Advertisement

Mengatasi Gravitasi merupakan masalah terbesar untuk memasuki antariksa. Sebuah roket mengatasi gravilasi dengan memberikan daya dorong. Daya dorong, sepcrti juga gaya bcrat, dapat diukur dalam newton. Unluk mengangkat sebuah pesawat ruang angkasa, sebuah roket harus memiliki daya dorong yang lebih besar dari jumlah bobotnya sendiri dan bobot pesawat ruang angkasanya. Kelebihan daya dorong mcmpercepat pesawat, membuat pesawat naik lebih cepat, dan kecepatan yang diperlukan dalam per- jalanan akan lebih cepat tercapai.

Mesin-mesin roket menghasilkan daya dorong dengan membakar sejumlah besar~bahan baka . Selama bahan itu terbakar, akan dihasilkan gas yang panas. Panas ini akan membuat gas bertekanan sangat tinggi. Tekanan gas ini menjalankan dua macam peranan: (1) mendesak gas kc belakang sehingga ke- luar melalui nosel (nozzle) roket, dan (2) mendorong roket naik.

Advertisement

Bahan bakar roket disebut propelan. Cairan pro- pelan ini bekerja karena menyatunya bahan bakar, se- perti kerosena atau hidrogen cair dengan pengoksid (misalnya oksigen cair). Bahan bakar dan pengoksid ini bercaksi pada saat dicampur. Sedangkan bahan bakar padat roket umumnya berupa zat-zat kimia kering.

Di Amerika Serikat, pesawat utama untuk peneliti- an dan penjelajahan adalah pesawat ulang-alik. Pesawat ini berangkat seperti sebuah roket, mengorbit bumi selaku sebuah pesawat ruang angkasa, dan mendarat di bumi seperti pesawat terbang. Pesawat ini terdiri atas sebuah pengorbit (orbiier), sebuah tangki luai, dan dua pendorong roket.

Pengorbit menyerupai sebuah pesawat terbang. Bagian inilah yans uicn.bava awak dan muatan. Pengorbit ini mempunyai tiga mesin roket yang menggunakan propelan cair dekat ekornya. Propelan ini dialirkan ke mesin dari tangki luar. Tangki luar ini dapat menampung lebih dari 680 ton propelan, yang terdiri atas cairan hidrogen dan oksigen cair. Setiap roket mampu menampung sekitar 589 ton bahan bakar padat. Bahan bakar padat ini dapat mcnghasilkan sekitar 12 juta newton gaya dorong.

Mesin-mesin pcndorong ini menyatu dcngan pendorong roket, sehingga dapal memberikan daya dorong pesawat ulang-alik. Setclah dua menil tcrbang, pendorong itu memisah dari pengorbit.

Kembali ke Bumi merupakan masalah yang berlawanan dcngan masalah ketika naik ke antariksa. Pesawat ulang-alik harus mengurangi kccepatannya. Pesawat pengorbit ini mcmiliki mesin-mesin yang Iebih kecil agar dapat metnperlambat pcsawat dan niengubah orbitnya untuk kembali ke bumi. Mesin-  ini pun dapat digunakan untuk bermanuver selama mengorbit. Pengorbit ini memasuki atmosfcr dcngan keccpatan lebili dari 25.800 kilometer per jam. Mcskipun pcsawat meniperlainbat kccepatannya, gesckan dengan udara tetap menghasilkan panas yang hebat. Suhu pada sayap pesawat dapat mencapai °C. Sebuah sistem pelindung—terdiri atas lebih dari 25.000 lembar keramik yang ditcmpelkan pada badan pesawat—melindungi pesawat dari panas ini.

Incoming search terms:

  • bagaimana cara pesawat luar angkasa mengatasi udara yang tidak punya gravitasi
  • cara menghindari gravitasi
  • bagaimana caranya roket melewati gravitasi
  • bahan bakar pesawat ualng aling
  • bahan bakar pesawat ulang alik
  • gas bahan bakar pesawat ulang alik
  • keunggulan dari terbang seperti astronot
  • pegertian ulang aling
  • sebuah pesawat ulang-alik hendak kembali

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • bagaimana cara pesawat luar angkasa mengatasi udara yang tidak punya gravitasi
  • cara menghindari gravitasi
  • bagaimana caranya roket melewati gravitasi
  • bahan bakar pesawat ualng aling
  • bahan bakar pesawat ulang alik
  • gas bahan bakar pesawat ulang alik
  • keunggulan dari terbang seperti astronot
  • pegertian ulang aling
  • sebuah pesawat ulang-alik hendak kembali