Advertisement

Manajer yang membukukan angka 100 atau lebih dihinggapi kelesuan manajerial sangat berat, apabila tidak segera diambil tindakan maka dapat memusnahkan karier dan kesehatan psikologisnya. Perolehan angka 70-99 mengindikasikan kasus serius; tindakan segera diperlukan agar si manajer tidak menjadi lebih ekstrim. Para manajer dengan perolehan angka dalam kisaran 40-69 memperlihatkan gejala penyakit dan tindakan pencegahan, disarankan agar penyakit tidak menjadi semakin berat. Perolehan angka sekitar 20-39 menunjukkan manajer itu sehat walaupun masih dapat terhinggapi penyakit. Manajer dengan perolehan angka dibawah 20 dinyatakan sehat. Manifestasi penyakit sudah terungkap dalam sebagian besar dari 28 pertanyaan diatas. Kelesuan manajerial adalah perasaan seseorang tidak seproduktif yang dimungkinkan, perasaan tidak cukup tertantang oleh proyek yang ada atau bergairah karena prospek masa depannya. Kreativitas dan potensi seseorang tidak dimanfaatkan sepenuh atau sesering mungkin; bahwa usaha seseorang  dan usaha organisasinya tidak banyak berguna dan tidak dilakukan dengan gaya yang baik; bahwa organisasi dan pegawainya sebenarnya hanya tingkat kelas dua saja; dan bahwa ia akan kehilangan semangat, ambisi dan mimpi tentang masa depan yang gemilang.

Manajer yang berhasil dimotivasi oleh berbagai faktor. Didalamnya termasuk kisaran tanggung jawab yang luas, tantangan, dampak positif pada organisasi, pengakuan, kompensasi, hubungan baik dengan atasan dan bawahan, kebebasan berinovasi, bebas mengatur diri sendiri, langkah maju organisasi, kualitas organisasi dan pegawainya serta masa depan baik bagi organisasi maupun individu. Disamping itu semua, manajer yang berhasil sangat mementingkan belajar dan pertumbuhan dalam pekerjaannya. Orang berbakat tetap termotivasi dan kreatif apabila mereka merasa bahwa apa yang mereka kerjakan hari atau tahun ini jauh lebih baik daripada apa yang telah mereka lakukan sebelumnya. Mereka yang berhasil senantiasa ingin mencapai lebih banyak lagi, memperbaiki yang kurang dan mendemonstrasikan keterampilan, pengetahuan dan kemampuan baru. Begitu besar, ego para eksekutif tertanam dalam pekerjaan mereka, sehingga jika pada suatu saat mereka menemukan bahwa mereka tidak dapat naik lebih tinggi lagi dan hanya berlari di tempat saja, maka kekecewaan dan frustrasi akan timbul. Jika eksekutif yang berhasil telah sampai pada pendataran kariernya, besar kemungkinan ia baik individu maupun organisasi harus selalu bertanya, “Apakah yang telah saya capai tahun ini jauh lebih baik daripada hasil tahun lalu, menunjukkan bahwa terdapat cukup banyak pertumbuhan dalam kcmam puan saya dalam bidang khusus ini dan merupakan landasan kokoh untuk belajar lebih lanjut dan menambah keterampilan pada organisasi dan harga. Tetapi banyak hal yang dapat mengganggu proses ini. Seorang manajer dapat mengalami “krisis umur pertengahan”, dimana ia mulai memperta-nyakan kehidupan, karier, tujuan hidup dan hubungan pernikahan. Penyebab kelesuan lain yang sering timbul adalah pekerjaan atau lingkungan organisasi. Mungkin ada stagnasi ekonomi atau resesi (dan mengurangi kesempatan untuk pertumbuhan, inovasi, merger, akuisisi), peningkatan persaingan di dalam maupun di luar negeri; laba menurun sehingga mengurangi penambahan kompensasi bagi manajer beserta stafnya bahkan mungkin meniadakannya sama sekali; perputaran lebih tinggi dalam perusahaan; tanggung jawab lebih besar disebabkan oleh pengurangan staf; peraturan semakin bertambah, demikan juga larangan; kekhawatiran mengenai pekerjaan dan lain sebagainya. Sering terjadi bahwa kombinasi ketegangan dalam menaiki jenjang karier eksekutif, atau karena bertahun-tahun mengalami ketegangan menyebabkan seorang manajer menjadi lesu. Dapat juga terjadi manajer yang telah sampai dipuncak dimana ia sudah mencapai kedudukan atau pendapatan tertinggi — karena keterbatasan personalia dan/atau kondisi organisasi yang tak dapat ia kendalikan — dibawah kondisi ekonomi dan kompensasi yang berlaku, sehingga sulit mendapatkan pekerjaan yang sama atau lebih baik di tempat lain.

