YANG-ADA

Inggris: being, dari Yunani ousia dan ontos. Dalam Latin: esse, ens, essentia, dan substantia merupakan acuan pokok bagi “yang- ada”. Istilah lain yang sering digunakan adalah “pengada”.

 

YIN YANG

Istilah dari bahasa Cina ini mengacu pada dua prinsip atau daya: Yang merupakan kekuatan positif yang merupakan faktor kreatif dalam hidup. Yin merupakan faktor yang lebih pasif dan reseptif. Melalui interaksi kedua kekuatan ini, terjadilah proses alamiah.

Beberapa Pengertian

1. Prinsip pasif dan aktif dari alam raya, atau kekuatan yang bersifat kewanitaan, negatif dan kekuatan jantan, positif yang selamanya bertentangan namun sekaligus saling melengkapi. Yang dan Yin diungkapkan dalam langit dan bumi, pria dan wanita, ayah dan putra, cerah dan hujan, kekerasan dan kehalusan, baik dan buruk, putih dan hitam, atas dan bawah, besar dan kecil, bilangan ganjil dan bilangan genap, kegembiraan dan kesedihan, ganjaran dan hukuman, persesuaian dan pertentangan, kehidupan dan kematian, kemajuan dan kemunduran, cinta dan benci, dan semua objek, kualitas, situasi, dan hubungan yang dapat dipikirkan.

2. Dua modus dari Yang Maha-Agung (T’ai Chi). Saling terjalinnya dua modus ini melahirkan semua yang-ada.

3. Sistem yang ditentukan oleh Lima Pelaku atau Unsur (vm bsing): air, api, kayu, logam, dan tanah, yang pada gilirannya menentukan Yang Maha-Agung. (Chou Lien-hsi, 1017 — 1073)-

4. Dua kekuatan dari Ch’i atau kekuatan vital yang merupakan prinsip material alam raya. (Neo-Confusianisme).

5. Nama aliran/sekolah (400 — 200 SM) yang didirikan oleh Tsou Yen, yang mengatakan bahwa semua peristiwa merupakan perwujudan dari kekuatan pasif dan pasif dari alam raya.