Advertisement

Udara yang ada disekeliling kita terdiri dari kandungan 21% gas asam, 79% gas nitrogen, 3% uap air dan kurang dari 1% gas asam arang. Gas asam atau dikenal dengan oksigen yang dihirup oleh kita dan masuk ke saluran pernafasan kemudian berikatan dengan hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah atau eritrosit dan mendistribusikannya ke seluruh sel dalam tubuh. Aktivitas kita seperti pemakaian bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor dan pabrik serta merokok dapat mengurangi kandungan oksigen di udara bahkan jika asapnya terhisap oleh manusia dapat membahayakan kesehatan. Asap tembakau mengandung lebih dari 4000 senyawa kimia, termasuk 43 senyawa yang diketahui menyebabkan kanker. Asap rokok menyebabkan kanker pada manusia dan tidak ada tingkat paparan yang aman. Beberapa efek awal akibat terkena paparan asap rokok adalah terjadinya iritasi mata, sakit kepala, batuk, dan radang tenggorokan. Paparan dalam jangka waktu lama meningkatkan resiko terjadinya penyakit saluran pernafasan, penyakit jantung dan kanker paru. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang banyak asap rokok berisiko sama dengan orang dewasa yang merokok aktif, jika terpapar dengan asap rokok untuk jangka waktu yang lama. Laporan The Jakarta Global Youth Tobacco Survey tahun 2000 menunjukkan, sebanyak 89 persen murid usia 13-15 tahun telah menyedot asap rokok lingkungan di tempat-tempat umum dan berisiko menderita penyakit bronkitis, pneumonia serta penyakit telinga tengah. Tingginya jumlah perokok yang merokok di lingkungan umum dan di rumah menyebabkan anak- anak merupakan subyek yang paling rentan terkena efek asap rokok. Jumlah anak-anak Indonesia yang terpapar asap tembakau di rumah sekitar 43 juta sedangkan jumlah anak sekolah yang terpapar asap tembakau di tempat umum sekitar 84% nya. Menurut penelitian di lembaga litbang depkes tahun 2004, wanita hamil yang merokok atau terpapar asap rokok dirumah beresiko mendapat persalinan yang bermasalah, termasuk berat bayi lahir rendah (BBLR), lahir mati dan bayi lahir cacat. Berdasarkan pada latar belakang tersebut, masalah yang diangkat pada tulisan ini adalah bagaimana mekanisme pertahanan tubuh bekerja terhadap unsure yang merugikan seperti asap rokok, kandungan rokok dan asap rokok yang dihembuskan serta apa saja penyakit yang terjadi pada anak-anak jika menghirup asap rokok. Karena tingginya jumlah anak yang terpapar asap tembakau sejak usia muda dan tingginya efek buruk dari asap rokok maka tulisan ini mencoba membahas akibat terpapar asap rokok dengan merujuk dari kajian pustaka dan literature yang berhubungan dengan masalah di atas. Rokok mulai dikenal suku Indian sebagai bagian dari upacara ritual, dengan cara menghisap pipa yang mengandung tembakau sebagai lambang perdamaian. Rokok yang merupakan salah satu sumber racun baru diperdagangkan di Indonesia sejak tahun 1920. Menurut Litbang Depkes (20004) walaupun tembakau mendatangkan devisa cukup besar akan tetapi Menteri Kesehatan RI tahun 1998 menyampaikan bahwa kerugian akibat merokok mencapai 14,5 trilyun, yang merupakan jumlah yang sangat besar yang harus dikeluarkan untuk menangani berbagai penyakit akibat merokok. Dari berbagai jenis penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan merokok beberapa diantaranya bahkan dapat menimbulkan kematian seperti kanker saluran pernafasan, gangguan pada pembuluh darah, hingga gangguan pada janin dan berat badan bayi lahir rendah. Bahkan orang yang sebenarnya tidak merokok pun dapat terkena penyakit seperti halnya perokok sehingga mereka disebut perokok pasif, karena menghisap asap roKok yang ada di dalam udara sekeliling mereka. Asap rokok yang di hisap ke dalam paru oleh perokok aktif disebut asap rokok utama (mainstream smokeMS), sedangkan asap rokok yang berasal dari ujung rokok yang terbakar disebut asap rokok sampingan (sidestream smoke/SS). Polusi udara yang ditimbulkan oleh asap rokok utama dan asap rokok sampingan yang dihembuskan lagi oleh perokok disebut asap rokok lingkungan (ARL) atau environment tobacco smoke (ETS). Merokok pasif adalah bernafas dengan udara yang mengandung asap rokok yang dikeluarkan oleh perokok (ETS) dan sisa akhir pembakaran tembakau (SS). Apabila seseorang merokok maka asap rokok yang ditimbulkannya bukan saja terhisap oleh perokok itu sendiri tetapi juga orang yang tidak merokok yang ada disekitarnya. Perokok pasif juga mendapat akibat yang ditimbulkan dari asap yang dikeluarkan oleh rokok kendati mereka sendiri tidak merokok. Kandungan bahan kimia pada asap rokok sampingan ternyata lebih tinggi dibanding asap rokok utama, antara lain karena tembakau terbakar pada temperatur lebih rendah ketika rokok sedang tidak dihisap membuat pembakaran menjadi kurang lengkap dan mengeluarkan lebih banyak bahan kimia.

Incoming search terms:

  • pengertian akibat terpapar
  • akibat menghisap rokok dan asapnya tdk dikeluarkan
  • Pengertian paparan asap

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian akibat terpapar
  • akibat menghisap rokok dan asapnya tdk dikeluarkan
  • Pengertian paparan asap