ASAL-USUL KEHIDUPAN AGRIKULTUR DAN PENURUNAN STANDARD HIDUP

25 views

ASAL-USUL KEHIDUPAN AGRIKULTUR DAN PENURUNAN STANDARD HIDUP – Pandangan bahwa kemajuan kultural mengikuti kemajuan teknologi adalah kepercayaan yang sangat mengakar dalam peradaban Barat. Salah satu aspek dari pandangan ini adalah kepercayaan bahwa inovasi teknologi selama ribuan tahun telah membawa perbaikan standard kehidupan secara terus-menerus. Namun, Penelitian tentang konsekuensi-konsekuensi dari transisi masyarakat pemburu-peramu ke masyarakat pertanian yang dilakukan para arkeolog dan antropolog fisik barubaru ini secara tegas menantang asumsi ini. Para ilmuwan ini mempergunakan teknik paleopathology yang baru — pengujian atas bukti-bukti tekanan biologis dan penyakit terhadap kerangka manusia purba — untuk menilai implikasi penggunaan sistem pertanian terhadap kesehatan dan gizi.

Suatu kajian paleopathologis yang menggugah telah dilakukan oleh antropolog fisik, J. Lavvrence Angel (1975). Angel menguji sekitar 2.200 sisa kerangka manusia yang berasal dari tempat-tempat peninggalan sejarah yang mewakili sejarah manusia 30.000 tahun yang lalu. Melalui berbagai analisis seksama, dia memperkirakan bahwa penduduk yang diwakili oleh kerangka yang ada itu mendapatkan makanan yang cukup. Dia menemukan bahwa panjang umur manusia meningkat sedikit dari 30.000 tahun yang lalu, melalui zaman di mana sistem pertanian yang kompleks merupakan sistem yang menonjol. Sebagai contoh, dia memperkirakan bahwa masyarakat pemburu-peramu pada 30.000 tahun yang lalu mempunyai harapan hidup hampir 31 tahun. Pada 5000 tahun sebelum sekarang, harapan hidup tetap sama; pada zarnan kekaisaran Romawi hanya sekitar 37 tahun; ckm pada akhir zaman pertengahan hanya 34 tahun. DiSamping itu, Angel menemukan kemerosotan yang bersifat umum dalam hal tinggi badan sepanjang waktu tersebut dan, juga, peningkatan terjadinya sakit gigi. Temuantemuan ini jelas menunjukkan adanya kemerosotan Tnenyeluruh dalam status kesehatan dan gizi, terutama pengurangan yang berarti daiam jumlah protein yang didapatkan.

Sejumlah besar bukti yang konsisten dengan tem uan Angel semakin bertambah dalam beberapa tahun ini. Pada sebuah konferensi penting yang diadakan di Plattsburgh, New Yerk, Cohen dan George Armelagos (1984) meringkaskan temuan-temuan paleopatnologis yang disajikan lusinan antropoiog fisik. Partisipan daiam konferensi itu diminta untuk membuat pernyataan komparatif tentang kejaciian, -ebanyak mungkin, yang menyangkut adanya serangkaian indeks kesehatan, makanan, dan pathologi yang sama yang berasal dari ringkasanringkasan terbaru dari berbagai teknik paleopathologi” (M.N. Cohen, 1984 :4). Para partisipan mengarahkan pertanyaan ini kepada gejalagejala seperti harapan hidup, terdapatnya indikator stress yang telah mengganggu pola pertumbuhan pada masa kanak-kanak, ‘indikator infeksi, perubahan pada tulang yang menunjukkan malnutrisi, dan meratanya lobang gigi dan penyakit mulut. Sisa-sisa kerangka yang dijadikan bahan penelitian paleopathologi yang ditunjukkan diperoleh dari seluruh dunia. Ada delapan a_nalisis yang berasal dari Amerika Utara, satu di Mesopotamia, tiga dari Amerika Selatan, dua dari Eropa, dua dari Timur Tengah, satu dari Asia Selatan dan satu dari Afrika Utara.

Dengan sedikit perkeeualian, kajian-kajian ini secara kuat menuju kepada kesimpulan bahwa standard kehidupan mengalami kemerosotan dengan diterapkannya pertanian. Mengenai infeksi, kebanyakan kajian menemukan bahwa ia lebih sering terjadi dan lebih parah pada penduduk masyarakat petani daripada masyarakat pemburu-peramu. Bukti tentang mainutrisi kronis menghasilkan kesimpulan yang

Para peneliti mencatat terjadinya porotic hypertosis dan cribia orbitalis (porositas tengkorak dan orbit), penyakit tulang yang umumnya dipandang sebagai indikator kuat terjadinya anemia. Kebanyakan kajian menunjukkan bahwa ini adalah penyakit yang lebih umum terjadi pada masyarakat pertanian daripada pada masyarakat pemburu-peramu. Indikator malnutrisi lainnya, seperti penipisan hormon tulang-panjang dan perubahan pada tengkorak dan ceruk panggul, juga ditemukan lebih umum terdapat pada kelompok petani.

Indikator-indikator tekananbiologis yang menimbulkan gangguan pertumbuhan pada masa kanak-kanak menunjukkan secara mendasar kisah yang sama sebagaimana indikator lainnya. Berbagai kerusakan pada-email gigi dipandang sebagai indikator yang baik terhadap tekanan yang mengganggu pertumbuhan. Cohen dan Armelagos menyatakan bahwa kesepuluh kajian, sernuanya “melaporkan bahwa frekuensi dan/atau kerasnya indikator gangguan pertumbuhan ini makin tinggi pada masyarakat petani dibandingkan pada masyarakat pemburu-peramu” (1984:589). Akhimya, kajian-kajian ini pada umumnya menunjukkan bahwa usia mati rata-rata secara aktual mengalami kemerosotan dengan penerapan pertanian, sebuah kesimpulan yang bahkan lebih provokatif daripada temuan-temuan Angel. Temuan-temuan yang dilaporkan pada Konferensi Plattsburgh ini sangat signifikan bagi teori-teori sosiokultural, lantaran ia secara keras menantang falsafah (wisdom) peradaban Barat, sebuah falsafah vang banyak diikuti bukan hanya oleh umumnya anggota masyarakat, tetapi juga oleh mayoritas ilmuwan sosial. Sebagaimana dikomentari Cohen dan Armelagos ( 1984:594):

Secara keseluruhan, indikator-indikator ini sangat jelas menunjukkan pemerosotan menyeluruh dalam kualitas —dan barangkali panjangnya — hidup manusia bersamaan dengan penerapan pertanian. Kajiankajian ini mendukung statemen etnografis dan argumen teoritis terbaru tentang kesehatan dan gizi masyarakat pemburu-peramu yang relatif baik. Kajian-kajian ini juga menyatakan bahwa masyarakat pemburuperamu relatif lebih tahan terhadap tekanan episodik. Data ini menggugat gagasan-gagasan populer simplisistik tentang kemajuan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *