Advertisement

REVOLUSI kemerdekaan, masa ketika semangat nasionalisme berkobar melawan penjajah. Sebuah poster cat minyak berukuran 80 x 100 cm yang disebarkan ke seluruh negeri menjadi salah satu pembakar semangat para pejuang. Gambar dalam poster itu begitu menggugah, dengan tangan terangkat dan rantai belenggu yang terputus. Sebuah teks melengkapi, bertuliskan “Bung, Ajo, Bung!”.

Hingga kini karya kolaborasi itu masih menggaung di kalangan pencinta seni dan sejarah, serta selalu dicari keberadaannya. Kolaborasi poster legendaris ini melibatkan Affandi sebagai penggambar, Chairil Anwar yang menelurkan teks, pelukis maestro Soedjojono sebagai penggagas, dan Dullah yang juga seorang pelukis sebagai model.

Advertisement

Sebuah karya seni memang mampu bersuara lantang, tanpa harus raua masanya, seuap Karya tulisnya dianggap sebagai bentuk provokasi menentang kestabilan negara. Dibui dan diasingkan berulang kali baik pada masa kolonial Belanda, Orde Lama, dan Orde Baru, tetap tak membuat Pramoedya berhenti berkarya.

la tetap setia mengangkat kisah kehidupan manusia Indonesia dengan berbagai intrik sosial, budaya, dan politik, serta sarat dengan ungkapan-ungkapan kritis yang menggugah. Meski karyanya sempat dilarang beredar dan banyak yang dibumihanguskan.

Incoming search terms:

  • berteriak lantang
  • berteriak tanpa suara
  • maksud berteriak lantang
  • penjelasan tentang suara lantang

Advertisement
Filed under : Bikers Health, tags:

Incoming search terms:

  • berteriak lantang
  • berteriak tanpa suara
  • maksud berteriak lantang
  • penjelasan tentang suara lantang