Advertisement

suatu jenis kucing liar yang berukuran besar. Kakinya panjang dan tubuhnya sangat langsing. Hal ini memungkinkan citah berlari cepat sehingga dijuluki pelari tercepat dunia. Kecepatan larinya dapat mencapai 100—110 kilometer per jam dalam jarak sejauh 500 meter. Namun dalam jarak yang panjang, kecepatan larinya kalah dari kecepatan lari kuda. Sejak peradaban Sumeria dan Firaun, citah sudah digunakan sebagai pengiring pemburu yang handal jika terlatih baik. Hal ini terjadi lebih kurang 3.000 tahun SM. Untuk menjadi pemburu yang handal, citah hanya perlu dilatih selama enam bulan. Marco Polo (1254-1324) pernah melaporkan bahwa Kubilai Khan, kaisar Mongolia, telah memelihara 1.000 ekor citah untuk berburu rusa. Citah yang berhasil menangkap binatang buruannya dihadiahi isi perut binatang buruan itu. Anehnya, meskipun citah sudah lama dipelihara manusia tidak satu pun yang pada waktu itu berhasil dikembangbiakkan. Selain digunakan sebagai binatang pemburu, citah ditangkap untuk memperoleh bulunya yang indah. Itulah sebabnya nasib citah terancam punah sehingga sekarang dilindungi undang-undang. Keberhasilan pengembangbiakan citah baru diketahui akhir-akhir ini saja. Di alam, perbandingan citah jantan dan betina adalah 3:1, meskipun ada pula yang berhasil mencapai perbandingan 1:1. Tampaknya hal ini berkaitan dengan perilaku mengasuh anak; citah jantan ikut mengasuh anak- anaknya.
Panjang tubuhnya 140—150 sentimeter, tidak ter-masuk ekornya yang 60—80 sentimeter. Bobotnya mencapai 60 kilogram. Daerah sebarannya meliputi Afrika, Asia Kecil, Turki, dan India, di daerah sabana yang kering.
Jejak cakar citah nyata sekali, karena cakarnya tidak dapat dimasukkan ke dalam kantung cakar seperti kucing dan kerabat yang lain. Bulunya agak kasar, berwarna kuning muda sampai kuning oker, kemerah-merahan pada sisi atas dan pinggang. Sisi bawah berwarna putih dan seluruh tubuhnya bertutul- tutul hitam, mirip harimau tutul. Sepertiga bagian tejakhir ekornya belang-belang hitam. Dari bawah mata /melewati pipi ke sudut mulut terdapat garis hitam yang khas. Ujung ekornya yang putih tampak jelas saat citah berjalan karena ekornya agak diangkat. Telinganya kecil dan bundar. Warnanya kuning di sisi luar dengan noda-noda hitam panjang pada pangkalnya. Bulu kuduknya lebih panjang daripada bulu bagian badan lainnya sehingga membentuk surai pendek.
Citah berkembang biak dengan melahirkan anak sebanyak 1—8 ekor setelah masa bunting 90—95 hari. Anak citah yang baru lahir berbobot 250—280 gram dan matanya tertutup. Pada umur tiga minggu citah sudah diajari makan makanan padat. Pada usia enam minggu, citah disapih, dan pada usia delapan bulan separo jumlah anaknya meninggal. Musuhnya adalah singa, harimau, hiena, dll. Masa akil balig dicapai pada usia dua tahun bagi betina. Jika dipelihara, citah dapat mencapai umur 18 tahun, tetapi umumnya 3,5 tahun. Sering kali terdapat induk citah yang tidak mau menyusui anaknya dan membunuhnya.
Citah aktif mencari makan pada siang hari, sesekali pada malam hari. Makanannya daging segar, sesekali juga bangkai jika lama tidak ada mangsa. Binatang buruannya antelop, rusa, zebra, kelinci, rodensia, dan burung. Citah melokasi mangsanya dengan ketajaman matanya. Jika sudah melihat mangsanya, citah akan menuruni bukit mendekati mangsa dengan berjalan mengendap-endap di tempat yang terlindung tumbuhan. Setelah jarak dengan mangsanya tinggal 20—100 meter, mangsanya dikejar dengan kecepatan 100 kilometer per jam. Jarang ada mangsa yang lolos dari kejarannya. Jika mangsanya lolos, citah akan menghentikan pengejarannya. Mangsa yang tertangkap digigit kerongkongannya sampai mati. Sesudah itu, citah membedah perutnya dan mengeluarkan organ dalamnya. Yang dimakan berturut-turut adalah hati, ginjal, dan jantung. Baru sesudah itu, dimakannya hidung, lidah, mata, daging kepala, daging rusuk, dan tungkai. Mangsanya jarang dibawa ke tempat lain.
Citah hidup dalam kelompok yang anggotanya ter-diri atas betina-betina dengan anak-anaknya yang remaja. Ada pula kelompok yang beranggotakan 3—4 ekor jantan dewasa. Pada saat musim kawin, citah jantan dewasa tinggal bersama dengan yang betina dalam waktu cukup lama sampai anak-anaknya mampu mencari makan sendiri. Citah jantan dewasa aktif membantu mengasuh anak-anaknya. Kadangkala kelompok-kelompok betina dan jantan mengadakan pertemuan di tempat-tempat tertentu yang ditandai dengan bekas-bekas cakaran pada batang-batang pohon. Diduga citah mempunyai perilaku kewilayahan yang sifatnya sementara, artinya wilayah dipertahankan hanya pada jangka waktu tertentu. Klasifikasi Ilmiah. Citah termasuk marga Acinonyx; jenis Ajubatus.

Incoming search terms:

  • ##########
  • citah
  • antelop makanan citah
  • arti dari citah
  • citah dalam kelompok?
  • Citah Yang Dilindungi
  • definisi citah
  • kelompok citah

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • ##########
  • citah
  • antelop makanan citah
  • arti dari citah
  • citah dalam kelompok?
  • Citah Yang Dilindungi
  • definisi citah
  • kelompok citah