Advertisement

CARA MEMBUAT KARIKATUR – Dari kata Italia caricatura yang ber­arti “tindakan memuati”, ialah perkembangan kartun politik, gambar lucu yang agak menyimpang dan ber­sifat satirik atau menyindir, baik terhadap orang atau tindakannya. Biasanya karikatur digunakan sebagai sindiran terhadap sesuatu yang terjadi dalam kehidup­an masyarakat.

Karikatur berkembang pesat, terutama setelah surat kabar mengalami kemajuan pesat dan memberikan tempat untuk karya seni kritik. Bahkan dewasa ini ka­rikatur menempati posisi khusus dalam sebuah media.

Advertisement

Karikatur sering juga disebut tajuk rencana dalam gambar. Karikatur adalah jiwa rasa, sosok pikiran me­dia massa yang bersangkutan.

Sejarah karikatur, walaupun tidak sehebat kartun, memiliki kepepatan, keunikan, sekaligus keseruan. Salah satu contoh adalah apa yang dialami pelukis, karikaturis, dan pematung Perancis, Honore Daumier (1808-1879). Daumier, melalui karikaturnya dalam bentuk litografi, secara tajam menyorot kepincangan masyarakat sekitarnya dengan manisfestasi khas. Un­tuk golongan masyarakat bawah, ia menghadirkan ka­rikatur berjudul Kereta Kelas Tiga, sedang untuk masyarakat atas ia memuat kritik pada karyanya, se­perti tampak pada karikatur Le Ventre Legislatif pada tahun 1834, suatu pukulan bagi anggota legislatif yang oportunis, dan Rue Transnonain (1834) yang di­muati sindiran tentang kekejaman alat negara terha­dap penduduk.

Daumier, seperti juga karikaturis lain, meng­gunakan konsep kesenian keindahan adalah moral. Fisik dan teknik karikatur berkaitan dengan masalah keterampilan dan ketekunan latihan, tetapi soal moral adalah masalah paling mendasar dari suatu keindah­an. Atas dasar konsep itu Daumier pantang mundur, walaupun harus menghadapi pejabat pemerintahan secara habis-habisan. Dua tahun sebelum menciptakan karya di atas, Daumier pernah dipenjara selama enam bulan oleh pemerintah Perancis, karena karika­tur politiknya, Gargantua.

Di Amerika Serikat muncul karikaturis Thomas Nast (1840-1902). Didukung politik yang demokratis, karya Thomas Nast dinilai sangat tajam dan langsung mengarah sasaran. Teknik yang dipilihnya meng­gunakan banyak arsir dan mendetil, menyerupai ilus­trasi. Banyak karikatur Nast dimuat dalam mingguan Harper.

Perkembangan karikatur dapat dinikmati dewasa ini. Setiap surat kabar atau majalah selalu memuat ka­rikatur. Fungsi dunia karikatur meningkat, jika dulu karikatur merupakan kombinasi editorial atau opini, sekarang karikatur dipakai secara mandiri sebagai wakil media massa yang bersangkutan. Begitu juga yang terjadi di Indonesia.

Karikatur Indonesia.

Indonesia saat kini mempu­nyai dua karikaturis besar, yaitu GM Sudarta dan Pramono. Mereka besar dalam arti sesungguhnya; gambarnya bernilai tinggi, wawasan luas, serta gaya sentilannya khas dan mengena; bukan hanya besar penggemarnya.

GM Sudarta dengan figur Oom Pasikom (Harian Kompas) yang menggunakan topi baret dan jas tam­balan. Gambaran ini melambangkan tuan-tuan yang kebarat-baratan dengan mulut antara menangis dan meringis, dengan senyum munafik. Oom Pasikom se­benarnya sosok bangsa Indonesia secara lengkap, dia­kui atau tidak.

GM Sudarta pernah mengalami nasib seperti Dau­mier, walau tidak sampai dipenjara. Pada tahun 1974, ia mengritik kebijaksanaan ekonomi Indonesia yang pada waktu itu bekerja sama dengan Jepang. Gambar kocak itu menyebabkan ia dilarang menampilkan ka- rikaturnya selama sepuluh bulan.

Pramono (Harian Suara Pembaruan) memiliki coretan elastis dan dinamis. Pramono adalah peserta res. mi Cartoon Contest dan pameran yang diadakan di Montreal, Kanada, setiap tahun. Ia memiliki medali perunggu The Yomiori International Cartoon Contest yang diselenggarakan oleh The Yomiori Shimbun, Je. pang, 1980. Ia pemegang hadiah karikatur Adinegoro. Sebelum kemunculan dua tokoh ini, pers Indonesia disuguhi banyak karikatur karya Alex Dinuth dan Si barani. Beberapa tahun setelah langkah Sudarta dan Pramono, kini bermunculan karikaturis muda yang potensial, seperti misalnya Thomas Lionasr, Non-0 Liem Boen Cai.

Perkembangan kartun dan karikatur seperti mozaik, dapat terbelah-belah, tetapi menyatu dalam satu bentuk yang dapat dibaca dengan sosok yang jelas. Perjalanan kartun dan karikatur dari jaman ke jaman seperti sebuah siklus, yang dapat bertemu pada se­buah titik dan mengadakan perpaduan difusif yang menarik.

Kartun yang lebih menitikberatkan sekadar kelucuan dapat bergabung dengan karikatur. Humor yang melebar bercampur dengan humor yang mengarah akan melahirkan karikartun, sebuah istilah yang be­lum pernah muncul sebelumnya. Walaupun keberada­annya tidak aneh dan tidak ganjil, namun istilah ini belum pernah muncul di negara lain, karena istilah ka­rikartun memang berasal dari kata Indonesia.

Kehidupan karikatur dan kartun di Indonesia dapat dikatakan indah. Hal ini, selain ditandai dengan seringnya pameran karikatur dan kartun, juga dimo- numeni berdirinya Seksi Karikatur dalam lembaga Persatuan Wartawan Indonesia. Bahkan di Pasar Seni, Ancol, telah berdiri sebuah kios bernama Kedai Se­nyum, suatu tempat yang menjual karya-karya karika­tur, kartun, dan karikartun dalam kemasan ekspor, yaitu dengan tata warna menarik dan dibingkai de­ngan pigura. Penghuni kedai ini di antaranya Pramo­no, Johnny Hidayat, GM Sudarta, Maria.

Incoming search terms:

  • pengertian karikatur
  • karikatur adalah
  • cara membuat karikatur tokoh politik indonesia
  • seni karikatur
  • fungsi gambar karikatur
  • indonesia yang banyak membuat karikatur
  • contoh gambar karikatur tentang menyindir globalisasi
  • cara menggambar karikatur pejabat
  • Cara membuat karikatur untuk majalah/surat kabar
  • gambar karikatur arsiran tokoh indonesia

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian karikatur
  • karikatur adalah
  • cara membuat karikatur tokoh politik indonesia
  • seni karikatur
  • fungsi gambar karikatur
  • indonesia yang banyak membuat karikatur
  • contoh gambar karikatur tentang menyindir globalisasi
  • cara menggambar karikatur pejabat
  • Cara membuat karikatur untuk majalah/surat kabar
  • gambar karikatur arsiran tokoh indonesia