Advertisement

BAGIAN INTERNAL AKAR PRIMER, Pembagian eksternal sebuah akar menjadi tudung akar, daerah pemanjangan, daerah rambut akar, dan daerah akar lateral, hanyalah merupakan ekspresi yang tampak dari urutan internal kegiatan sel-sel yang bertanggung jawab atas perkembangan akar dewasa. Kegiatan terpenting selain pembentukan akar-akar lateral, dapat dilihat dengan menelaah irisan membujur melalui bagian ujung akar ( 4.2). Di bagian akar paling ujung terdapat tudung akar yang tampak seperti sekelompok sel berbentuk hampir seperti kerucut. Ujungnya terdiri atas beberapa lapis sel, tetapi lebih tipis pada bagian sampingnya. Segera setelah terbentuk, sel-sel tudung akar membentuk vakuola dan dinding selnya menjadi berlendir. Ketika akar menembus tanah, sel-sel bagian luar tudung akar terkelupas tetapi secara terus-menerus diganti dari dalam dengan yang baru oleh meristem. Tepat di belakang tudung akar terdapat meristem akar, dan dari sini pula akar dewasa berasal. Meristem ini terdiri atas lajur-lajur sel yang bertemu pada bagian tengah dekat pertemuan dengan tudung akar. Dari pola mitosis dapat dilihat sebagian besar sel dalam lajur-lajur ini sedang aktif membelah. Sel-sel dalam meristem tidak menjadi lebih kecil meskipun terus-menerus membelah. Ini dapat diartikan bahwa di sini terjadi sintesis protoplasma baru dan sintesis bahan dinding sel baru. Sel-sel dalam meristem mempunyai bentuk khas sel-sel yang masih embrio (yaitu dinding sel tipis, sitoplasma pekat, inti mencolok, dan sebagainya).
Pada sekitar titik di mana lajur-lajur sel meristem menjadi lurus dan bersambung dengan bagian akar yang lebih tua, sel-sel menjadi jauh lebih besar. Mulai dari titik ini pembelahan sel berhenti, tetapi kecepatan tumbuh bertambah sampai maksimum, karena sel-sel membesar. Pembesaran sel terutama terjadi ke arah membujur, dan pertumbuhan sel inilah yang menyebabkan perpanjangan akar. Dengan pemeriksaan mikroskopik dapat dengan mudah dibuktikan bahwa daerah pembesaran ini bertepatan dengan daerah pemanjangan maksimum, seperti ditunjukkan dalam eksperimen penandaan akar kecambah. Meskipun air yang menyebabkan sel-sel yang sedang menjadi besar diserap dengan cara osmosis, telah diketahui bahwa permulaan perpanjangan lebih ditentukan oleh semakin besarnya plastisitas dinding sel-sel muda, daripada oleh peningkatan tenaga osmosis isi sel. Perubahan plastisitas ini mungkin berkaitan dengan kegiatan zat pengatur tumbuh yang berdifusi kembali dari ujung akar.
Sementara sel-sel dalam lajur-lajur tersebut membesar, mereka juga mengalami diferensiasi struktural untuk fungsifungsi khusus. Semakin membesar sel-sel tersebut, diferensiasi semakin nyata, dan baru selesai setelah pemanjangan berhenti. Oleh karena itu, posisi struktur dewasa sel pada akar terdapat di belakang daerah pemanjangan. Pada permukaan, rambutrambut akar yang berbentuk tabung tumbuh dari sel-sel epidermis ( 4.3). Setiap rambut akar mempunyai dinding sel tipis ‘dan vakuola besar di tengah-tengah dan membentang sepanjang sel. Sehelai rambut akar terbentuk sebagai sebuah papila atau tonjolan kecil yang terus tumbuh pada ujungnya. Ujung ini berdinding lebih tipis dan lebih halus daripada bagian sampingnya. Inti sel atau nukleus hampir selalu terdapat di belakang ujung yang sedang tumbuh. Dalam akar, di sekitar tempat tumbuh rambut akar pertama, terdapat suatu ciri mencolok yaitu diferensiasi xilem. Oleh karena rambut akar merupakan tempat pertama masuknya air ke dalam tumbuhan, pembentukan unsur pembuluh dalam xilem berakhir tepat pada suatu jarak dari ujung akar tempat air masuk. Hubungan antara posisi rambut-rambut akar dan posisi xilem yang sedang berdiferensiasi dapat ditunjukkan dengan meremukkan ujung halus akar antara dua keping gelas preparat, lalu diperiksa dengan mikroskop.
Perlu diketahui bahwa diferensiasi jaringan melibatkan bukan saja modifikasi fungsi dan struktur berbagai sel, tetapi juga pembentukan pola-pola anatomi. Dalam perkembangan akar, pola ini terbentuk dini sekali. Bahkan tepat di belakang ujung meristem, sel-sel yang akan membentuk sistem tiga jaringan dalam akar dewasa sudah dapat dikenal dari perbedaan bentuk dan ukurannya ( 4.4).
Dari uraian tadi, jelas bahwa jarak sebuah sel dari ujung meristem merupakan pengukur umur sel secara kasar. Sel-sel yang tetap merupakan bagian meristem hanyalah sel-sel yang terletak di ujung sekali, yaitu pada tempat pertemuan lajur-lajur sel meristem. Jika salah satu dari sel-sel paling ujung ini membelah, satu dari dua anak sel tetap tinggal di ujung, tetapi yang lain, setelah mengalami pertumbuhan dan pembelahan berulang kali, berubah menjadi sel dewasa dalam jaringan yang letaknya jauh dari meristem. Secara keseluruhan tampak seolah-olah sel ini bergerak mundur menjauhi meristem sampai sel-sel tersebut menjadi bagian jaringan sel dewasa. J adi hanya sel-sel meristem yang paling ujung merupakan sel-sel pemula. Sel-sel tudung akar juga terbentuk dari pembelahan sel pemula di ujung, yang mungkin serupa dengan sel pembentuk meristem akar. Tudung akar dapat pula merupakan hasil pembelahan kelompok sel pemula di samping ujung akar yang membelah tersendiri.
Meskipun pemula-pemula ujung merupakan sumber semua sel akar, perlu dicatat bahwa sel-sel tersebut tidak membelah secepat sel-sel yang terletak di belakangnya. Penelitian mutakhir menunjukkan bahwa pembelahan sel di bagian tengah meristem jauh lebih cepat daripada di bagian paling ujung di mana terdapat sel-sel pemula ( 4.4b). Oleh karena itu, supaya dapat dibedakan dari meristem akar lainnya, daerah sel-sel pemula ujung kadang-kadang disebut pula pusat tale bergerak.

Advertisement
Advertisement