Advertisement

TEKNIK COR
suatu cara membuat suatu benda dengan menuang cairan logam panas ke dalam cetakan, lalu membiarkannya dingin hingga menjadi padat. Cara ini digunakan untuk membuat bermacam-macam benda termasuk bagian-bagian mesin, alat pertanian, dan juga benda seni.

Pengecoran pertama kali dikenal saat manusia mencetak emas dan tembaga pada cetakan batu. Bangsa Mesir mengecor perunggu pada cetakan tanah liat sejak 3500 tahun yang lalu. Pengecoran logam merupakan bagian penting dalam industri modern. Lebih dari 50 persen berat total traktor dan 90 persen mesin mobil dibuat dengan mengecor logam.
Untuk mengecor, mula-mula dibuat pola cetakan benda yang akan dibuat. Pola dapat dibuat dari plastik, kayu, tanah liat, lilin, atau logam. Karena bahan yang dituang adalah logam, pola dibuat sedikit lebih besar dari ukuran sebenarnya untuk mengganti penyusutan saat logam mendingin. Pola dibuat dengan berbagai cara, tergantung pada ukuran dan frekuensi cetakan digunakan.

Advertisement

Ada tiga kategori proses pengecoran, yaitu proses pola permanen dengan cetakan sekali pakai, proses dengan pola dan cetakan sekali pakai, dan proses cetakan permanen.

Pola Permanen dengan Cetakan Sekali Pakai. Pada proses ini cetakannya dibuat dari pasir hijau, pasir kering, pasir teras, gips, atau pasir resin. Pasir hijau terdiri atas 93 persen pasir silika, 4 persen tanah liat, dan 3 persen air. Setengah pola bagian bawah ditempatkan pada sebuah pembungkus cetakan dari logam. Pasir hijau dengan campuran perekat dimasukkan ke dalam rongga kosong yang terdapat di antara pola dan pembungkus cetakan. Pola atas juga dibuat dengan cara yang sama sekaligus diberi saluran untuk tempat lewatnya cairan. Setelah kering, pola di dalamnya diambil sehingga keduanya merupakan baskom kosong. Dua bagian disatukan dengan penjepit, sehingga menjadi bentuk yang berlubang. Besi dituang pada suhu 1.371° C, kemudian mulai mengeras ketika suhu mencapai 1.222°C. Setelah dingin, besi cor dikeluarkan dan dibersihkan dengan tiupan pasir.

Metode pasir kering secara keseluruhan hampir sama dengan metode pasir hijau, kecuali cetakannya yang lebih dahulu dibakar pada suhu 204°C. Pada suhu tersebut cetakan menjadi lebih halus. Cara ini mengurangi reaksi cairan logam dengan permukaan cetakan sehingga menghasilkan benda dengan permukaan yang lebih baik.

Pasir teras adalah pasir yang mengandung lebih sedikit tanah liat, dengan tambahan sedikit minyak dan resin untuk menghasilkan cetakan yang lebih halus sesudah dibakar pada suhu 204° C.

Proses gips menggunakan karet sebagai bahan polanya, yang dapat dirancang untuk cetakan berben- tuk rumit. Pola karet dicelupkan ke dalam adonan gips. Setelah cetakan terbentuk dan dibakar, pola dikeluarkan dan cetakan dapat dipakai. Zink, aluminium, dan logam lainnya yang leleh di bawah suhu 1.316°C dapat di cor ke dalam cetakan ini.
Metode selaput cetak dikembangkan oleh Jerman selama Perang Dunia II. Pola logam dilumuri resin kemudian dituangi pasir, dan dipanaskan sampai 204°C. Karena polanya panas dan diselimuti resin, pasir membentuk lapisan. Pola dan selaput dipanaskan untuk mengeraskan selaput. Setelah dibuat dua bagian selaput, keduanya diklem menjadi satu menjadi cetakan siap pakai. Cetakan ini menghasilkan benda cor yang sangat halus.

Proses dengan Pola dan Cetakan Sekali Pakai digunakan untuk menghasilkan benda cor yang membutuhkan ketelitian tinggi. Proses ini menggunakan pola sekali pakai yang dibuat dari lilin, raksa beku, atau polistirena. Proses dengan pola lilin, banyak dipakai membuat cetakan untuk menghasilkan benda-benda budaya termasuk patung dan perhiasan. Saat ini, proses pola lilin juga menghasilkan baling-baling mesin turbin, gigi, dan mata pisau. Dalam proses ini, pola lilin diletakkan pada kotak cetakan yang dilapisi keramik. Setelah itu dituang perekat dan bahan tahan panas. Sesudah terlapisi seluruhnya dengan adonan, kotak cetakan dibakar pada suhu 982° C, pola lilin meleleh, dan terciptalah cetakan dengan ketepatan tinggi, tempat logam cair akan dituang.

Proses dengan Cetakan Permanen. Dalam proses ini, cetakannya dari logam atau grafit yang dapat dipakai ratusan bahkan ribuan kali. Mengecor benda-benda dengan cetakan permanen dapat menggunakan metode cor mati, cor gravitasi, atau cor sentrifugal. Dalam cor gravitasi, cairan logam dituang ke dalam saluran vertikal yang mengalir ke lubang cetakan. Pada cor mati, logam cair disuntikkan dengan tekanan tinggi ke dalam cetakan yang dikempa sangat rapat. Pada cor sentrifugal, saat cairan dituang, cetakan diputar pada sumbu vertikal atau horizontal dengan kecepatan tinggi. Gaya sentrifugal pengaruh putaran yang cepat meny ebabkan cairan hanya menempel pada dinding cetakan. Proses ini banyak digunakan untuk membuat pipa plastik, besi, dll. Istilah cor juga digunakan dalam pembuatan beton

Incoming search terms:

  • teknik cor
  • pengertian teknik cor
  • pengertian cor
  • teknik cor adalah
  • pengertian teknik cor (cetak tuang)
  • cor adalah
  • Tehnik cor
  • teknik cor (cetak tuang)
  • apa yang dimaksud dengan teknik cor
  • fungsi teknik cor

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • teknik cor
  • pengertian teknik cor
  • pengertian cor
  • teknik cor adalah
  • pengertian teknik cor (cetak tuang)
  • cor adalah
  • Tehnik cor
  • teknik cor (cetak tuang)
  • apa yang dimaksud dengan teknik cor
  • fungsi teknik cor