Advertisement

CARA PEMBUATAN KRISTAL – Menurut pengertian orang awam, dapat berarti sejenis kaca, yang mengandung oksida timbel. (Lihat lebih lanjut Kaca). Secara teknis, kristal adalah zat padat yang tersusun dari atom-atom dengan pola yang teratur. Untuk tiap zat, pola ini tidak berubah dan dapat diperbedakan dari pola zat yang lain. Kris­tal yang tumbuh dengan baik mempunyai bentuk tera­tur yang jelas sebagai akibat penataan atom-atom se­cara geometris teratur. Permukaannya datar. 1 icin, dan saling berpotongan membentuk rusuk-rusuk yang ta­jam. Maka kristal ini menunjukkan hubungan simetri tertentu. Muka-muka kristal suatu zat selalu berpo­tongan dengan sudut yang sama, tak peduli bentuk dan ukuran kristal. Kebanyakan zat benda mati ter­buat dari kristal-kristal. Misalnya, logam, batuan, ser­pih-serpih salju, garam, dan gula.

Bentuk, bangunan dan sistem bergerombolnya j kristal dipelajari oleh suatu cabang ilmu yang disebut kristalografi. Ilmu ini biasa diajarkan pada jurusan geologi (berkaitan dengan ilmu mineral), kimia (da­lam rangka kimia fisika), dan fisika (fisika zat padat). Ah!: kristalografi mengukur sudut-sudut antarmuka kristal dan mengsrahsis penataan simetris permuka­an-permukaan itu. Mereka juga mempelajari dari mengidentifikasi bangunan atom dari kristal dengan berbagai peralatan canggih.

Advertisement

Kristal dapat terbentuk dari uap, larutan maupun lelehan bahan itu. Pendinginan atau pemekatan (larut­an) akan saling mendekatkan atom-atom dan yang ke­mudian bergabung membentuk kristal. Umumnya di­perlukan inti pengkristalan, yang dapat berupa suatu pengotoran atau kristal kecil yang sengaja ditambah­kan. Atom-atom berkerumun pada inti pengkristalan dan mengatur diri dalam satuan-satuan bangunan yang disebut sel satuan. Kristal tumbuh karena bertambahnya atom-atom pada permukaannya dan memperpanjang jaringan sel-sel satuan ke berbagai arah.

Tak banyak kristal yang sempat tumbuh sehingga mempunyai muka-muka licin mirip cermin, karena dalam pertumbuhannya berjejalan dengan kristal- kristal lain. Malahan kristal-kristal dalam batuan tak :elas sama sekali muka-mukanya. Untuk membuat se­buah kristal besar di laboratorium, diperlukan larutan jenuh yang benar-benar bersih, kemudian didinginkan perlahan-lahan, atau pelarutnya diuapkan perlahan-la­han, sementara inti pengkristalan cukup satu atau be­berapa buah.

Kristal dikelompokkan menurut simetrinya, yakni keberimbangan penataan muka-mukanya. Ada tiga unsur simetri: bidang simetri (bayangan cermin), sumbu simetri (sumbu perputaran) dan pusat simetri. Selanjutnya dibayangkan sumbu-sumbu khayal (umumnya 3 buah) yang saling bertemu pada pusat kristal. Sumbu kristalografi ini memotong muka-mu­ka kristal pada jarak tertentu. Dari sifat dan potongan sumbu-sumbu ini dapatlah ditetapkan derajat simetri kristal. Kristal-kristal dapat dikelompokkan dalam 32 gabungan simetri. Menurut derajat simetri, 32 ga­bungan ini dapat dikelompokkan dalam tujuh sistem, yakni (1) isometrik (tertinggi derajat simetrinya), (2) tetragonal, (3) heksagonal, (4) rombohedral, (5) orto- rombik (6) monoklin, dan (7) triklinik (terendah dera­jat simetrinya).

 

Incoming search terms:

  • cara membuat kristal sendiri
  • cara membuat kristal
  • cara membuat kristal dari garam
  • mensintesis kristal
  • metode pembuatan kristal
  • bagaimana caramembentuk kristal
  • cara buat kristal
  • cara bikin kristal
  • bikin kristal
  • bahan pembikin kristal

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • cara membuat kristal sendiri
  • cara membuat kristal
  • cara membuat kristal dari garam
  • mensintesis kristal
  • metode pembuatan kristal
  • bagaimana caramembentuk kristal
  • cara buat kristal
  • cara bikin kristal
  • bikin kristal
  • bahan pembikin kristal