Advertisement

Secara sederhana, kelesuan manajerial dapat merupakan salah satu aspek kelesuan umum. Sudah sering terdengar saran dan pendapat untuk mengobati masalah ekonomi dan manajemen (Amerika); penurunan pajak dan penciptaan insentif untuk bisnis dan individu; menggalakkan tabungan oleh individu dan penanaman modal oleh bisnis; industrialisasi kembali dan deregulasi bisnis; penekanan pada produktivitas dan motivasi (lingkaran kualitas, kualitas masalah penghidupan); lebih memperhatikan teknologi tinggi, komputerisasi dan robot, dan sebagainya. Tetapi apa yang sering terabaikan adalah penekanan pada kewiraswastaan, menggairahkan manajemen yang menonjol, serta aspirasi dan standar lagi. Tampaknya kita ini berlari-lari kecil saja, mengekang diri dan maju dengan perlahan. Seharusnya kita berlari secepatnya agar segera mencapai kreativitas, inovasi dan keberhasilan. Kita juga harus bersiap untuk lari maraton: memandang jauh kedepan, merencanakan dan maju untuk jangka panjang serta menetapkan tujuan untuk lima, sepuluh bahkan lebih tahun kedepan. Sebagai manajer, kita sering menjadi malas dan sudah puas dengan dapat mengikuti arus saja. Hal ini digabung dengan keinginan untuk penghargaan segera, mengarah kepada pengurangan tekanan pada kualitas pekerjaan yang dilakukan. Standar penilaian, keija keras, pujian dan pengakuan yang telah berkurang dan devaluasi ini tidak hanya melanda organisasi saja, tetapi telah merusak sistem pendidikan kita juga. Masyarakat kita telah tidak perduh dan sikap ini mempengaruhi setiap individu mulai dari taman kanak-kanak, sekolah menengah dan tinggi sampai ketingkat manajemen puncak. Bisnis (Amerika) terlalu sibuk dengan laba jangka pendek dan dividen, dan kurang memperhatikan masa depan dan motivasi pegawai, kepuasan bekerja dan gagasan baru. Kita terlalu banyak menekankan pada angka, komputer dan analisis kuanutatu Ter;aiu banyak eksekutif dan lulusan MBA yang baru telah kehilangan (bahkan mungkin tidak pernah memiliki) semangat wiraswasta dan ketegaran untuk mengambil keputusan dan menanggung risiko berat. Mereka sibuk dengan analisis finansial dan laporan sistem informasi manajemen, sehingga terpisah jauh dari jantung usaha yang mereka kelola dan kebutuhan pegawai dan pelanggan, serta pasar dan teknologi sekarang dan masa depan. Tidak adanya kebanggaan dalam keterampilan kerja dan kualitas pekerjaan serta pelayanan, semakin lama semakin kita terima sebagai hal biasa. Lebih dan keadaan sebelumnya, masyarakat kita menghasilkan orang-orang yang mengharapkan sanjungan, promosi, bonus, hadiah, peningkatan pendapatan untuk performa yang kurang atau paling banyak sedang-sedang saja. Seharusnya hal seperti itu tidak cukup untuk diri kita sendiri, staf kita, organisasi kita, perusahaan dan pemimpin nasional kita dan juga bangsa kita seluruhnya.

Advertisement