Advertisement

CARA MEMELIHARA KELEDAI – Salah satu kerabat kuda yang bersurai pendek serta bertelinga panjang. Bulu ekornya yang panjang hanya terdapat di ujung ekor. Keledai yang tahan lapar dan dahaga serta tidak bisa berjalan cepat ini sangat kuat dan mampu memikul beban yang be­ratnya hampir separo berat tubuhnya. Ada tiga jenis keledai, yaitu keledai afrika, keledai asia, dan keledai piara; masing-masing memiliki banyak anak jenis.

Keledai Afrika terdapat di Mesir, Sudan Timur, So­malia, dan Etiopia. Tinggi bahu keledai liar ini 1,13 – 1,4 meter. Telinganya sangat panjang. Ada bercak- bercak hitam di tungkai depan; namun sisi tungkainya berwarna terang seperti bagian atas tubuh. Pada ujung ekornya terdapat bulu panjang. Pada bahunya terda­pat garis-garis; kadang-kadang garis-garis ini tampak nyata pada tungkai.

Advertisement

Keledai afrika mempunyai tiga anak-jenis. Keledai nubiana, yang bertubuh kecil, berwarna kelabu keku­ningan dengan garis-garis hitam menyilang bahu dan garis membujur sepanjang punggung. Dahulu, bina­tang ini menyebar di Mesir sampai Sudan Timur; kini, diduga, sudah punah. Keledai afrika utara diperkira­kan juga sudah punah. Keledai Somalia berukuran be­sar. Tinggi bahunya 1,4 meter. Tubuhnya yang kelabu dibasuh warna kemerah-merahan dan garis-garis hi­tam pada tungkai, sedangkan surainya yang tegak hi­tam dan jumbai ekornya hitam. Keledai somalia ma­sih agak banyak dijumpai di Somalia.

Keledai Asia ditemukan di Asia. Di alam, keledai liar ini sudah hampir punah; diperkirakan jumlahnya hanya ratusan ekor. Tinggi bahunya 1,3-1,5 meter. Bobotnya 260 – 500 kilogram. Keledai asia mempu­nyai beberapa anak-jenis. Keledai onager hidup di daerah pegunungan tinggi di Iran Utara. Tubuhnya berwarna cokelat kuning terang dengan garis pung­gung sampai ekor. Matanya terletak agak tinggi. Di alam, populasinya hanya 300 – 400 ekor. Keledai kiang berukuran paling besar. Warnanya cokelat me­rah cerah pada musim panas, dan kelabu kecokelatan pada musim dingin, dengan warna putih susu pada permukaan bawah badan. Keledai ini hanya dijumpai di dataran tinggi Tibet.

Keledai asia berhabitat kering dan setengah kering, serta suka tinggal di daerah berbukit-bukit. Di keba­nyakan daerah, pakannya rumput dan halofit (tum­buhan tanah bergaram). Dibandingkan keledai afrika, keledai asia lebih sering minum, sekurang-kurangnya 2 atau 3 hari sekali. Mungkin, masalah air inilah yang menjadi penyebab utama langkanya keledai asia; hampir setiap sumber air telah digunakan manusia, padahal keledai ini sangat pemalu dan cepat meng­hindar bila berpapasan dengan manusia. Keledai asia mampu hidup dengan minum air berkadar garam tinggi. Hidupnya berkelompok dengan dipimpin keledai betina, tetapi jika ada bahaya keledai jantanlah yang menjadi pelindung. Keledai asia liar mampu berlari 60 – 70 kilometer per jam dalam jarak dekat, dan 40 – 50 kilometer per jam dalam jarak jauh.

Musim berkembang biak keledai asia bergantung pada iklim di berbagai habitat. Binatang ini beranak seekor pada setiap kelahiran, setelah masa bunting 1} bulan. Betinanya, yang baru melahirkan pertama kali, tinggal bersama bayinya terus menerus. Pada umur 2 minggu, bayi keledai itu sudah mengikuti rombongan. Anak keledai yang berusia 1 bulan sudah dapat makan rumput. Meskipun dapat hidup tanpa air susu setelah usia 4-5 bulan, anak keledai masih menyusu pada induknya selama 9 bulan sampai setahun. Umur akil balig untuk yang betina 3 tahun, sedangkan untuk yang jantan 4 tahun. Di alam, keledai asia dapat men­capai usia 10-12 tahun, sedangkan di piaraan 24 ta­hun. Di alam, musuh utamanya serigala, terutama pa­da musim dingin saat makanan tertutup salju, sehingga badannya lemah karena kelaparan.

Saat ini keledai liar dilindungi undang-undang ka­rena kelangkaannya.

Keledai Piara ialah salah satu kerabat keledai yang sudah dibudidayakan. Pembudidayaannya sudah berlangsung sekitar tahun 4000 SM di lembah Sungai Nil. Karena itu, ada dugaan, bahwa moyang keledai piara berasal dari Afrika. Di Eropa, keledai sudah di­kenal sejak tahun 2000 SM. Kini, keledai tersebar luas sampai ke Australia.

Orang Romawi kuno menilai tinggi keledai yang dipakai sebagai binatang kurban. Warna keledai piara beraneka. Keturunan keledai piara jantan yang dikawinsilangkan dengan kuda betina Belgia meng- ‘ hasilkan bagal. Ukuran bagal beraneka, yakni lebih kecil atau lebih besar daripada kuda. Bagal mempu­nyai beberapa kelebihan, yaitu sangat tahan suhu di­ngin maupun panas yang ekstrem, mampu mengang­kat beban seberat 75 kilogram dalam jarak 25-30 kilometer setiap harinya, serta tahan terhadap penya­kit. Pada waktu menyerbu Rusia dan menyeberangi Pegunungan Alpen, Napoleon menunggang bagal, bukan kuda seperti yang terdapat pada lukisan karya David. Bagal cocok sebagai kuda perang karena tidal: takut letusan senjata. Jaman dahulu bagal sering digu­nakan dalam pertempuran.

 

Incoming search terms:

  • jenis keledai

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • jenis keledai