Advertisement

Aspek kesan pertama yang paling penting dan… kuat adalah evaluasi. Apakah kita menyukai atau membenci seseorang? Berapa besar rasa suka atau benci kita pada orang tersebut? Kesan kita saat itu dapat tersusun atas berbagai dimensi lain; dia mungkin kelihatan bersahabat, senang ngobrol, dan ringan tangan. Akan tetapi, semua ciri khusus ini secara fundamental terikat pada pernyataan apakah kita menyukainya atau tidak. Secara lebih formal, dimensi evaluatif merupakan dimensi paling penting di antara sejumlah dimensi dasar yang mengorganisasi kesan gabungan tentang orang. Hal ini diperlihatkan dalam karya Osgood, Suci, dan Tannenbaum (1957) tentang apa yang dinamakan deferensial semantik. Dalam telaah mereka, para subjek diberi daftar pasangan unsur dan diminta menunjukkan unsur mana yang paling dekat dengan orang dan objek. Daftar itu terdiri dari pasangan unsur, seperti bahagia-sedih, baik-buruk, kuat-lemah, dan panas-dingin, serta daftar yang harus ditempatkan subjek mulai dari ibu sampai batu besar. Contohnya, subjek harus menilai apakah “ibu” paling dekat dengan “bahagia” atau “sedih”, dan selanjutnya. Osgood dan sejawatnya kemudian menganalisa respons yang diberikan guna melihat apakah muncul kelompok yang dapat dipandang sebagai dimensi dasar yang menguraikan semuanya.

Tiga dimensi dasar menjelaskan sebagian besar pembagian kelas, yakni: evaluasi (baik-buruk), potensi, (kuaijemah), dan aktivitas (aktif-pasif). Jika orang atau objek tertentu ditempatkan di dalam ketiga dimensi ini, hanya sedikit tambahan informasi yang dapat diperoleh melalui penambahan pembagian kelasnya. Dengan kata lain, sekali kita tahu bahwa seseorang menempatkan “iba” ke dalam kelas sangat baik, cukup kuat, dan agak pasif, maka kita akan belajar lebih banyak mengenai persepsinya tentang “ibu” dengan minta tambahan pembagian kelas. Dengan demikian, para ahli riset ini me-nyimpulkan bahwa evaluasL.merupakan dimensi utama yang mendasari persepsi semacam itu, di samping potensi dan aktivitas yang juga memainkan peranan lebih kecil. Jika kita menempatkan seseorang di dalam dimensi ini, sebagian besar persepsi kita tentangnya akan cocok. Kesan menguntungkan atau merugikan dalam satu konteks, di suatu pertemuan, melebar ke situasi lain dan karakteristik lain yang tidak berhubungan. Kebanyakan riset lain menunjang hipotesis bahwa evaluasi merupakan dimensi „dasar paling penting, dari persepsi seseorang. Rosenberg, Nelson, dan Vivekananthan (1968), misalnya, menemukan bahwa orang mengevaluasi orang lain sesuai dengan kualitas intelektual atau yang berhubungan dengan tugas terpisah mereka, dan kualitas sosial atau interpersonal mereka.

Advertisement

Incoming search terms:

  • pengertian kesan
  • pengertian kesan dan contohnya
  • arti kesan
  • pengertian kesan pertama
  • apa itu kesan
  • kesan adalah
  • arti kesan dan contohnya
  • kesan itu apa
  • apa itu kesan?
  • yang dimksud kesan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian kesan
  • pengertian kesan dan contohnya
  • arti kesan
  • pengertian kesan pertama
  • apa itu kesan
  • kesan adalah
  • arti kesan dan contohnya
  • kesan itu apa
  • apa itu kesan?
  • yang dimksud kesan