Advertisement

Penonjolan mempunyai sejumlah konsekuensi bagi persepsi manusia. Jika Anda menganggap seseorang sebagai “si kikir kognitif”, Anda akan melihat bahwa mereka selalu mencoba mendapatkan kesan paling akurat dan berarti dari orang dan kejadian di sekelilingnya dengan mengungkapkan usaha paling tidak kognitif. Salah satu jalan pintas yang paling bernilai adalah dengan memberikan tanggapan kepada stimuli paling menonjol tanpa mencoba memroses semua informasi yang mungkin dapat mereka peroleh. Jadi, perilaku menonjol lebih menarik perhatian daripada perilaku lembut yang kurang terlihat (McArthur, 1981). Kedua, penonjolan mempengaruhi persepsi sebab-akibat di mana orang yang lebih menonjol dipandang lebih berpengaruh atas konteks sosialnya. Mahasiswa yang duduk di depan kelas dan sekali-sekali mengajukan pertanyaan mungkin akan dianggap mendominasi diskusi dibandingkan dengan mahasiswa yang duduk di belakang dan berbicara sama banyaknya.

Ketiga, evaluasi yang dibuat menonjol biasanya lebih ekstrim dibandingkan dengan orang yang kurang menonjol. Taylor et al. (1977) membuat serangkaian eksperimen di mana mereka membuat variasi atas status “sendirian” para anggota berkulit hitam; beberapa kelompok bahkan mempunyai anggota kulit hitam yang seimbang dengan yang kulit putih. Orang hitam “sendirian” jelas lebih menonjol dibandingkan orang-orang hitam di kelompok yang dibagi rata. Seorang anggota kelompok berkulit hitam yang menyenangkan akan dievaluasi lebih baik jika berada “sendirian” daripada jika berada bersama kelompok yang dibagi rata, dan seorang yang tidak me-nyenangkan akan dievaluasi lebih negatif. Teralir, penonjolan meningkatkan keterpaduan kesan. Jika orang yang menonjol itu anggota kelompok streotip, seperti “pecandu obat”, dia dianggap memiliki semua ciri stereotip kelompok tadi, antara lain memiliki kecenderungan kriminal, berkarakter moral lemah, berperangai serta berpakaian jorok, tidak jujur, dan seterusnya.

Advertisement

Stimulus yang menonjol paling menarik perhatian; hal itu dipandang sebagai sebab-akibat yang paling kuat; menghasilkan penilaian evaluatif paling ekstrim; dan menghasilkan penilaian lebih konsisten. Pengaruh ini dinamakan pengaruh “puncak kepala'” oleh Taylor dan Fiske (1978) karena mereka kelihatan seakan-akan ada di permukaan arah perhatian. Yaitu, mereka itu ada karena mereka memfokuskan perhatian para pengamat melalui berbagai cara, dan bukan karena mereka melibatkan perubahan besar apa pun dalam ppmikiran. Oleh karena itu, seperti sudah dapat diterka, mereka berkedudukan paling kuat jika stimulusnya cukup menarik dan menggairahkan untuk menarik perhatian pengamat yang sebenarnya. Penonjolan berbagai stimulus yang berlainan lebih berarti jika pengamat menanggapi obrolan yang bergelora semacam perdebatan penuh humor, ketimbang jika dia menanggapi situasi yang lebih kaku, formal dan membosankan (McArthur, 1981).”Kelihatannya pengaruh itu agak bersifat umum. Pengaruh itu terdapat dalam masalah penting maupun yang tidak penting. Teralir, penonjolan meningkatkan keterpaduan kesan (Taylor, 1981 b). Jika orang yang menonjol itu anggota kelompok streotip, seperti “pecandu obat”, dia dianggap memiliki semua ciri stereotip kelompok tadi, antara lain memiliki kecenderungan kriminal, berkarakter moral lemah, berperangai serta berpakaian jorok, tidak jujur, dan seterusnya. Stimulus yang menonjol paling menarik perhatian; hal itu dipandang sebagai sebab-akibat yang paling kuat; menghasilkan penilaian evaluatif paling ekstrim; dan menghasilkan penilaian lebih konsisten. Pengaruh ini dinamakan pengaruh “puncak kepala'” oleh Taylor dan Fiske (1978) karena mereka kelihatan seakan-akan ada di permukaan arah perhatian. Yaitu, mereka itu ada karena mereka memfokuskan perhatian para pengamat melalui berbagai cara, dan bukan karena mereka melibatkan perubahan besar apa pun dalam ppmikiran. Oleh karena itu, seperti sudah dapat diterka, mereka berkedudukan paling kuat jika stimulusnya cukup menarik dan menggairahkan untuk menarik perhatian pengamat yang sebenarnya. Penonjolan berbagai stimulus yang berlainan lebih berarti jika pengamat menanggapi obrolan yang bergelora semacam perdebatan penuh humor, ketimbang jika dia menanggapi situasi yang lebih kaku, formal dan membosankan (McArthur, 1981).”Kelihatannya pengaruh itu agak bersifat umum. Pengaruh itu terdapat dalam masalah penting maupun yang tidak penting.

Kasus Gambaran yang Jelas. Sampai saat ini, kita menilai penonjolan sesuai dengan keistimewaan perseptual atau keekstriman stimulus. Beberapa ahli riset telah memperluas ide penonjolan sehingga mencakup gagasan gambaran yang jelas ialah, “Informasi dapat digambarkan secara jelas, yaitu dengan menarik dan memusatkan perhatian kita sejauh ia (a) menarik secara emosional, (b) konkrit dan merangsang-perumpamaan, dan (c) paling dekat menurut panca indera, duniawi, atau ruang angkasa”. Stimuli yang jelas kekhususannya mempengaruhi dengan berbagai alasan: yakni, Mereka mungkin dapat segera terlihat, lebih mudah diingat, lebih mudah digambarkan, dan/atau dampak emosionalnya yang lebih besar akan membuat mereka sangat penting. Contohnya penentang perang Vietnam di tahap-tahap akhir sering ditentukan oleh presentasinya yang jelas. Penentangan itu merupakan “perang televisi”: orang dapat menonton semua kengerian dalam warna-warni hidup di ruang keluarganya. Presentasi lebih jelas tentang pengalaman di Vietnam tersebut, dibandingkan laporan perang-perang masa lalu yang lebih lunak melalui media cetak, dianggap menciptakan reaksi publik yang lebih luas.

Tetapi, sedikit sekali bukti bahwa gambaran jelas yang sesuai dengan fakta memiliki kekuatan khusus dalam pembentukan kesan. Banyak telaah mengenai pengaruh yang telah dilaksanakan, tetapi jarang sekali pesan-pesan yang jelas itu lebih kuat. Apa sebab penonjolan memiliki pengaruh yang dapat dipercaya semacam itu sementara gambaran yang jelas tidak demikian, bukankah merupakan sesuatu yang agak bersifat teka-teki? Biasanya penonjolan diuraikan secara lebih jelas dan lebih tepat, sesuai dengan karakteristik objektif stimulus sebagai sesuatu yang baru, intensitas, dan perubahan; yakni gambaran yang jelas mempunyai definisi lebih bebas, yang dapat mengarah kepada semakin kaburnya hasil yang jelas.

Incoming search terms:

  • apa itu penonjolan
  • apa itu penonjolan gagasan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • apa itu penonjolan
  • apa itu penonjolan gagasan