BAGAIMANA PERKEMBANGAN RUMAH SAKIT JIWA DEWASA INI?

46 views

Rumah Sakit Jiwa Dewasa Ini. Setiap tahun lebih dari dua juta orang di Amerika dirawat di rumah sakit karena gangguan jiwa. Pada tahun 1970 masalah keterbatasan tempat di rumah sakit jiwa membuat banyak pasien terpaksa dipulangkan. Pemotongan anggaran pada tahun 1980-an dan 1990-an membuat hal tersebut terus berlangsung. Namun, masalah para pasien kronis, yang tidak dapat dipulangkan, harus ditangani secara tepat. Penanganan di rumah sakit jiwa umum terutama dengan mengurung mereka.

Para pasien tinggal dalam lingkungan yang dijaga dan hanya mendapatkan sedikit penanganan; kehidupan sehari-hari yang mereka jalani sebagian besar monoton dan tidak aktif.
Rumah-rumah sakit di Amerika Serikat dewasa ini biasanya didanai pemerintah federal atau pemerintah negara bagian. (Kenyataannya, istilah rumah sakit pemerintah berarti rumah sakit yang dikelola negara). Terlepas dari biaya yang sangat besar rumah-rumah sakit tersebut umumnya sudah tua, kejam, dan cukup jauh dari pusat-pusat metropolitan besar. Banyak rumah sakit Administrasi Veteran dan rumah sakit umum juga memiliki bangsal psikiatri.

Selain itu, terdapat beberapa rumah sakit jiwa swasta. Sheppard dan Enoch Pratt di dekat Baltimore, Maryland, dan Rumah Sakit McLean di Belmont, Massachussets, adalah dua di antara rumah-rumah sakit yang paling terkenal. Fasilitas fisik dan perawatan profesional di rumah sakit swasta cenderung jauh lebih baik daripada rumah-rumah sakit pemerintah karena satu sebab: rumah-rumah sakit swasta memiliki lebih banyak dana. Biaya perawatan pasien di rumah sakit swasta dapat melebihi 1.000 dolar per hari, belum termasuk sesi terapi individual dengan salah satu staf profesional! Walaupun banyak pasien memiliki asuransi kesehatan, biasanya dengan batas 90 hari, rumah sakit tersebut jelas di luar kemampuan sebagian besar masyarakat.

Sebuah rumah sakit jiwa khusus, kadangkala disebut rumah sakit penjara, disediakan bagi orangorang yang ditahan dan berdasarkan penilaian peng-adilan tidak mampu mengikuti proses pengadilan dan bagi mereka yang dianggap tidak bersalah atas kejahatan yang dilakukan karena alasan ketidakwarasan (lihat hlm. 861). Walaupun para pasien tersebut tidak di penjara, penjaga bersenjata dan pengamanan ketat membatasi hidup mereka. Beberapa jenis penanganan semestinya diberikan dalam masa penahanan mereka. Bahkan di rumah sakit terbaik para pasien biasanya hanya sedikit mendapatkan kesempatan berharga untuk bertemu dengan psikiater atau psikolog klinis, sebuah situasi yang terbukti kebenarannya dalam pengamatan secara teliti yang dilakukan Gordon Paul dan para asis tennya.

Para peneliti tersebut menemukan bahwa sebagian besar pasien tidak bertemu staf selama 80 hingga 90 persen dari waktu terjaga mereka dan bahwa staf klinis hanya meluangkan waktu kurang dari seperempat total jam kerja mereka untuk bertemu dengan pasien (Paul, 1987, 1988). Sebagian besar waktu para pasien di siang dan malam hari dihabiskan dengan menyendiri atau berkumpul bersama pasien lain dan para petugas pembantu, yaitu orang-orang yang mungkin tidak mendapatkan pelatihan yang sangat mendalam. Seperti penahanan dalam penjara, perasaan yang menguasai para pasien adalah ketidakberdayaan dan tidak dimanusiakan. Para pasien duduk selama berjam-jam di lorong-lorong menunggu ruang makan dibuka, pemberian obat, dan konsultasi dengan psikolog, pekerja sosial, dan konselor pekerjaan. Kecuali mereka yang memiliki gangguan paling berat, para pasien mempunyai akses ke berbagai fasilitas rumah sakit, mulai dari tempat kerajinan barang-barang dari kayu hingga kolam renang, dan pusat olahraga hingga tempat kerajinan anyaman keranjang.
Sebagian besar rumah sakit mewajibkan pasien mengikuti terapi kelompok—di sini merupakan istilah umum yang hanya mengacu pada sekurang-kurangnya ada dua pasien yang berhubungan satu sama lain dan dengan pemimpin kelompok dalam suatu ruangan selama waktu tertentu. Beberapa pasien mengikuti beberapa sesi sendirian dengan terapis profesional. Walaupun demikian, sebagian besar penanganan tradisional di rumah sakit selama 40 tahun terakhir berorientasi pada pemberian obat-obatan daripada pemberian psikoterapi. Rumah sakit sendiri digunakan sebagai salah satu cara untuk memberikan pefa-watan suportif, untuk mencoba memastikan bahwa pasien meminum obat mereka, dan untuk melindungi serta menjaga pasien yang kondisinya tidak memungkinkan mereka untuk menjaga dirinya sendiri atau yang memberikan beban sangat berat bagi mereka sendiri atau membahayakan orang lain (Paul & Mendito, 1992). Satu masalah yang sangat mengganggu adalah perawatan di rumah sakit sulit dikembalikan kembali bila pasien telah dirawat selama lebih dari satu tahun. Kami ingat menanyai seorang pasien yang kondisinya telah sangat membaik selama beberapa bulan terakhir mengapa dia enggan keluar dari rumah sakit. “Dok,” dia berkata dengan penuh keyakinan “Di luar itu seperti hutan”. Meskipun kita tidak dapat sepenuhnya tidak menyetujui pendapatnya, setidaknya ada beberapa keuntungan dengan hidup di luar rumah sakit; tetap saja pria tersebut—seorang veteran dan pasien kronis dengan catatan klinis setebal lebih dari dua kaki—sudah sangat terbiasa dengan lingkungan terlindung di berbagai rumah sakit Administrasi Veteran sehingga kemungkinan ke luar dari rumah sakit menjadi hal menakutkan baginya sama halnya dengan memasuki rumah sakit jiwa merupakan hal menakutkan bagi orang yang tidak pernah tinggal di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *