ARTI TEORI LIBERAL TENTANG NEGARA ADALAH

28 views

ARTI TEORI LIBERAL TENTANG NEGARA ADALAH – Teori liberal tentang politik modern beranggapan bahwa negara dalam demokrasi parlementer adalah “pelayan yang adil” bagi masyarakat secara keseluruhan. Pandangan ini bertentangan dengan pendapatbahwa negara “memihak” — negara bersekutu dengan satu atau lebih kelompok melawan yang lainnya. Negara dikatakan tidak harus lebih mementingkan modal daripada tenaga kerja, kaum pria lebih dari kaum wanita, berkulit putih lebih daripada berkulit hitam, atau satu kelompok etnik lebih daripada kelompok etnik lainnya. Sebaliknya, sifat negara adalah sedemikian rupa sehingga negara berupaya untuk menyelesaikan perselisihan atau konflik yang timbul di antara berbagai kelompok menurut suatu cara yang sesuai dengan kepentingan terbaik setiap orang. Ini adalah teori negara yang secara menyeluruh dibenarkan oleh mayoritas warga negara di dunia Barat, tanpa memperhatikan isi khusus falsafah politik mereka. Mayoritas para pejabat politik juga menandaskan percaya akan pandangan ini. Walaupun memang terdapat beberapa perbedaan khusus, baik Edward Kennedy maupun George Bush membenarkan pandangan liberal ini.

Versi yang paling penting tentang teori liberal ialah konsepsi kemaje-mukan (pluralisme) demokrasi modem (Galbraith, 1952; Riesman, 1950; Dahl, 1961).* Ciri pluralisme ialah penolakannya terhadap ide bahwa suatu kelompok mampu mencapai demikian besar kekuasaan sehingga kelompok itu mendominasi semua bentuk pembuatan keputusan politik yang penting. Kaum pluralis percaya bahwa banyak kelompok memiliki kekuasaan di dalam demokrasi modern dan bahwa apabila kelompok-kelompok itu bertarung di arena politik maka mereka akan saling menetralisasi sehingga tak satupun yang unggul atas yang lainnya. Kadang-kadang suatu kelompok menang, kadang-kadang kelompok lainnya, tetapi tak ada kelompok yang menang terus-menerus. Jadi para warga negaralah yang memegang kekuasaan karena mereka diwakili oleh kelompok-kelompok kepentingan yang mampu memajukan kepentingan mereka menurut cara yang berhasil. Jadi, kaum pluralis berpendapat bahwa kekuasaan berada pada berbagai kelompok seperti American Medical Association, lobi perusahaan minyak, the United Auto Workers, the Arnerican Association of Universiti/ Professors, the Daughters of the American Revolution, kaum anti aborsi, tlie Congress of Racial Equality, the National Organization for Women, dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *