Advertisement

CIRI-CIRI DARI PEREKONOMIAN TERPUSAT DI JERMAN – Dalam setiap perekonomian nasional yang dikendalikan secara herarkis dari pusat, para koordinator harus mempunyai akses terhadap informasi yang teliti mengenai permintaan, stok barang dan bahan baku, dan kapasitas produksi. Dengan kata lain, soal menentukan ketersediaan modal nonmoneter dan potensi angkatan kerja. Konsekuensinya, dibutuhkan suatu birokrasi negara yang besar, dengan kualitas tinggi dan biaya mahal, untuk membeli dan mengevaluasikan informasi, membuat rancangan dan mengoordinasikan rencana-rencana terinci, menggabungkannya menjadi suatu perencanaan glo- i ml, meninjau kembali perencanaan tersebut, memantau dan melaksanakannya.

Karena semua keputusan mendasar mengenai produksi, pendistribusian barang, dan faktor ketenagakerjaan dibuat oleh administrasi pusat, maka ruang lingkup pembuatan keputusan bagi pelaku ekonomi lainnya mengecil, tergantung sejauh mana administrasi negara memonopoli keputusan perekonomian. ‘ .uhubungan dengan semua keputusan selalu dibuat agar sejalan dengan tujuan dan keuntungan penguasa politik, maka sejauh mana tujuan perseorangan dan kelompok masyarakat diperhatikan dalam keputusan yang dibuat oleh administrasi pusat, tergantung pada pertama, distribusi kekuasaan politik yang nyata dalam masyarakat; kedua, sejauh mana pimpinan politik mempersiapkan peluang bagi kebebasan gerak perorangan; dan; ketiga, ketersediaan fasilitas untuk mentransformasikan keinginan mayoritas ke dalam tindakan perekonomian melalui sistem yang tepat yang melalui sistem

Advertisement

inilah pengumpulan dan evaluasi informasi serta pembuatan keputusan dapat dilakukan.

Para pembuat keputusan politik dalam perekonomian yang sentralistik bukan hanya mengingkari pentingnya memper-hatikan keinginan masyarakat.

“Para pemegang kekuasaan dalam suatu tatanan perekonomian otoritarian biasanya bahkan mengesahkan sendiri posisi penguasaannya dengan meyakini bahwa tindakan mereka merupakan yang terbaik bagi masyarakatnya, yang secara intelektual tidak mereka hargai. Kelompok elite percaya bahwa peraturan mereka sah, karena tak diperlukan pemahaman dari siapa pun. Karena tujuan-tujuannya dirumuskan berdasarkan premis tadi, maka itulah yang dianggap sebagai tujuan bersama, jauh lebih tinggi kepentingannya daripada minat-minat pribadi perorangan yang tak berarti. Upaya untuk meyakinkan pihak yang tidak ambil bagian dalam kekuasaan, dilakukan melalui propaganda bahwa yang ditempuh setiap orang adalah jalan yang benar. Namun, bila pihak di luar kekuasaan menolak untuk dibuat yakin, tak ayal lagi mereka akan menjadi sasaran pengarahan rekayasa negara, yang sepenuhnya pengikut kelompok penguasa. Bila diperlukan, mereka yang punya pendapat berbeda akan ditekan. Umumnya penguasa ini secara subjektif sangat yakin bahwa mereka bertindak sesuai dengan keinginan orang lain. Unsur otoriter dalam hal ini terlihat dari kenyataan bahwa klaim tentang kebenaran, yang mutlak berarti bahwa semua pendapat yang lain, pasti salah oleh karena itu harus ditekan” (Neumann, 1987: 3).

Incoming search terms:

  • ciri- ciri perekonomian negara jerman

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • ciri- ciri perekonomian negara jerman