Advertisement

 1. Bentuk ekstrem. Fenomenalisme ekstrem condong kepada idealisme subyektif. Maksudnya dunia merupakan suatu jumlah keseluruhan ide atau jumlah keseluruhan kompleks pencerapan. Bentuk yang ekstrem ini dapat pula menghantar kita kepada agnostisisme. Maksudnya, kita tidak tahu apa yang ada di belakang pencerapan atau sensasi.

2. Bentuk moderat. Fenomenalisme moderat menerima eksistensi obyek yang tampak dalam pencerapan. Fenomenalisme semacam ini mengarah kepada materialisme yang tidak konsisten yang menganggap obyek sebagai benda material. Fenomenalisme ini juga mengarah kepada agnostisisme Kant, kalau obyek-obyek dianggap sebagai “benda-dalam-dirinya-sendiri” yang tidak dapat diketahui.

Advertisement

3. Bentuk linguistik. Dalam positivisme modern, fenomenalisme mendapat bentuk linguistik. Ini terjadi sejauh tesis pokok fenomenalisme dikembalikan kepada kemungkinan mengungkapkan pengalaman dengan batiasa obyek atau fenomenalistik.

Advertisement