Advertisement

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, ketika teori evolusi kebudayaan dari Tylor dan Morgan masih populer, aliran difusi mulai mempengaruhi ahli antropologi di pelbagai tempat di dunia. Dua aliran utama yang mempunyai pandangan difusi adalah aliran di Inggris dan Jerman-Austria. Juru bicara utama dari aliran difusi Inggris adalah G. Elliot Smith, William J. Perry dan W.H.R. Rivers. Mereka berpendapat bahwa kebanyakan dari aspek-aspek kebudayaan pada tahap tinggi dari peradaban dikembangkan di Mesir (di negeri itu telah terwujud tingkat kebudayaan yang luar biasa tingginya, berkat perkembangan pertanian pada masa yang sangat dini) dan kemudian menyebar ke seluruh dunia karena adanya kontak orang luar dengan orang Mesir. Orang-orang Inggris yang beraliran difusi berpendapat bahwa evolusi yang se jajar atau paralel yang berlangsung terpisah dari sesuatu unsur kebudayaan di dua daerah yang berjauhan adalah jarang sekali terjadi. Mereka beranggapan bahwa pada hakekatnva manusia tidak cenderung menciptakan hal-hal baru dan lebih suka meminjam saja penemuan-penemuan dari kebudayaan orang lain daripada mencipta unsur budaya sendiri. Pandangan demikian ini tidak pernah diterima baik di Amerika Serikat dan sejak lama sudah sama sekali ditolak.

Fritz Graebner dan Pater Wilhelm Schmidt adalah pendiri aliran difusi di Jerman-Austria, mereka juga berpendapat bahwa manusia lebih suka meminjam kebudayaan lain, karena pada dasarnya manusia itu bukan pencipta ide baru. Mereka mengemukakan, bahwa unsur-unsur kebudayaan dapat menyebar secara berkelompok, atau juga secara satu-satu dan melalui jarak yang jauh.

Advertisement

Schmidt dan Graebner seterusnya berpendapat, bahwa ciri-ciri khas dari kebudayaan yang tertua di dunia dapat direkonstruksi dengan mempelajari unsur-unsur kebudayaan yang masih dipertahankan oleh kelompok-kelompok yang menurut penilaian etnologis adalah kelompok yang paling tua, yaitu mereka yang cara hidupnya masih sangat primitif. Berbeda dengan aliran Inggris yang berasumsi bahwa semua kebudayaan berasal dari satu tempat (Mesir) dan menyebar ke seluruh dunia, maka aliran Jerman-Austria mendalilkan bahwa ada yang disebut Kultur/creis, “lingkaran budaya” yaitu wilayah di mana dapat diidentifikasikan unsur-unsur budaya bersama tertentu. Namun seperti juga aliran difusi Inggris, aliran Kulturkreis hanya dapat menyuguhkan sedikit bahan dokumentasi sebagai dasar dari hubungan sejarah yang mereka asumsikan.

Pada kurun waktu yang bersamaan, suatu aliran difusi Amerika juga timbul, dipimpin oleh Clark Wissler dan Alfred Kroeber. Aliran ini menggunakan metoda yang mirip dengan aliran Jerman-Austria, tapi mereka ini lebih sederhana dalam jangkauannya. Aliran difusi Amerika ini mengutarakan bahwa ciri-ciri budaya yang khas vang terdapat dalam suatu “wilayah kebudayaan” (culture area) bersumber dan suatu “pusat kebudayaan” (culture center). (Yang bersifat pusat geografi, di mana unsur-unsur budaya yang menjadi ciri khas itu mula-mula berkembang dan dari sana kemudian menyebar ke luar). Inilah menyebabkan Wissler merumuskan prinsip usia daerah atau age area yaitu: jika unsur kebudayaan tertentu menyebar ke luar dari satu pusat kebudayaan yang sama, maka dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur yang paling luas menyebar yang terdapat di sekitar pusat kebudayaan tersebut, pastilah merupakan unsur yang paling tua. Sekalipun sebagian besar ahli antropologi sekarang ini mengakui batiwa unsur-unsur kebudayaan tersebar melalui difusi, namun sedikit saja yang mencoba mencari dasar dari adanya perkembangan dan variasi dalam kebudayaan pada gejala difusi.

Karena banyak yang tidak dijelaskan oleh teori difusi ini. misalnya mengenai cara penyampaian atau transfer unsur budaya dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya. Aliran difusi hanya menggarapnya secara dangkal sekali. Kegagalan ini merupakan masalah penting, karena pertanyaan yang paling mendasar adalah mengapa suatu kebudayaan menerima, menolak, atau sedikit mengubah unsur budaya yang telah dimiliki oleh salah satu masyarakat tetangganya? Perlu diingat bahwa sesuatu masyarakat tidak selalu meminjam dari masyarakat tetangganya; mungkin peminjaman hanya terjadi jika mereka menganggapnya bermanfaat. Hal lain ialah bahwa setiap pertanyaan yang hendak dijawab oleh teori difusi akan terbentur pada soal yang biasa dikiaskan sebagai persoalan mana yang dulu ada: ayam atau telor. Dengan kata lain bahkan bila dapat didemonstrasikan mengapa dan bagaimana suatu unsur kebudayaan menyebar ke luar dari satu pusat kebudayaan, kita masih juga jauh dari penjelasan tentang bagaimana atau mengapa unsur kebudayaan tertentu itu justru berkembang pertama dalam pusat kebudayaan tersebut.

Incoming search terms:

  • aliran difusi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • aliran difusi