DAFTAR DIAGNOSTIK RESMI GANGGUAN MOOD – Dua gangguan mood yang terdapat dalam DSM-IV-TR adalah depresi mayor, yang juga disebut depresi unipolar, dan gangguan bipolar. Diagnosis Depresi. Diagnosis resmi depresi mayor dalam DSM-IV-TR memer-lukan mood depresi atau hilangnya minat dan kesenangan yang berlangsung selama sekurang-kurangnya dua minggu. Selain itu, penegakan diagnosis memerlukan hadirnya empat simtom tambahan, seperti gangguan tidur atau nafsu makan, kehilangan energi, perasaan tidak berarti, pikiran untuk bunuh diri, dan sulit berkonsentrasi.

Tidak ada yang mempertanyakan bahwa hal di atas merupakan simtom-simtom utama depresi. Namun, yang menjadi kontroversi adalah apakah seorang pasien yang mengalami lima simtom selama dua minggu benar-benar berbeda dengan seseorang yang hanya mengalami tiga simtom selama sepuluh hari. Dalam evaluasi mengenai isu tersebut dengan sampel orang kembar, banyaknya simtom dan durasi depresi digunakan untuk memprediksi kemungkinan terjadinya episode pada masa mendatang dan kemungkinan bahwa saudara kembar juga dapat didiagnosis menderita depresi. Meskipun dengan kurang dari lima simtom dan durasi kurang dari dua minggu, saudara kembar juga memiliki kemungkinan untuk didiagnosis Menderita depresi dan pasien memiliki kemungkinan mengalami kekambuhan (Kendler & Gardner, 1998). Lebih jauh, Go tlib, Lewinsohn, dan Seeley (1995) menemukan bahwa para individu yang mengalami kurang dari lima simtom, yaitu yang mengalami apa yang disebut depresi subklinis, juga mengalami kesulitan dalam keberfungsian psikososial sama besar dengan para individu yang memenuhi persyaratan formal bagi diagnosis depresi. Data seperti inilah yang dapat memicu perubahan kriteria dalam DSM-V.

Depresi mayor merupakan salah satu gangguan yang prevalensinya paling tinggi di antara berbagai gangguan yang dibahas dalam buku ini. Angka prevalensi sepan-jang hidup berkisar antara 5,2 persen hingga 17,1 persen dalam dua studi berskala besar pada orang-orang Amerika (Kessler dkk., 1994; Weissman dkk., 1996). Berbagai penyebab perbedaan besar tersebut mencakup perbedaan metode wawancara dalam mengumpulkan informasi mengenai simtom-simtom, perbedaan kriteria diagnostik yang digunakan, dan perbedaan dalam hal banyaknya training yang diberikan bagi para pewawancara yang mengumpulkan data. Terlepas dari perbedaan dalam prevalensi secara keseluruhan, tingkat terjadinya depresi dua kali hingga tiga kali lebih banyak pada perempuan dibanding pada laki-laki; depresi lebih sering terjadi di kalangan masyarakat kelas sosial ekonomi rendah dan paling sering terjadi pada orang dewasa muda. Meskipun demikian, angka depresi pada kaum laki-laki Yahudi juga lebih banyak dari rata-rata, dan perbedaan yang biasanya terjadi terkait jenis kelamin tidak terdapat pada kaum laki-laki Yahudi dan perempuan Yahudi (Levav dkk., 1997). Prevalensi depresi sangat bervariasi antarlintas budaya. Dalam suatu studi besar lintas budaya yang menggunakan kriteria diagnostik sama dan wawancara terstruktur di setiap negara, prevalensi bervariasi dari 1,5 persen di Taiwan hingga 19 persen di Beirut, Lebanon (Weissman dkk., 1996). Penyebab perbedaan besar ini tidak diketahui dengan pasti, meskipun kemelut politik di Beirut pada tahun 1970-an dan 1980-an dapat memengaruhi tingginya prevalensi di sana. Meskipun demikian, hal yang lebih jelas adalah fakta bahwa depresi mayor merupakan salah satu penyebab utama disabilitas manusia di dunia (Murray & Lopez, 1996). Prevalensi depresi meningkat secara stabil selama pertengahan hingga akhir abad ke-20 (Klerman, 1988b), dan pada saat yang sama usia onset depresi menjadi semakin muda (umumnya pertengahan hingga akhir usia 20-an). Salah satu penjelasan yang mungkin bagi fenoruena ini terletak pada berbagai perubahan sosial yang terjadi dalam kurun waktu tersebut. Orang-orang muda dewasa ini menghadapi banyak tantangan, yang sering kali terjadi dalam ketiadaan berbagai struktur dukungan—seperti keluarga besar hingga di luar keluarga inti yang memiliki ikatan kuat, berbagai kebiasaan tradisional, atau agama—yang lebih merupakan bagian sentral masyarakat di masa lalu. Meskipun demikian, kehidupan juga tidak selamanya mudah bagi generasi terdahulu, yang membuat penjelasan ini sedikit meragukan.

Filed under : Bikers Pintar,