BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

50 views

Oleh karena interaksi sosial terdiri dari kontak dan komunikasi, dan di dalam proses komunikasi mungkin saja terjadi pelbagai penafsiran makna perilaku; dan penafsiran makna yang sesuai dengan mak-sud fihak pertama akan menghasilkan suatu kondisi yang kondusif di antara kedua belah fihak yang dapat dinamakan suatu keija sama. Tetapi, apabila penafsiran makna tingkah laku itu menyimpang atau bertentangan dengan makna yang dimaksud, kemung-kinan akan menghasilkan pertikaian, dan yang mung-kin akan berlanjut menjadi persaingan.

Suatu pertikaian (tidak) mungkin akan berlang-sung untuk selama-lamanya (walaupun mungkin ada),sebab pada suatu saat atau suatu ketika ia (pertikaian) akan mendapatkan penyelesaiannya (walaupun bersifat sementara saja). Suatu keadaan selesainya pertikaian merupakan working relationship yang di-sebut, akomodasi (“accomodation”) dan ini dapat dipandang sebagai bentuk interaksi sosial.

Dengan demikian, bentuk-bentuk dari interaksi sosial itu adalah terdiri dari:

  1. Keija sama
  2. Pertikaian
  3. Persaingan, dan
  4. Akomodasi.

Soeijono Soekanto menyatakan bahwa pada da-sarnya ada dua bentuk umum dari interaksi sosial, yaitu assosiatif dan dissosiatif. Suatu interaksi sosial yang assosiatif merupakan proses yang menuju pada suatu kerja sama. Sedangkan bentuk interaksi dissosiatif dapat diartikan sebagai suatu perjuangan melawan seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. Apakah suatu interaksi sosial dissosiatif mengakibatkan hal-hal positif, tergantung pada masalah yang dipertentangkan dan juga dari struktur sosial di mana pertentangan itu terjadi. Salah satu faktor yang akan dapat membatasi akibat-akibat negatif dari pertentangan adalah sikap toleransi yang telah melembaga. Dengan demikian proses interaksi dissosiatif mungkin berguna bagi masyarakat yang bersangkutan terutama dalam hal-hal sebagai berikut:

  1. Untuk menyalurkan keinginan-keinginan yang ber-sifat kompetitif. –
  2. Sebagai suatu jalan atau saluran di mana keinginan- keinginan, kepentingan-kepentingan serta nilai- nilai yang ada pada suatu masa menjadi pusat perhatian, tersalur dengan sebaik-baiknya.
  3. Sebagai alat untuk mengadakan seleksi sosial.
  4. Sebagai alat untuk menyaring warga-warga masya-rakat untuk mengadakan pembagian kerja.10

Menelaah pernyataan di atas, maka dapat dike- mukakan bahwa bentuk umum dan bentuk khusus dari bentuk umum interaksi sosial adalah sebagai berikut:

–              bentuk umum Assosiatif, meliputi bentuk khusus

  1. kerja sama,
  2. akomodasi.

—           bentuk umum Dissosiatif, meliputi bentuk khusus

  1. pertikaian
  2. persaingan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *