Rasionalisme.

Bloomsbury group (kelompok bloomsbury) adalah Istilah ini telah lama dipakai untuk menunjukkan sekelompok tokoh seni-es­tetika dan INTELLECTUAL yang berpengaruh , atau setidaknya yang menarik banyak perhatian, di paruh pertama abad ke-20. Mereka ini biasanya terkenal karena opini­opininya dan (terutama) kehidupan seks­nya yang tidak konvensional, sehingga me­narik bagi para penulis biografi. Nama ini berasal dari nama distrik Bloomsbury di London tengah. Setelah kematian Sir Leslie Stephen (1832-1904), pujangga dan editor Dictionary of National Biography, keem­pat anaknya, termasuk Vanessa (Bell) dan Virginia (Woolf), pindah dari Hyde Park Gate ke Gordon Square 46 di Bloomsbury. Di sini, mereka dan kawan-kawannya ber­temu secara berkala untuk berbincang dan berdiskusi, dan akhirnya terbentuklah ke­lompok inti yang bertahan lama.

Skeptisisme.

Kelompok tersebut tidak punya iden­titas resmi, walaupun banyak anggotan­ya adalah termasuk anggota kelompok elit Society of Apostles di Universitas Cam­bridge. Kelompok Bloomsbury pada ke­nyataannya hampir sepenuhnya berang­gotakan orang yang terdidik di Cambridge dan (belakangan) orang yang berbasis di Cambridge: mereka itu adalah filsuf G. E. Moore dan Bertrand Russell (keduanya dari Trinity College), sejarawan G. Lowes Dickinson, kritikus seni Roger Fry, bio­grafer dan kritikus sastra Lytton Strachey, novelis E. M. Forster, dan ekonom J. M. Keynes (semuanya lulusan atau Fellow dari King’s College). Yang kurang terke­nal adalah kritikus Clive Bell (suami Vane­ssa), pelukis Duncan Grant, dan adminis­trator serta pemikir dari kelompok Fabian, Leonard Woolf (suami Virginia, dan juga pendiri Hogarth Press bersama istrinya itu). Pengaruh kelompok ini bertahan sam­pai era 1950-an, bahkan sesudahnya, di mana sebagian pengaruh itu dipertahan­kan melalui anak-anak mereka dan seba­gian melalui anggota baru seperti kritikus koran Raymond Mortimer (yang disebut­sebut menjadi model dari tokoh Pangeran Daniyal yang bejat dalam novel karya L. H. Myers The Root and the Flower (1935), sebuah novel terkuat dalam menyindir Bloomsbury).

Agno­tisisme religius. Bloomsbury group (kelompok bloomsbury) adalah

Bloomsbury pada dasarnya adalah ke­lompok bohemian dari kalangan menen­gah ke atas yang terdidik di Cambridge pada masa Victorian akhir. Kelompok ini menganut tradisi Cambridge teruta­ma rasionalisme, skeptisisme, dan agno­tisisme religiusnya, tetapi menolak UTILI­TARIANISM, puritanisme, dan spirit publik (yang dicontohkan oleh klan Stephen dan Strachey, yang mengaku kelompoknya pu­nya anggota dari tokoh terkemuka dari ka­langan hukum, militer dan pemerintahan, dan punya koneksi Evangelis). Pandangan Bloomsbury adalah pandangan Epicurean, hedonistik, pasifis, subjektivis, dan (kecua­li menyangkut seni dan “relasi personal”) monoton. Keynes dalam Memoir (1949) menyatakan “Tidak ada yang penting ke­cuali keidaan pikiran kita, dan pikiran orang lain tentunya, tetapi terutama yang terpenting adalah pikiran kita Kami me­nolak sepenuhnya moral adat, konvensi, dan kebijaksanaan tradisional.

Filed under : Bikers Pintar,