Advertisement

Seperti Malinowski, Arthur Reginald Radcliffe-Brown (1881-1955), seorang ahli lain dalam antropologi sosial mendasarkan teorinya mengenai perilaku manusia pada konsep fungsionalisme. Tapi berlainan dengan Malinowski, Radcliffe-Brown merasa bahwa berbagai aspek perilaku sosial, bukanlah berkembang untuk memuaskan kebutuhan individual, tapi justru timbul untuk mempertahankan struktur sosial masyarakat. Struktur sosial dari suatu masyarakat adalah seluruh jaringan dari hubungan-hubungan sosial yang ada.

Satu contoh kongkret dari pendekatan yang bersifat struktural-fungsional dari Radcliffe-Brown adalah analisanya tentang cara penanggulangan mengenai ketegangan yang cenderung timbul di antara orang-orang yang terikat karena perkawinan, yang terdapat dalam masyarakat-masyarakat yang berbeda-beda. Untuk mengurangi kemungkinan ketegangan antara orang-orang yang mempunyai hubungan kekerabatan karena perkawinan, misalnya orang beripar atau besanan, dia mengemukakan, bahwa masyarakat dapat melakukan satu dari dua cara sebagai berikut: pertama dibuat peraturan yang ketat yang tidak membuka kesempatan bertemu muka di antara orang yang mempunyai hubungan ipar/mertua seperti halnya pada suku Indian Navajo di Amerika Serikat misalnya, yang melarang seorang menantu laki-laki bertemu muka dengan mertua perempuannya. Kemungkinan kedua menurut R. Brown, hubungan itu dianggap sebagai hubungan berkelakar seperti yang terdapat pada orang-orang Amerika kulit putih yang mengenal banyak lelucon tentang ibu mertua. Dengan begitu konflik antaranggota-anggota keluarga ini dapat dihindarkan dan unsur budaya yang bersangkutan, yaitu aturan ketat pada orang Navajo dan lelucon pada orang Amerika kulit putih, berfungsi dalam menjaga solidaritas sosial dari masyarakat di mana unsur itu terdapat.

Advertisement

Satu masalah terbesar dari pendekatan teori fungsionalis struktural ini, adalah sulitnya untuk menentukan apakah satu kebiasaan tertentu pada nyatanya berfungsi dalam arti membantu pemeliharaan sistem sosial masyarakat. Dalam biologi, bagaimana sumbangan dari satu organ terhadap kesehatan tubuh manusia atau kehidupan binatang dapat dinilai dengan misalnya mencoba menghilangkan organ tersebut. Tapi kita tidak dapat meniadakan satu unsur budaya dari satu masyarakat untuk melihat apakah unsur itu memberi jasa dalam pemeliharaan struktur masyarakat bersangkutan. Mungkin saja suatu kebiasaan tertentu tidak ada kaitan apa-apa dengan pemeliharaan struktur masyarakat atau mungkin malahan merugikan bagi hal itu. Kita tidak dapat mengadakan asumsi, bahwa semua kebiasaan dalam satu masyarakat memang berfungsi hanya dengan melihat kenyataan bahwa masyarakat tersebut pada saat itu “jalan” atau berfungsi. Dan sekiranya pun kita berhasil “menilai” apakah suatu kebiasaan tertentu berfungsi, namun orientasi teoretis ini tak berhasil memberi penjelasan mengapa sesuatu masyarakat memilih cara pemenuhan kebutuhan struktural sosial yang tertentu sifatnya. Tentunya bagi satu masalah tertentu tidaklah seharusnya dipecahkan menurut cara tertentu namun masih diperlukan penjelasan mengapa pilihan dijatuhkan pada satu cara dari antara sekian alternatif yang ada.

Advertisement