Advertisement

API adalah energi berupa kalor dan cahaya yang berasal dari zat yang terbakar. Manusia prasejarah telah menggunakan api untuk menghangatkan tubuh. Kemudian mereka memanfaatkannya untuk memasak makanan, menempa senjata dan peralatan, membakar tanah liat menjadi tembikar, dan untuk penerangan. Sekarang penggunaan api sudah sedemikian luas dan menjadi sangat penting bagi kehidupan manusia. Api digunakan untuk menjalankan mesin dan mempertahankan berfungsinya industri besar. Api juga memberikan tenaga untuk menjalankan kereta api, kapal dan pesawat terbang. Di samping itu, api dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga listrik. Api juga digunakan untuk memusnahkan sampah dan membasmi kuman yang berbahaya. Api yang terkendali sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia; tetapi yang tak terkendali, akan membunuh ribuan orang dan memusnahkan harta benda.

Apakah Api Itu? Ketika suatu zat terbakar, timbulah energi berupa kalor dan cahaya. Cahaya pada api terjadi karena terjadi eksitasi atom-atom oleh panas.

Advertisement

Pada hakikatnya, pembakaran adalah reaksi yang cepat antara oksigen dengan suatu zat. Bila proses ini terjadi lambat, tidak akan terjadi panas atau cahaya. Proses ini disebut oksidasi. Proses oksidasi terjadi baik pada reaksi yang cepat maupun yang lambat. Pada proses perkaratan besi, tidak terjadi pembakaran melainkan oksidasi.

Api dilambangkan sebagai sesuatu yang suci karena sangat penting bagi kehidupan manusia. Pemujaan terhadap api dan matahari ada sejak jaman purbakala. Manusia purba menganggap api sebagai pemberian Tuhan. Karena itu, api dianggap mempunyai kekuatan. Menjadi kebiasaan kala itu menyimpan api, artinya api tidak pernah boleh dimatikan. Api selalu disimpan di pusat pemerintahan desa bangsa-bangsa Mesir, Persia, Yunani, dan Romawi.

Kuil Vesta di Roma adalah contoh utama tentang pentingnya api dalam kehidupan orang Romawi. Vesta semula adalah Dewi Api, yang ada dalam tempat pemujaan di setiap rumah. Tetapi ketika agama menjadi urusan negara, candi Vesta, tempat penyimpanan api suci yang terus menyala, harus selalu dikelilingi api. Untuk melayaninya (menjaga agar api tidak padam) dipilih perawan-perawan Vesta, yang mengabdikan hidup mereka untuk menjaga api. Dipilih juga imam tertinggi yang melindungi negara dan menentukan siapa yang tepat untuk dijadikan perawan-perawan Vesta. Pada masa kekaisaran Romawi ini juga, kekuatan dan kekuasaan Dewa Sinar (Mithra) dianggap sama dengan matahari.

Di India, api memegang peranan penting dalam upacara. Api juga dianggap sebagai dewa; dewa api di India disebut Agni. Penggunaan teknologi api (piroteknologi) akhirnya mendorong ke arah ditemukannya teknologi logam (metalurgi).

Incoming search terms:

  • defenisi memasanf api

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • defenisi memasanf api