Waktu Senggang

Inggris: leisure, dari Latin licere (diberi izin).

Waktu senggang berhubungan dengan bagaimana orang menggunakan waktu ketika ia tidak sedang bekerja dan juga tidak sedang tidur. Ini konsep yang artinya pada dasarnya tergantung pada filsafat kehidupan setiap insan, khususnya filsafat manusia atau antropologi. Bagi kaum materialis, positivis dan pragmatis, waktu senggang merupakan “waktu bebas” yang merupakan suatu perhentian dari kerutinan kerja atau yang digunakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia (misalnya, hobi, seni, musik, olahraga, dan seterusnya). Karl Marx mengatakan bahwa dalam kapitalisme Waktu Senggang merupakan suatu masa pemulihan dari akibat kerja yang mengasingkan. Namun Waktu Senggang ini demi kerja, yaitu agar manusia dapat bekerja dengan lebih baik. Dalam zaman kuno dan dalam tradisi Kristiani (juga dalam beberapa aspek agama-agama Timur) Waktu Senggang dikaitkan dengan martabat pribadi insani. Ia jaga dikaitkan dengan transendensi manusia atas materi dan binatang-binatang. Waktu Senggang dipertalikan dengan afirmasi terhadap keseluruhan dunia dan Allah sebagai pencipta dunia.

Waktu Senggang umumnya dipertentangkan dengan kerja dalam arti kegiatan insani yang mutlak perlu bagi kelangsungan biologis-ekonomis. Dalam pertentangan itu, Waktu Senggang merupakan kegiatan insani dalam mengagumi kebaikan dan keindahan dunia. Dengan Waktu Senggang manusia mengafirmasikan kenyataan dan mewujudkan solidaritas dengan kenyataan. Waktu Senggang merupakan kegiatan yang dijalankan “demi dirinya sendiri”, bukan demi tujuan lain mana pun, yang mengandung maksud dan tujuan (walau mungkin secara kebetulan dapat diperoleh keuntungan ekonomis darinya atau menjadi suatu maksud yang ditundukkan). Karena itu, Waktu Senggang bukan demi kepentingan kerja. Dalam Waktu Senggang, reseptivitas atau aktivitas dapat menonjol. Ini tergantung pada tingkatan permenungan.

Waktu senggang amat penting bagi humanisasi manusia.ini mengafirmasikan keunggulan dasariah manusia atas materi. Dalam konteks teologis pemanfaatan waktu senggang itu bahkan dapat dipandang sebagai usaha manusia untuk meniru Allah, yang adalah Sang Mutlak, karena di sana kebebasan manusia mendapat garisbawah dalam pemilihan kegiatannya.

Josep Pieper bahkan melihat bahwa dasar dari Waktu Senggang yang benar adalah agama dalam arti afirmasi terhadap Allah yang personal, ibadat ilahi, kurban ilahi, dan seterusnya. Karena jika manusia tidak mengenal misteri mutlak Allah yang transenden, ia secara pasti terikat di sini dan kini sedemikian rupa sehingga semua kegiatan yang “tidak bermanfaat” seperti waktu senggang tidak mempunyai makna. Dan segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia harus dengan sendirinya demi keuntungan (utilitarian). Kegiatan manusia haruslah kerja atau demi kepentingan kerja atau demi pelayanan akan sejenis “humanisme” ateistis.

Manusia adalah roh yang terbatas dalam materi. Dan karenanya, sebagai suatu kesatuan semua kegiatannya mempunyai ciri rohani dan jasmani. Karena itu, sebagaimana dikemukakan oleh Kari Rahner, semua kegiatan manusia merupakan paduan baik dari

waktu senggang maupun kerja dalam berbagai tingkatan. Karena itu, kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda digolongkan sebagai “waktu senggang” atau “kerja”. Ini tergantung pada ciri mana yang paling penting. Berkebun bagi seorang profesor dapat menjadi waktu senggang. Sedangkan seorang tukang kebun dapat menemukan waktu senggangnya dalam membaca salah satu buku dari profesor tersebut. Dalam kedua hal tersebut yang menjadikan kegiatan itu sebagai “waktu senggang” adalah sikap dan kondisi subjektif terhadap pilihan bebas dan sikap penentuan pilihan bebas dan sikap penentuan diri, dan bukan jumlah usaha yang ada di dalamnya. Waktu senggang itu merupakan (atau paling tidak dapat merupakan) afirmasi terhadap transendensi dan martabat rohani manusia, kendati isinya bisa bersifat amat fisik, sebagaimana berkebun atau olahraga.

Incoming search terms:

  • waktu senggang
  • arti waktu
  • pengertian waktu senggang
  • waktu senggang adalah
  • arti waktu senggang
  • apa itu waktu senggang

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • waktu senggang
  • arti waktu
  • pengertian waktu senggang
  • waktu senggang adalah
  • arti waktu senggang
  • apa itu waktu senggang