Advertisement

Menurut SR. Sianturi, bentukbentuk Gabungan Tindak Pidana ada tiga macam, yaitu (1) berbarengan tindakan tunggal (Concursus Idealis) sejenis dan beragam; (2) perbarengan tindakan jamak (Concursus Realis) sejenis dan beragam; (3) perbarengan tindakan berlanjut (Voortgezette Handeling) SR. Sianturi, 1989).
Dikatakan ada perbarengan tindakan tunggal adalah apabila dengan satu tindakan telah terjadi dua atau lebih tindak pidana. De-ngan kata lain, dengan tindakan yang sama telah juga terjadi tindak pidana lain. Misalnya, perkosaan dimuka umum. Tindakan demikian sekaligus menimbulkan dua macam tindak pidana, yaitu tindak pidana perkosaan (pasal 285 KUHP) dan kejahatan melanggar kesusilaan (pasal 281 KUHP) SR. Sianturi, 1989).
Perbarengan tindakan jamak, menurut SR. Sianturi dapat disim-pulkan dari pasal 65, 66, 70, dan bis. KUHP, yang terjadi apabila satu orang melakukan beberapa tindakan, beberapa tindakan itu adalah berdiri sendiri-sendiri dan termasuk di dalam dua atau lebih ketentuan pidana.
Perbarengan tindakan jamak sejanis adalah perbarengan tindakan jamak yang diancam dengan jenis pidana yang sama (pasal 65 dan 66 KUHP). Misalnya, samasama diancam pidana penjara atau diancam pidana kurungan. Per-barengan tindakan jamak beragam adalah perbarengan tindakan jamak yang terdiri atas jenis tindak pidana yang berbeda.
Perbarengan tindakan berlanjut diatur dalam pasal 64 KUHP, yang terjadi apabila tindakan-tindakan itu hubungan yang sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai tindakan berlanjut. Ciri-ciri per-barengan tindakan berlanjut adalah : (1) merupakan perwujudan dari satu kehendak jahat (One Criminal Intention); (2) delik yang terjadi sejenis; (3) tenggang waktu antara terjadinya tindakan-tindakan tersebut tidak terlampau lama (SR. Sianturi, 1989).
Menurut M. Yahya Harahap, bentuk-bentuk Gabungan Tindak Pidana diatur dalam paal-pasal 63, 64, 65, 66, dan 70 KUHP. Di dalam pasal 63 KUHP terdapat bentuk Concursus Idealis; di dalam pasal 65, 66 dan 70 KUHP terdapat bentuk Concoesus Realis; sedangkan di dalam pasal 64 KUHP terdapat bentuk Voorgezette Handeling (M. Yahya Harahap, 1988).
Menurut Loebby Loqman, bentuk-bentuk Gabungan Tindak Pidana meliputi :
(1) Gabungan Dalam Satu Perbuatan (Eendaadse Samenloop)/Concursus Idealis yang diatur di dalam paal 63 KUHP;
(2) Gabungan Dalam Beberapa Perbuatan/Meerdaadse Samenloop/Concursus Realis, yang diatur dalam pasal 65.KUHP; dan
(3) Perbuatan Berlanjutan/Voorgezette Samenloop/Voorgezette Handeling, yang diatur dalam pasal 64 KUHP (Loebby Loqman, 1992).

Incoming search terms:

  • gabungan tindak pidana
  • bentuk bentuk tindak pidana gabungan
  • perbarengan tindakan tunggal
  • pengertian gabungan tinxak pidana
  • pengertian perbarengan tindakan jamak
  • macam macam bentuk perbarengan
  • jenis jenis gabungan dalam tindak pidana
  • jenis gabungan pidana
  • sebutkan bentuk gabungan tindak pidana
  • bentuk-bentuk gabungan tindak pidana

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • gabungan tindak pidana
  • bentuk bentuk tindak pidana gabungan
  • perbarengan tindakan tunggal
  • pengertian gabungan tinxak pidana
  • pengertian perbarengan tindakan jamak
  • macam macam bentuk perbarengan
  • jenis jenis gabungan dalam tindak pidana
  • jenis gabungan pidana
  • sebutkan bentuk gabungan tindak pidana
  • bentuk-bentuk gabungan tindak pidana