WAHYU

Inggris: relevatiorr, dari Latin revelare — re (kembali) velare (memperkenalkan, menyingkapkan hal yang terselubung); relevatio (wahyu).

Biasanya istilah ini mengacu kepada penyingkapan kebenaran yang tidak dapat diperoleh dengan akal saja. Istilah ini berlawanan dengan rasio (akal) sebagaimana pula istilah korelatifnya, “iman”.

Beberapa Pengertian

1. Secara harfiah wahyu menunjuk setiap perwujudan dari sesuatu yang tersembunyi.

2. Dalam arti religius, wahyu berarti perwujudan dari yang terselubung oleh suatu daya dari atas, yaitu Allah.

3. Dalam pembicaraan sehari-hari terkadang istilah itu mengacu pada pengetahuan langsung, yang dipersiapkan dalam pikiran bawah sadar dan sebab-sebabnya tidak kelihatan (misalnya ilham artistik).

4. Menurut konsepsi modernistik, wahyu hanyalah perasaan religius yang timbul dari roh bawah sadar. Namun, bagi wahyu dalam artinya yang sejati, harus ada seorang yang menjadikan yang tidak kelihatan itu diketahui, seorang yang menerima komunikasi, sehingga kebenaran jadi diketahui. Keinsyafan semata- mata akan hubungan batin dengan Allah (Mistisisme) bukanlah wahyu.

Pandangan Beberapa Filsuf

1. Adakalanya dibedakan antara “wahyu kodrati” (yang diperoleh akal alamiah) dan “wahyu adikodrati” (komunikasi dari Allah

dengan sabda atau tanda). Wahyu dalam Kitab Suci tentu saja dipandang sebagai jenis yang terakhir.

2. Ficino membedakan antara wahyu kodrati dan istimewa. Yang pertama banyak dia temukan dalam tulisan-tulisan Plato dan Plotinus.

3. Loisy mengemukan bahwa terdapat pewahyuan yang berkelanjutan dalam kitab suci semua agama.

4. Barth menemukan “sabda yang diwahyukan” dalam Alkitab, dan menyatakan bahwa terdapat kontradiksi antara pewahyuan ini dan hasil-hasil biasa yang dicapai oleh akal.

5. Bagi Brunner terdapat hubungan dialektis antara akal dan wahyu yang membuat kita melewati akal, dan lewat pewahyuan komunitas sejati dibangun.

6. William Temple menempatkan wahyu tidak dalam sabda tetapi dalam hubungan antara peristiwa ilahi dan apresiasi kita terhadapnya.

7. Bagi Tillich pertanyaan-pertanyaan teologis dilontarkan atas dasar keprihatinan terdalam dan dijawab lewat wahyu.

Incoming search terms:

  • definisi wahyu
  • arti wahyu
  • pengertian pewahyuan

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • definisi wahyu
  • arti wahyu
  • pengertian pewahyuan