Advertisement

1.            Ateisme naif. Dalam filsafat Yunani kuno (mis. dalam karya Thales, Anaximenes, Herakleitos, Demokritos, Epikuros, Xenophanes dan Lucretius) terdapat unsur-unsur ateistis. Mereka berupaya menjelaskan fenomen-fenomen dengan sebab-sebab alamiah, walaupun ateisme mereka masih bersifat naif, spekulatif, dan tidak konsisten.

2.            Ateisme praktis dan teoritis. Seorang penganut ateisme praktis mempunyai keyakinan akan adanya Tuhan, tetapi menolak Tuhan dengan cara hidupnya. Dalam hidupnya ia bertingkah laku seolah-olah Tuhan tidak ada. Seorang pemeluk ateisme teoritis memutuskan bahwa Tuhan tidak ada. Ateisme teoritis terdiri dari dua macam: ateisme teoritis negatif dan ateisme teoritis positif. Seorang penganut paham yang terdahulu sama sekali tidak mengetahui tentang Tuhan atau mempunyai gagasan yang kacau mengenai Tuhan. Sikap pikiran semacam ini, bagi orang normal, dewasa tidak bertahan lama, karena kecenderungan seluruh kodrat manusia terarah kepada Tuhan, Sang ilahi. Penganut pandangan yang belakangan meragukan eksistensi Tuhan. Karena menurut mereka eksistensi Tuhan dibuktikan secara tidak memadai (skeptisisme). Mereka mengakui bahwa pernyataan yang sangat jelas mengenai Tuhan itu mustahil. Karena pernyataan mengenai Tuhan melampaui pengetahuan kita yang hanya terbatas pada pengalaman (Agnostis- isme). Ateisme teoritis positif dapat pula terjadi karena orang yakin secara subyektif bahwa Tuhan tidak ada. Ateisme teoritis positil ini dapat dijelaskan dari hakikat evidensi yang digunakan dalam pembuktian keberadaan Tuhan, karena evidensi itu tidak memberi jaminan penuh. Karena argumen yang dibentuk biasanya amat rumit. Dan kerumitan ini disebabkan banyaknya presuposisi epistemologis. Posisi ini juga dapat dijelaskan oleh dorongan “keberatan-keberatan” filosofis dan oleh pengaruh nafsu-nafsu pribadi. Namun, penganut sikap semacam ini telah membiarkan kecenderungannya yang terdalam mandek dan nyaris tidak bisa luput dari segala kesalahan. Jenis ateisme yang lain adalah ateisme postulatori. Ateisme jenis ini dicanang- kan F. Nietzsche dan N. Hartmann. Mereka menolak adanya Tuhan karena diandaikan Tuhan mengancam nilai-nilai manu- siawi atau nilai-nilai moral.

Advertisement

3.            Ateisme materialistis dan positivistis. Bentuk ateisme secara gamblang dapat ditemukan dalam matehalisme dan positivisme. Aliran-aliran ini menolak keberadaan dari yang rohani dan yang transenden.

Incoming search terms:

  • macam macam atheis
  • atheisme praktis adalah
  • atheisme praktis
  • atheisme arti
  • ateisme teoritis
  • ateisme praktis
  • ateis teoritis
  • macam-macam atheis
  • atheisme teoritis
  • contoh atheisme teoritis

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • macam macam atheis
  • atheisme praktis adalah
  • atheisme praktis
  • atheisme arti
  • ateisme teoritis
  • ateisme praktis
  • ateis teoritis
  • macam-macam atheis
  • atheisme teoritis
  • contoh atheisme teoritis