Advertisement

Penggunaan kafein dengan dosis sedang dapat meningkatkan tekanan darah dan menurunkan denyut jantung. Penelitian terhadap seratus orang laki-laki yang meminum tiga cangkir kopi se hari selama delapan minggu, hanya sedikit meningkatkan kolesterol baik LDL maupun HDL, di mana hal tersebut belum merupakan resiko utama penyebab penyakit jantung koroner. Kolesterol yang merupakan pencetus adalah golongan lipid (cafestol dan kahweol), yang dapat dihilangkan dengan kertas saring dan itu tidak terdapat pada kopi instan. [Annual Review Of Nutrition,1997:17:305-324). Penelitian terhadap lima ribu orang laki-laki sehat profesional menunjukkan tidak terjadi peningkatan penyakit kardiovaskuler yang disebabkan oleh meminum kopi (The New England Journal Of Medicine,1990: 323:1026-1032). Hasil ini sama dengan hasil penelitian Framingham [Archimes of Internal Medicine, 1989: 149:1169-1172). Kopi berkafein ataupun kopi tidak berkafein tidak meningkatkan resiko terjadinya myocardial infarction (American Journal Of Epidemiology, 1999:149(2): 162-167). Meminum kopi lebih dari delapan cangkir se hari menyebabkan cardiac arrhythmias (Annuals Of Internal Medicine,1991: 114:147-150). dan menaikkan homosistein plasma [American Journal of Clinical Nutrition, 2002: 76:1244-1248). Adenosin kadang kala digunakan dalam keadaan darurat untuk mengatasi supraventricular arrhythmias [American Family Physician,2002: 65(12):2479-2486) dan kafein digunakan sebagai pendamping dalam pengobatan ini. Antara tahun 1950 sampai 1970 dipercayai, bahwa kafein penyebab yang cukup serius terjadinya kanker pada manusia, sebab penelitian pada tumbuh-tumbuhan menunjukkan, bahwa terjadi pemecahan kromosom, menghambat mitosis dan membentuk jembatan kromatin pada kafein konsentrasi tinggi [Mutation Research,1974:26:53-71). Suatu review pada tahun 1994 menyimpulkan, bahwa mengkonsumsi kafein yang normal sebagaimana umumnya orang meminum kopi, tidak menyebabkan mutagenik pada manusia, meskipun senyawa amina heterosiklik dari hasil pembakaran dan karbonil yang di a I k i l a s i pada kopi bersifat mutagenie. [Mutation Reseach, 1994: 317:145-162). Terbukti kemudian, bahwa kapasitas kafein untuk menjadi mutagenik adalah bila dia terionisasi oleh radiasi atau zat yang bersifat karsinogenik tercampur dalam siklus sel kontrol. [Mutation Reseach, 2003:532:85-102). Teh hijau mempunyai kemampuan sebagai pencegah kanker karena mengandung polifenol. Polifenol juga terdapat pada kopi sebagai asam klorogenik (5-10%), antioksidan yang kurang kuat. Karena kafein berasal dari turunan ksantin, yang bersifat antioksidan, maka dapat mengikat radikal hidroksil yang dihasilkan dari hydrogen peroksida pada kopi ataupun teh yang mengalami reaksi Fenton dengan ion-ion logam.

Studi yang dapat dipertanggung jawabkan telah melakukan pengkajian tentang hubungan antara mengkonsumsi kopi dengan kesehatan. Namun tetap masih belum bisa menetapkan apakah mengkonsumsi kopi menjadi lebih sehat ?. Tetapi juga tidak dapat dikatakan bahwa mengkonsumsi kopi berpengaruh negatif terhadap kesehatan (Kummer, Corby: 2003). Kopi dapat mereduksi resiko penyakit Alzheimer’s, Parkinson’s, jantung, diabetes melitus tipe 2 dan sirosis pada hati, serta gout. Beberapa efek menyehatkan yang terkandung pada kopi adalah dikarenakan terdapatnya kafein, sebagai antioksidan, yang mencegah radikal bebas merusak sel-sel (Pereira MA.,etal., 2006). Namun efek negatif terhadap kesehatan adalah kafein menyebabkan kekakuan pada dinding arteri, walaupun bersifat sementara (Mahmud.A.; Feely, J. 2001). Ekses lain dari kopi adalah terjadi defisiensi magnesium (Mg) yang disebut hipomagnesaemia, hal ini berakibat meningkatnya faktor resiko penyakit jantung koroner.

Advertisement

 

Incoming search terms:

  • kafein penyebab jantung koroner

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • kafein penyebab jantung koroner