Advertisement

 1. Identifikasi Atman dengan Brahman, dalam Upanishad, mengandaikan bahwa tujuan hidup tercapai bila individu menyadari kesamaannya (identitasnya) dengan yang ilahi. Kiranya ini cocok dengan mistisisme introversif. Banyak teknik meditasi Yoga di rancang untuk maksud ini. Dan dalam aliran Advaita Vedanta, interpretasi Shankara mencapai kesadaran ini melalui pengenalan karakter khayali dunia ruang-waktu. Dalam filsafat Ramanuja, di mana ketuhanan di mengerti sebagai kesatuan ilahi maupun jiwa dunia, rupanya tekanan kita jatuh pada mistisisme introversif maupun ekstraversif.

2. Budhisme dapat dikatakan mewakili tipe mistisisme yang ketiga Dalam Budhisme Hinayana, kontemplasi mistik dipakai untuk memperoleh suatu keadaan yang kirannya tidak dapat dilukiskan sebagai persekutuan dengan Allah. Dalam Budhisme Mahayana, kendati di sini makhluk-makhluk ilahi muncul kembali tujuannya ialah identitas (penyamaan) dengan kodrat Budha Ini sepertinya tidak berbeda dengan tujuan dalam Budhisme Hinayana. Sekali lagi, dalam Budhisme Zen, yang menekankar pencapaian satori (hidup pencerahan), tujuannya ialah keadaan keberadaan dan bukan identifikasi dengan keberadaan ilahi.

Advertisement

3. Mistisisme di Barat dipersiapkan oleh: agama-agama misteri di Yunani; gerakan Gnostisisme yang mencapai puncaknya pada abad ke-2 M; tahap awal gerakan Neoplatonisme yang menggabungkan tekanan dari gerakan-gerakan terdahulu dengan Platonisme; dan gerakan monastisisme (kehidupan membiara) Kristen awal, yang menekankan meditasi dan askese, dengan pembersihan pribadi sebagai tujuannya.

4. Dalam agama Islam, Sufisme merupakan nama gerakan mistik. Mulai dengan kaum asketik Arab pada abad-abad pertama Masehi. Kemudian berkembang menjadi suatu persekutuan di dalam agama Islam, yang mencari kesatuan dengan Allah lewat doa dan laku-tapa.

5. Mistisisme Yahudi berpusat pada Cabala. Suatu gerakan yang mulai pada pengujung dunia pra-Kristen dan mencapai bentuknya tersendiri sekitar abad ke-14. Selain Cabala, juga Hasidisme, yang muncul pada abad ke-18. Cabala banyak mengambil unsur Gnostisisme dan Neoplatonisme. Hasidisme merupakan suatu gerakan pembaruan rohani, bernada etis, yang muncul dalam ajaran Yahudi. Martin Buber dewasa ini dipengaruhi oleh Hasidisme, dan menyebarluaskan secara luas penghargaannya atas gerakan ini.

6. Mistisisme Katholik Roma berawal dari monastisisme (kehidupan membiara), dan berkembang pada Abad Pertengahan melalui pengalaman-pengalaman meditasi suatu kelompok orang ternama. Termasuk ke dalam kelompok ini: Bernard dari Clairvaux yang tahap keempat cintanya menuntut penghapusan pendewaan diri St. Bonaventura yang menerangkan implikasi-implikasi mistis tradisi Agustinus dan Fransiskus dan yang mistisismenya berpusat pada citra Allah dalam manusia; Meister Eckhart, seorang mistikus Jerman yang dipanggil menghadap Inkuisisi dan sebagian ajarannya kemudian dikutuk; pengikutnya John Tauler, Henry Suso, dan John Ruysbroeck melanjutkan aliran iluminasi mistik ini. Sejumlah persekutuan agama muncul dari pengaruh-pengaruh ini. Tauler dan Suso adalah pusat suatu kelompok yang bernama Sahabat Allah. Di luar pengaruh kelompok ini German Theology, sebuah risalah mistik ternama mendapat sambutan baik. Ruysbroeck mendirikan sebuah per sekutuan religius. Groote membangun Brethren of the Cornmot Life (Persaudaraan Hidup Awam). Dari kelompok ini muncu karya devosional yang mengesankan ‘The Imitation of Chris (Mengikuti Kristus). Pada abad ke-16 Santa Teresa dari Avili dan Santo Yohanes dari Salib menambahkan kepada pengertiai literatur mistik tulisan-tulisan mereka.

7. Di antara para mistikus Protestan perlu disebutkan Jacoli Boehme, mistikus Jerman penganut Luther. Hidup pada per empat terakhir abad ke-16 dan perempat pertama abab ke-17. Ia mempengaruhi gerakan Pietisme Jerman dan bahkan gerakat Quakerisme abab ke-17. George Fox, pendiri doktrin Quaker tentang terang batin, pada dasarnya mistik. William Law, di¬sebut “mistikus Inggris”, dipengaruhi langsung oleh Boehm: dan pada gilirannya memberi pengaruh kuat pada John Weslej, pendiri Methodisme.

8. Pada dasawarsa-dasawarsa mutakhir klaim-klaim mistisisme dibela oleh para pemikir dari berbagai orientasi seperti Willian James, Martin Buber, dan Von Huegel.

Incoming search terms:

  • penjelasan tentang quakerisme

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • penjelasan tentang quakerisme