Advertisement

Tembakau diperbanyak dengan biji. Mula-mula, bijinya disemai di persemaian, lalu dipindahkan ke bedengan di kebun ketika tanaman berusia 38-45 hari. Musim tanamnya tergantung pada jenisnya. Tembakau Virginia ditanam pada akhir musim hujan dan dipanen pada musim hujan; sedangkan tembakau cerutu ditanam pada musim kemarau dan dipanen setelah musim hujan. Biasanya tembakau tumbuh pada tanah campuran, antara tanah liat dan pasir, dengan kadar humus yang tinggi dan cukup air. Untuk mencegah serangan serangga pada waktu pembenihan, biasanya di sekitar persemaian ditaburi campuran parutan kelapa dan dedak, atau gula aren, atau benihnya diletakkan dalam kain basah sampai berkecambah. Panenan dilakukan setelah 90-100 hari ditanam, yaitu bila daun terbawah mulai menguning dan layu. Pemetikan dimulai dari daun yang terbawah, biasanya tidak lebih 3-6 helai; daun yang disebut daun kepel ini berkualitas paling rendah. Dua sampai tiga minggu kemudian, daun tengahnya, sebanyak 6-8 helai, mulai dipetik; daun ini disebut tengahan atau ampadan. Yang terakhir dipetik adalah daun pucuk/kikitir/uratan/rampasan, biasanya 6-14 helai; daun ini berkualitas paling baik untuk tembakau rajangan, karena menghasilkan tembakau yang gurih dan harum. Ketiga panenan tersebut dipisahkan, baik dalam pemrosesan maupun dalam perdagangan.

Bagi tembakau rajangan, daun dipetik dan dirajang, artinya diiris-iris dengan pisau khusus yang sangat tajam yang terpasang pada alat perajang untuk menghasilkan irisan yang seragam. Irisan daun tembakau ditaruh merata pada alas berupa anyaman bilas bambu dan dijemur. Penjemuran dilakukan berhari- hari sampai diperoleh tembakau dengan warna dan aroma yang diinginkan. Mutu tembakau rajangan selain tergantung pada musim dan cuaca, juga sangat tergantung pada cara merajang dan penjemurannya. Selanjutnya tembakau dipak, biasanya dalam keranjang khusus untuk meningkatkan mutu dan untuk mempermudah pengirimannya.

Advertisement

Bagi tembakau yang dijual dalam bentuk lembaran daun, misalnya untuk membuat cerutu, daun tembakau yang telah dipetik selanjutnya dikeringkan. Pengeringannya dilakukan dengan berbagai cara, antara lain flue curing, pengeringan dengan memakai panas secara tidak langsung, misalnya dengan kompor Brots Smit; fire curing, pengeringan dengan panas langsung; air curing, pengeringan dengan memanfaatkan udara, seperti diangin-angin; dan sun curing, pengeringan di bawah terik sinar matahari atau dijemur. Setelah itu, daun tembakau yang telah kering dikeringkan kembali. Tujuan pengeringan ulang ini adalah agar daun tembakau tahan lama. Ada beberapa tahap di dalam proses pengeringan ulang, yakni tahap I dengan suhu 66° C; tahap II, suhu 76 – 82° C; tahap III, suhu 88 – 93° C; tahap IV, suhu 71 – 76° C; tahap V, suhu 60 – 66° C; tahap VI, yang disebut juga sebagai tahap pendinginan, suhu hanya 32° C; dan tahap VII, suhu 49° C. Selanjutnya, daun tembakau kering ini disortir untuk menentukan mutu tembakau. Beberapa faktor yang menentukan mutu antara lain ukuran dan tebal tipis daun, warna, elastisitas, serta aroma. Langkah terakhir adalah pengepakan dan penyimpanan, sampai siap dijual.

Di Indonesia, tembakau menjadi salah satu tanaman perkebunan. Dalam bidang sosial ekonomi, peranannya cukup besar karena dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat. Tembakau juga menjadi sumber devisa non-migas Indonesia. Tanaman ini dibudidayakan hampir di seluruh Nusantara, kecuali Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Irian Jaya, dan Jakarta. Berdasarkan Statistik Perkebunan Indonesia 1984 – 1989, Jawa Timur merupakan penghasil tembakau terbanyak di seluruh Indonesia, dengan nilai estimasi produksi 84.279 ton dan luas areal 124.335 hektar. Jenis tembakau yang ditanam di sini antara lain tem. bakau deli, besuki, Virginia, madura, dll.

Klasifikasi Ilmiah. Tembakau termasuk suku Solanaceae (terung-terungan); nama ilmiahnya Nicotiana tabacum.

Incoming search terms:

  • cara menanam tembakau berkualitas
  • cara menyimpan tembakau kering
  • cara menyimpan tembakau yang baik
  • arti dari tembakau basah
  • cara menanam mbako

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • cara menanam tembakau berkualitas
  • cara menyimpan tembakau kering
  • cara menyimpan tembakau yang baik
  • arti dari tembakau basah
  • cara menanam mbako