa nasionalisme tidak menjadi melemah sejak masanya Marx, dan khususnya dalam pandangan nasionalisme ekstrim yang diasosiasikan dengan masyarakat sosialis negara seperti Uni Soviet. Memang ada suatu garis argumen Marx yangberusaha untuk membahas kenyataan-kenyataan yang tidak menyenangkan itu: argumen sistem dunia dari Wallerstein. Bagi Wallerstein, kapitalisme selalu merupa_kan suatu fenomena global dan internasional, dan sejak awal kapitalisme telah diasosiasikan dengan negara sebagai aktor ekonomi utama. Dertgan demikian, nasionalisme ialah pendamping ideologis dari bentuk organisasi ekonomiedunia kap i talis. Seperti halnya Marx, Wallerstein mengharapkan nasionalisme pada akhirnya lenyap, meskipun ia percaya hal ini akan makan waktu lebih larna dan hanya akan terjadi melalui transisi dari kapitalisme ke sosialisme, satu atau dua abad kemudian sejak sekarang. Suatu tipe interpretasi rnodemis yang sangat berbeda dapat dijumpai dalam karya Ernest Gellner (1983). Gellner mengemukakan apa yang pada dasarnya merupakan tipe penjelasan fungsionalis. Dita_ndaskannya bahwa industriahsasi dan modernisasi telah menjungkirbalikkan komunitas-komunitas tradisional, dan sentimen dan ikatan-ikatan yang mempersatukan mereka. Orang telah dilemparkan masuk ke lingkungan urban yang semakin anonimus, di mana mereka cliharuskan untuk melakukan jenis pekerjaan yang berbeda. Dalam suasana yEing demikian, tirnbullah kebutuhan akan suatu ideologi baria yang menyatakan atau yang mengintegrasikan, dan nasionalismelah ideologi itu. Nasionalisme dapat memobilisasi komitmen penduduk kepada negara, membantu negara untuk memusatkan sumber daya_ yang cliperlukan untuk melaniutkan industrialisasi dart modernisasi. Kebalikan dari berbagai jenis argun-tert modernis itu, kaum primordialis menandaskan ba_hyva sentimen nasionalistik berakar pada suatu tendensi mendasar pada orang untuk mengidentifikasikan cliri dengan komunitas yang di.dasarkan pada ras, etnis, teritorial, bahasa, atau kombi.nasi semua itu. Nasionalisme modern, dengan demikian, hanyalah salah satu versi dari tendensi manusia yang selalu, dan akan terus tern-tanifestasi dalam sejarah.

Salah satu masalah dalam posisi ini ialah babwa kebanyakan kaum primordialis telah mengemukakan sedikit saja peturijuk tentang asal niula tendensi spesifik itu yang mereka lihat sebagai melandasi perasaan nasionalisme (A.D. Smith, 1986; van den Berghe, 1981). Mereka melihat tendensi ini sebagai “wajar” (natural), tetapi tidak jelas apa kira-kira maksuclnya. Narnun, dalam tahun-tahun teraldnr ini telah dikemukakan suatu jenis argumen kaum primordialis yang berusaha untuk mengidentifikasi tendensi manusia yang wajar ke arah afiliasi etnik dan nasionalistik. Sosio-biologi Piere van den Berghe (1981), misalnya telah mengemukakan bahwa ikatan etnik pada dasarnya adalah perluasan daripada seleksi kerabat, sehingga ikatan etnik pada dasarnya adalah perluasan daripada seleksi lserabat, sehingga ikatan-ikatan itu berakar secara kuat di dalarn biogram manusia. Tentu saja, nasionahsme tidak secara kaku dipersamakan dengan afiliasi etnik, tetapi kedua-cluanya berhubungan secara erat dengan sesuatu yang telah kita tetapkan sebagai sesuatu yang universal manusiawi: etnosentrisme. Suatu argumen yartg sosiobiologis yang populer dalam tahun-tahun terakhir ini ialah bahwa tendensi ke arah etnosentrisme itu telah terta_nam di dalam biogram manusia sejaklama (Reynolds, Falger, dan Vine, 1986). Dalam kondisi-kondisi hidup yang dihadapi oleh hominid dahulu kala, loyalitas yang hangat kepada suatu kornunitas lokal adalah sangat adaptif, clan dengan demikian disukai oeh seleksi alam (natural selection). Sekali telah tertanam di dalam biogram rnanusia, etnosentrisme itu akan terus hidup dalam kehidupan manusia modern tetapi sekarang dalam suasana di mana barangkali lebih maladaptif daripada adaptif. Meskipun diperlukan kehati-hatian dalam penilaiannya, argumen ini sulit untuk ditolak. Orang tak dapat tiada terkesan oleh keuniversalan etnosentrisrne yang sesungguhnya, meskipun ruang, lingkup dan intensitasnya berbeda-beda dari waktu ke waktu, dari tempat ke tempat, dan dari individu ke indivielu. Dan orang tak dapat tiaola akan tertimpa oleh kekuasaan ikatan etnik dan nasionalistik yang besar, khususnya dalam menghadapi keadaan di mana kematiannya telah diduga. Nasionali sme modern, ten tu saja, adalah lebih daripada sekedar suatu bentuk etnosentrisme tertentu. Tapi pada intinya nasionalisme itu mempunyai suatu karakter etnosentrik yang kuat. Akan tetapi, saya ingin menghindar dari melukiskan suatu kesimpulan mengenai sumber nasionalisme modern. Seperti telah dicatat oleh Anthony Smith, kaum rnodemis, sekurang-kurangnya sebagian, beriar dalam mengakuibahwa nasionalisme dalara zaman kita ini mempunyai ciri-ciri yang tidak pernah dijumpai sebelumnya dalam sejarah dunia. Negara-bangsa adalah suatu ciptaan dunia modern, dan sistem antarnegara yang menyertai ekonomi-dunia kap italis tidak mempunyai paralel historis yang sesunggul-mya. Narnun penjelasan tentang nasionalisme oleh berbagai sayap benteng modernis masih banyak diperlukan. Kita clengan demikian terdorong ke al.ah kaum prirnordialis, yang tuntutan-tuntutannya patut diberi perhatian serius. Namun, pada akhirnya adalah gila untuk mengatakan bahwa kita sesungguhnya rnemahami mengenai apa sajakah nasionalisme itu. Hal ini tetap merupakan salah satu dari teka-teki yang tetap ada di dalam ilmu sosial modern.

Filed under : Bikers Pintar,