Advertisement

Evaluasi juga memperkenalkan pemutarbalikkan dan ketidakakuratan dengan berbagai cara berbeda. Yang pertama ialah bahwa orang cenderung membentuk karakteristik konsisten secara evaluatif akan orang lain, meskipun mereka hanya memiliki sedikit informasi. kita cenderung memandang orang lain secara konsisten dari kedalamannya. Karena evaluasi merupakan dimensi paling penting di dalam persepsi manusia, tidak mengherankan jika kita cenderung mengkategorikan manusia sebagai baik dan buruk, dan bukan keduanya. Orang lain tidak akan kelihatan sekaligus jujur dan tidak jujur, hangat dan mengerikan, bijaksana dan sadis. Meski terdapat informasi bertentangan mengenai seseorang, biasanya dia akan dipandang secara konsisten sebagai baik atau buruk, menyenangkan atau memuakkan. Pengamat memutarbalikkan atau mengatur kembali informasi untuk memperkecil atau, menghilangkan sifat tidak konsisten. Hal ini bisa juga terjadi jika orang melihat objek, namun terasa sangat kuat dalam persepsi manusia. Berdasarkan evaluasi dasar ini, kita akan tetap melihat ciri lain yang konsisten dengannya. Jika seseorang bersifat menyenangkan, dia juga harus menarik, cerdas, murah hati, dan seterusnya. Jika dia buruk, dia harus licik, berwajah jelek, dan aneh. Kecenderungan terhadap konsistensi ini disebut pengaruh halo. Orang yang membuat rangsangan itu dipandang sebagai orang yang disukai atau tidak disukai, dan semua kualitas lain dipandang konsistendengan keputusan ini. Ia dinamakan pengaruh halo karena orang yang telah dicap “baik” selalu dikelilingi suasana positif, dan semua kualitas baik ditujukan kepadanya. Kebalikannya (apa yang dinamakan “halo negatif” atau pengaruh “ekor bercabang”) ialah bahwa orang yang dicap “buruk” selalu dipandang memiliki kualitas buruk.

Pelukisan bagus dari pengaruh ini diperlihatkan dalam telaah Dion, Berscheid, dan Walster (1972). Dalam telaah ini para subjek diberi gambar orang-orang yang menarik secara fisik, tidak menarik, atau sedang-sedang saja. Para subjek tadi lalu menilai masing-masing orang tadi menurut sejumlah karakteristik yang tidak ada sangkut pautnya dengan sikap menarik. Orang-orang yang menarik diberi nilai tertinggi dan mereka yang tidak menarik mendapat nilai terendah hampir dalam segala karakteristik. Hanya karena seseorang kelihatan baik dan karenanya mempunyai satu ciri positif, maka orang itu dipandang memiliki ciri positif lainnya; sebaliknya, mereka yang kelihatan buruk dipandang memiliki ciri buruk lainnya. Dengan contoh-contoh ini, kita telah menguraikan pengaruh halo sebagai hasil daya tarik fisik. Akan tetapi, pengaruh halo dapat berasal dari segala hal yang menghasilkan kesan positif. Seseorang dapat dipandang memiliki keuntungan karena dia merupakan atlit terkemuka, mahasiswa yang cerdas, eksekutif yang terampil, atau anggota keluarga yang hangat. Terdapat kecenderungan untuk salah melihat semua karakteristik orang itu sebagai menguntungkan untuk membuatnya konsisten dengan kesan menyeluruh. Di samping itu, terdapat kecenderungan, tidak menguntungkan untuk melihat orang yang memiliki kekurangan juga negatif di bidang-bidang lainnya. Adalah hal yang umum untuk melihat orang gemuk, atau orang cacat, atau orang yang asal-usulnya kurang dikenal sebagai memiliki karakteristik negatif lain juga. Ini semua merupakan contoh kecenderungan umum untuk mengembangkan kesan yang konsisten secara evaluatif.

Advertisement

Incoming search terms:

  • Apa yang dinamakan konsisten
  • contoh ciri dari konsisten
  • pengaruh konsisten

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Apa yang dinamakan konsisten
  • contoh ciri dari konsisten
  • pengaruh konsisten